
~Rumah Rayhan Abryan Siddiq.
"Kita sudah sampai , turun lah. "kata Rayhan sambil mendorong dua koper, yakni koper nya dan koper Jihan.
"Mas, apa ini rumah kamu ? "kata Jihan.
"Iyah. Di sini hanya ada kita berdua. "Jelas Rayhan.
"Rumah sebesar ini hanya ada kita mas ? Kenapa gak tinggal sama mama aja mas. Kan biar rame. "kata Jihan.
"Sudah lah, kalo kamu mau tinggal dirumah mama ya pergi saja. Terserah pada mu saja. "Balas Rayhan yang kesal dengan perkataan Jihan.
Jihan hanya terdiam saja mendengar perkataan Rayhan .
"Wajah nya gak bisa senyum dikit apa. Datar gitu, jalan raya aja ada belok kan nya. "kata Jihan berbisik.
Dan hal itu juga di dengar oleh Rayhan, tetapi Rayhan tidak mengambil pusing akan hal itu.
"Disini ada 4 kamar, kamu pilih lah kamar mana yang kamu suka. "kata Rayhan.
Jihan merasa bingung dengan hal itu.
"Kenapa Mas Rayhan malah menyuruh aku milih kamar yang aku sukai. Apa dia bermaksud untuk tidak tinggal satu kamar dengan ku. "Batin Jihan.
Lalu Jihan pun naik ke lantai dua dan memilih satu kamar yang menarik pemandangan nya.
"Aku pilih kamar yang ini mas. "kata Jihan menunjuk kamar yang desainnya mewah itu.
Jihan masuk dan membuka pintu kamar itu, kamar bernuansa silver, banyak pajangan photo Rayhan di sana. Tempat tidur king size , kamar yang sangat luas dengan lemari-lemari pakaian dengan kaca transparan, ada juga lemari khusus koleksi jam tangan mahal milik Rayhan.
Jihan mengelilingi kamar yang luas itu.
"ukuran kamar nya saja sama dengan ukuran rumah ku. "batin Jihan.
"Mas, aku mau kamar yang ini saja ya. "kata Jihan.
Rayhan tak mempersoalkan tentang itu, meski itu adalah kamar pribadi nya dan tidak ada orang yang berani masuk tanpa seizinnya.
Jihan adalah orang pertama yang masuk ke kamar milik Rayhan itu.
"Kamar itu sengaja di desain sebegitu indah oleh Rayhan. Karna akan digunakan oleh dia dan orang yang dicintainya pada masa lalu. Rayhan dulu mendesain nya untuk Tifa karna wanita itu suka kemegahan.
Dalam hati Rayhan pada saat itu masih berharap Tifa akan kembali lagi padanya.
"Mas, apa aku boleh memilih yang ini ? "tanya Jihan kepada Rayhan yang dari tadi sedang melamun.
"Terserah kamu saja. "kata Rayhan berlalu pergi.
Jihan pun menaruh koper nya dan menyusun pakaian nya ke lemari pakaian yang megah itu.
"Rasanya pakaian ku ini tidak terlalu cocok untuk lemari sebagus ini. "kata Jihan.
*****
__ADS_1
Jihan tidak melihat Rayhan dimana-mana, malah dia sampai si sebuah dapur .
"Aku akan memasak. "kata Jihan
Di kulkas sudah tersedia banyak bahan makanan, Jihan hanya perlu memilih apa yang akan di masak nya.
"Aku akan memasak sup kepiting saja. "batin Jihan.
Bagi seorang Jihan, hal memasak termasuk hobby bagi nya. Dan ini adalah kali pertama dia akan memasak di rumah suaminya sendiri. Dengan semangat terpancar dari wajah wanita berhijab itu saat melaksanakan tugas memasaknya.
"Ada sup kepiting, ayam goreng, atau juga sayur capcai. "Sempurna. "
Semua sudah tertata rapi di atas meja makan.
"Aku akan mandi lebih dahulu , setelah mas Rayhan datang. Aku akan mengajak nya makan bersama. "kata Jihan.
*******
"Mas Ray, Mas Ray. "panggil Jihan sambil melongo kanan kiri mencari keberadaan Rayhan.
Ternyata Rayhan ada di ruang kerjanya.
"Mas, aku sudah memasak untuk mu. Ayo makan bersama. "kata Jihan tersenyum.
"Aku tidak selera makan. Lagian aku tidak meminta mu untuk memasak. Tidak perlu merasa kita seakrab itu. "kata Rayhan mulai lagi mengeluarkan kata-kata pedasnya.
Jihan menelan Saliva nya dengan susah payah. Siapa yang tidak akan merasa sakit mendengar perkataan Rayhan.
Saat Jihan hendak berbalik pergi, Rayhan kembali mengeluarkan kata-kata pedas nya.
Jihan tak ingin mendengar lebih banyak kata-kata pedas suaminya itu. Jihan terus berjalan dan masuk ke dalam kamar, menangis dan meratap sedih
"Bagaimana aku akan kuat jika seperti ini. Bahkan kata-kata mu setiap saat menikam jantung ku. "kata Jihan pada photo Rayhan yang terpampang besar di kamar itu.
"Hari ini kau bahkan bersikap seakan aku adalah orang lain. Kau bahkan berkata bahwa aku tidak usah merasa kita akrab .
Hikss.Hiksss 😭😭😭
"Sebenarnya dimana salah ku ? Aku hanya mengajak mu makan kan. Kalau kau tidak mau yah katakan tidak mau. Tidak perlu menusuk hati ku dengan kata-kata mu itu. " Lirih Jihan pada gambar Rayhan.
"Jihan yang tidak ingin terpuruk dengan keadaan nya pun mulai bangkit dari duduk nya. Mengusap air mata nya . Mendengar suara adzan Dzuhur berkumandang. Sekacau apapun hatinya, dia tidak akan pernah lupa kewajibannya sebagai seorang muslim.
"Hati ku sudah terasa sedikit lega selesai sholat. "kata Jihan.
Lalu Jihan membaca surah Yasin nya , kebetulan Jihan membawa Al-Qur'an di koper nya.
*****
"Apa aku begitu kejam kepadanya ? Aku hanya tidak ingin dia berharap lebih pada ku. "kata Rayhan sambil menatap langit-langit ruangan itu.
Di tempat lain ada Jihan yang saat ini sedang makan di meja makan itu. Makan siang sudah terlewat.
Makan malam pun di laluinya sendiri.
__ADS_1
Setelah usai makan, Jihan menyimpan kembali makanan yang di masak nya ke dalam lemari makanan.
Saat hendak kembali ke kamar nya, Jihan berpapasan dengan Rayhan. Seakan tak ingin di sembur dengan lahar panas lagi. Jihan tidak ingin menghiraukan Rayhan .
"Jihan, aku lapar. Tolong siapkan makanan untuk ku. "kata Rayhan dan berlalu begitu saja.
Jihan yang mendengar hal itu merasa sedikit bahagia di hatinya, lalu bergegas kembali ke dapur dan memanaskan kembali makanan yang sudah di simpan nya.
"Ini mas, kamu mau makan yang mana ? "tanya Jihan menyodorkan piring berisi nasi putih itu kepada Rayhan.
"Aku mau ayam itu aja. "kata Rayhan.
"Mas, coba Sup nya ya. Baik untuk kesehatan. "Lanjut Jihan.
"Hmmmm.
Sekarang dipiring Rayhan sudah ada ayam goreng nya , ada sayur capcai juga. Dan juga ada sup di mangkuk kecil dekat piring Rayhan.
"Bagaimana mas ? "tanya Jihan dengan penuh senyuman.
"Lumayan. "Jawab Rayhan masih menyembunyikan rasa kagum nya pada masakan Jihan.
"Untuk ke depan nya, aku tidak terlalu suka makan sayuran yang di tumis dengan minyak. Aku lebih suka sayur kuah bening saja. "kata Rayhan.
"Baiklah Mas, besok aku akan masak sayur bening untuk mu. "Jawab Jihan dengan senyuman yang mengembang di wajah cantiknya.
Selesai Rayhan makan, Jihan pun membereskan kembali meja makan dan mencuci piring bekas makan Rayhan.
"Aku ada di ruang kerja. Kamu tidur lah lebih dulu apabila sudah mengantuk. "kata Rayhan berlalu dari hadapan Jihan.
Jihan pun masuk ke kamar megah itu, sudah waktu sholat isya.
Kembali Jihan melaksanakan sholat nya, menunaikan 4 rakaat di sambung dengan Ar-rahman nya.
Usai dengan kegiatan nya, tetapi Rayhan belum kembali ke kamar . Jihan pun berjalan ke arah dapur. Membuat kan susu untuk nya , dan juga membuat kan satu gelas untuk Rayhan.
Jihan hendak masuk ke ruangan Rayhan, tetapi kejadian tadi siang masih membekas jelas di benak nya. Jihan enggan untuk masuk, tapi entah keberanian dari mana Jihan membuka pintu begitu saja.
"Mas, kamu dimana ? "kata Jihan
Ternyata Rayhan malah tertidur di sofa ruangan kerja nya.
"Mas, ayo tidur ke kamar aja. Disini dingin mas. "kata Jihan membangunkan Suaminya itu.
"Tifa, kenapa kamu pergi begitu saja ? Sudah sekian lama menjalin hubungan. Tapi kamu malah pergi dengan orang lain. "lirih Rayhan.
Ada rasa sakit di hati Jihan mendengar hal itu.
"Aku mencintaimu mas bahkan sebelum aku tau namamu, aku sudah mencintaimu. Tapi kamu mencintai orang lain.
"Aku membawa nama mu dalam doa ku , tapi kau membawa nama orang lain dalam doa mu. " batin Jihan.
~Mohon maaf apabila banyak typo bertebaran ya readers.
__ADS_1
Salam manis buat yang baca 🙏🙏🙏.
Bantu like dan komen nya yah kak.