Love Behind In The Mirror Image (Pengagum Bayangan Cermin )

Love Behind In The Mirror Image (Pengagum Bayangan Cermin )
~Saat kesabaran di uji


__ADS_3



Di tempat lain, ada seorang wanita yang berusaha memperbaiki diri. Memantapkan hati untuk berhijrah. Walau banyak terpaaan yang datang silih berganti. Bahkan kakak nya sendiri pun mulai ikut mengucilkan dirinya dan menganggap dirinya gila.



"Aku hanya ingin memperbaiki diri ke arah yang lebih baik. """



Aruna mulai belajar menjadi muslimah yang baik. Hari demi hari, tujuan nya adalah hijrah dan berusaha untuk tetap Istiqomah.



Tak ada yang tau bagaimana perjalanan hidup kita nantinya. Tapi percaya dan yakin lah bahwa rencana Allah pastilah yang paling sempurna. Cukup kita ikhtiar yang terbaik, dan selalu berprasangka baik. Maka hal yang baik akan turut menyertai kita.



Terakhir kali Aruna bertemu dengan Rio, hal yang paling Aruna ingat adalah saat Rio menasehati dirinya.



"Tetap lah melangkah walaupun jalan yang kamu hadapi itu berliku. Tetap lah berlari sekalipun jalan yang kau lalui itu adalah jalan yang sepi. Tetap semangat dalam Hijrah mu, walau begitu banyak rintangan yang kamu hadapi. Sesungguhnya Ujian yang kamu hadapi adalah cara Allah menguji seberapa kuat dan seberapa tegar kah hati mu. Tidak akan ada yang mengalahkan cinta Allah kepada Hamba-nya, sesungguhnya Allah adalah Dzat yang maha kuasa atas segalanya.



Aruna belajar mengenai sholat istikharah dari seorang muallimah yang sering membimbing acara pengajian. Sholat istikharah untuk menenangkan hati yang sedang di lema.



"Aku terbangun di sepertiga malam ku. Dan memohon kepada Rabb yang memiliki cinta di atas segalanya. Yang maha tau apa yang tidak hambanya ketahui.


Aku selalu menarik mu dalam sepertiga malam ku. Aku mencintai mu dalam doa ku dan mengagumi dalam sepi ku.


Semoga Allah mendekatkan hati mu dan hatiku, walau aku tau kau begitu sempurna untuk ku dambakan.



\*\*\*\*



Setelah kehamilan Jihan, mama Hana lebih sering menemani nya. Terkadang mama Hana pulang cepat dari toko karena ingin bertemu dan menjaga menanti semata wayang nya itu.



"Mama, kenapa mama pulang cepat lagi ? "Tanya Jihan.



"Mama merindukan mu , dan mama ingin memastikan makanan mu harus yang higienis dan kaya akan vitamin. "Jawab mama Hana.



Jihan merasa bahagia akan perhatian dan cinta yang di dapat dari suami dan juga mertuanya.



Di awal-awal usia kandungan nya, Jihan tidak berselera untuk makan, lebih sering mual dan muntah.



Membuat Rayhan dan Mama Hana ekstra menjaga Jihan setiap saat. Bahkan yang mengurus makanan nya pun harus mama Hana. Bukan Jihan ingin bermanja, hanya saja Jihan memang dimanjakan dan dijadikan layak nya seorang ratu.

__ADS_1



"Mas Rayhan kog belum pulang ya ? Padahal ini kan sudah jam 10 malam. "Batin Jihan sambil mondar mandir di kamar nya yang luas.



Malam ini Rayhan terlambat untuk pulang, karena banyak pekerjaan yang menumpuk dan harus diselesaikan. Asisten nya Rio juga ikut serta lembur hingga larut malam.



"Rio, bisa kah kau berkerja lebih cepat ? Istri ku pasti sedang gelisah menunggu ku. Mana ponsel ku lowbat lagi. "Kata Rayhan pada asisten Rio yang sedang fokus di depan laptopnya.



"Saya sudah berusaha lebih cepat Tuan, hanya saja file ini terlalu banyak kesalahan nya. Jadi semuanya harus diperbaiki dari awal. "Tutur Rio.


Dalam hatinya Rio sangat geram melihat Rayhan, padahal dia sudah berusaha lebih cepat.



"Begini banget yah punya istri. Terus saja rindu. Dan yang jadi sasaran empuk pekerjaan menumpuk pasti aku yang kenak. "Batin Rio.



Tepat pukul 12 malam, semua urusan kantor baru selesai di kerjakan. Rayhan buru-buru pulang karena tau istri nya pasti akan khawatir.



Mobil nya pun sampai di depan rumah, yang menyetir tentu saja Rio.



"Rio, bawa lah mobil ku pulang. Besok pagi kau jemput lah aku . "Kata Rayhan berlalu meninggalkan Rio yang belum menjawab sepatah katapun .




Sebelum sampai ke apartemen Rio, di tengah jalan Rio melihat banyak orang yang berkerumunan. Entah apa yang sedang terjadi. Rio segera turun dari mobil dan mendekati kerumunan itu.



"Aruna. "Ucap Rio yang melihat Aruna tergelatak di jalan dengan kondisi memprihatinkan, entah karena tabrak lari atau karena hal lain.



Rio pun segera membopong tubuh lemah Aruna dan membawa nya masuk ke dalam mobil. Rio segera memacu mobilnya dan membawa Aruna ke rumah sakit.



Sesampainya dirumah sakit, Rio segera mencari perawat untuk Aruna. Tapi pada saat itu yang berjaga malam belum tampak. Rio masih berlari kecil sambil membawa Aruna dalam gendongan nya .



"Suster. Sus. Tolong pasien ini. "Kata Rio memanggil seorang Suster yang kebetulan baru keluar dari kamar pasien.



Suster itu segera mengambil troli dorong dan membawa Aruna masuk ke dalam ruang UGD.



"Silahkan Tuan tunggu di luar lebih dulu. Saya akan memanggilkan dokter untuk memeriksa nona ini. "Kata Suster menjelaskan kepada Rio.


__ADS_1


Tidak berapa lama dokter pun segera masuk keruangan dan segera memeriksa keadaan wanita itu. Banyak luka lebam di tangan dan kaki nya, hal itu terlihat saat suster itu membuka pakaian gamis dan hijab Aruna untuk diganti dengan baju pasien.



Melihat dokter yang keluar dari ruangan Aruna, Rio segera menghampiri dokter itu.



"Bagaimana keadaan Aruna dokter ? "Tanya Rio.



"Apakah Tuan ini suami nona Aruna ?? "Tanya sang dokter



"Saya.. saya kakak nya dokter. "Jelas Rio berbohong. Karena kondisi pasien hanya akan diberitahukan kepada keluarga terdekatnya.



"Baiklah. Ikut saya ke ruangan. Ada yang ingin saya jelaskan. "Ucap dokter itu



Rio mengikut Dokter itu keruangan nya.



"Begini Tuan, saya kurang yakin jika nona Aruna adalah korban tabrak lari. Karena ada nya bekas cekikan di leher nona Aruna, dan ada juga bekas lebam di tangan dan kakinya. " Jelas dokter itu membuat Rio terkejut.



"Entah mengapa saya berfikir itu adalah bekas luka akibat penganiayaan oleh beberapa orang. Dan bagaimana jika kita adakan visum saja, agar lebih jelas. "Kata Sang Dokter memberikan usulan kepada Rio.



"Lakukan seseuai yang dokter katakan. "Pinta Rio.



"Siapa orang yang begitu tidak manusiawi nya berbuat seperti itu kepada seorang gadis. Aku tidak akan mengampuni hal yang berbau kekejaman seperti ini. "Batin Rio.



Rio pun keluar dari ruangan sang dokter, untuk hasil visum akan dikeluarkan esok pagi. Rio masuk keruangan dimana Aruna sedang di rawat. Jarum impus yang menancap di telapak tangan wanita itu.



Rio merasa iba melihat kondisi wanita itu yang wajah nya ada luka lebam, dan kondisi nya juga sedang lemah.


Rio pun tak tahu banyak tentang Aruna, dia hanya mengenal gadis itu ketika di Australia. Dimana pada saat itu Aruna terobsesi dengan Rayhan, bos nya Rio.


Masalah yang lain seperti rumah dan keluarganya, Rio tidak tau tentang hal itu.



Sudah pukul 3 dini hari, Aruna tak kunjung siuman. Rio pun sudah terlelap di kursi yang ada dekat ranjang pasien itu.


Rasa kemanusiaan yang dimiliki Rio sangat lah tinggi, sehingga Aruna yang tidak terlalu di kenalnya pun dijaga nya dirumah sakit itu.


Tanpa mengeluh atau apapun, karena melihat kondisi gadis itu yang sangat memperhatinkan.



\*\*

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2