Love Behind In The Mirror Image (Pengagum Bayangan Cermin )

Love Behind In The Mirror Image (Pengagum Bayangan Cermin )
~Dunia mimpi


__ADS_3

"******Bahkan di mimpi ku pun aku masih tetap mencintaimu******.



"Rabb, Aku sedang mencintai seorang hamba mu, Rasa cinta ini sungguh lucu bagiku. Bahkan bayangan nya saja pun bisa aku cintai. Tapi sudah hampir satu bulan ini aku tak lagi melihatnya. Apakah ini cara mu ya Rabb untuk menunjukkan bahwasanya dia memang bukan untukku. Dengan menjauhkan nya dari ku, menjauhkannya dari pandangan ku ?


"Jika memang itu adalah cara untuk menunjukkan bahwa dia tidak untuk ku miliki. Lantas mengapa setiap saat aku tetap teringat kepadanya ?


"Ya Rabb, Ku serahkan seluruh hati ku padamu. Pelihara lah hati ku dari kekecewaan. "


"Aminn ya rabbal alamin.



"Doa yang setiap saat Jihan panjatkan di sepertiga malam nya.



\*\*\*\*\*



Toko untuk 1 minggu ke depan akan tutup, karena Bu Kiran akan berangkat ke China. Ada acara pernikahan adik iparnya di sana.


Jihan juga di ajak ikut serta.


Untuk urusan paspor dan keperluan lainnya sudah di atur oleh Bu Kiran.



Sebenarnya Jihan tidak ingin ikut, hanya saja Bu Kiran yang memaksa agar Jihan ikut serta.



Pukul 10.45 pesawat tujuan ke negara China pun lepas landas.


Bu Kiran berangkat ke China bersama dengan Jihan dan ibu mertuanya. Suami Bu Kiran sudah lebih dulu berada di Kota Beijing, China . Berhubung dalam satu Minggu terakhir suaminya ada pertemuan dengan rekan bisnis di negara Tirai Bambu tersebut.



Di bandara suami Bu Kiran sudah menunggu kedatangan istri dan ibu nya .



"Sudah lama menunggu mas, ? Tanya Bu Kiran.



"Rasanya mas sudah hampir berakar menunggu di sini. "Jawab pak Rangga suami Bu Kiran dengan wajah cemberut.



"Maafin sih mas, "Rengek Bu Kiran menggandeng tangan suaminya.



"Boleh, tapi malam ini jangan lupa yah sayang. "Kata pak Rangga mengedipkan sebelah matanya menggoda suaminya.



"Jangan lupa apa mas ? "tanya Bu Kiran dengan wajah polos.



"Jangan lupa nanti malam pakai lingerie terseksi yang kau miliki sayang. "bisik Pak Rangga membuat wajah Bu Kiran merona.

__ADS_1



"Mas apaan sih. "kata Bu Kiran meninju lengan suaminya .



"Apakah ibu dan Jihan hanya akan dijadikan sebagai penonton adegan mesra kalian ? "tanya Ibu nya pak Rangga .



"Ahh. Ibu mertua ku tersayang. Anak mu hanya menggoda ku ibu. "Kata Bu Kiran memeluk lengan ibu mertuanya.



"Sudah, ayo kita ke rumah Dinda aja. Besok adalah acara pernikahan nya. Banyak yang harus kita kerjakan. "Kata pak Rangga.



Mereka pun akhirnya berangkat menuju rumah Dinda. Butuh waktu 1 jam untuk sampai kerumah Dinda. Beruntung saja hari ini jalanan tidak terlalu macet.



\*\*\*\*


Saat ini mereka sudah ada di kediaman Dinda. Rumah minimalis yang unik, tidak kecil dan tidak besar.


Rumah itu adalah rumah yang pertama kali Dinda beli dengan usaha dan kerja kerasnya. Dan rumah itu merupakan hasil desainnya sendiri. Ada 3 kamar yang masing-masing kamar sudah dilengkapi dengan kamar mandi pribadi. Ada ruang tamu yang cukup besar, kolam renang dan ada taman kecil dekat kolam. Bunga persik di taman belakang juga sedang mekar, dan di sana juga ada pohon plum dan aprikot.



Semua hal yang ada di sana adalah hal yang sangat di idamkan oleh Jihan. Bahkan Jihan sangat ingin memiliki pohon persik , pohon plum dan juga aprikot.



Sejak terbiasa menonton drama China, Jihan tergila-gila dengan sesuatu yang berhubungan dengan negara Tirai Bambu itu.



\*\*\*\*



Malam itu, mereka tengah sibuk mempersiapkan segala keperluan untuk acara pernikahan esok hari.


Hampir pukul 12 malam semua baru selesai dikerjakan. Mulai dari hiasan dinding bernuansa warna merah. Gaun pengantin berwarna merah.


Entah mengapa Dinda sangat ingin menikah dengan pakaian-pakaian sebagaimana pengantin di negara China.



Ditengah malam yang sepi, yang terdengar hanya suara jangkrik. Ada banyak bintang dan bulan yang sedang bersinar sempurna.


Jihan berada sekamar dengan Bu Yaya, ibu mertua Kiran.


Kamar yang ditempati oleh Jihan bersebelahan dengan kamar yang di tempati oleh Bu Kiran.


Sunyi malam itu, mata Jihan seakan enggan untuk terpejam. Rasa kantuk belum kunjung datang menyapa nya.


Suara dari kamar sebelah memecah kesunyian malam. Bagaimana tidak, kamar sebelah entah apa yang sedang terjadi .


Jihan merasa mendengar suara-suara aneh, erangan yang membuat Jihan merinding. Kedua insan yang berada di kamar sebelah sepasang suami istri yang sedang saling merindukan.


Menyelami lautan cinta bersama-sama di malam sepi yang penuh bintang .


Jihan yang merasa nyeri mendengar suara nya, mencoba menetralkan suasana hatinya. Mengambil headset agar tidak lagi mendengar suara di sebelah.

__ADS_1


Setelah bertarung dengan mata nya, akhirnya Jihan pun terlelap dalam tidurnya. Mungkin saat ini dia sedang berada alam mimpi.


*****


"Siapakah nama mu adik manis ? "tanya seorang lelaki.


"Nama ku Jihan Mas. "jawab Jihan tersipu malu.


"Apa kah kau bersedia menikah dengan ku ? "tanya lelaki itu "


"Kamu belum mengenal ku. Lalu kenapa langsung mengajak ku menikah ? "tanya Jihan heran.


"Aku akan belajar mengenal mu saat aku sudah menikah dengan mu ?? Apakah kau bersedia menjadi pendamping ku ? "tanya lelaki itu menunjukkan wajah nya yang serius.


Lelaki itu adalah Rayhan Abryan Siddiq. Lelaki yang selama ini Jihan kagumi.


"Aku bersedia mas, "Jawab Jihan dengan wajah yang merona.


"Aku akan datang bersama dengan orang tua ku kerumah mu. Tunggu aku 2 Minggu lagi. Setelah aku selesai menjalankan semua tugas ku dengan baik. Aku akan datang untuk melamar mu. "kata Rayhan .




"Jihan.. Jihan.. Ayo bangun. Sholat shubu dulu. "kata Bu Yaya, mertuanya Tante Kiran.



Jihan yang merasa terusik akhirnya terbangun, Jihan masih duduk di atas tempat tidur memikirkan hal yang baru saja di alaminya. Dan ternyata hanya mimpi.



"Mana mungkin lelaki itu akan mau melamar ku" batin Jihan.



Tetapi mengapa aku bahagia sekali di mimpi itu, seakan aku merasa ingin hidup di dunia mimpi saja.


"Jika aku hanya bisa memiliki mu di mimpi, maka aku akan meminta kau menjadi milikku di mimpi ku, di setiap saat aku tidur, setiap saat aku terlelap.



Jihan pun segera bangkit dari tempat tidur untuk mengambil wudhu nya, dan melaksanakan 2 rakaat shubu nya dengan snagat khusuk.



Setelah selesai sholat, Jihan keluar dari kamar dan melewati kamar Bu Kiran.



"Masih terdengar suara yang aneh. Apakah mereka tidak lelah yah ? "batin Jihan sambil menggelengkan kepalanya.



Jihan pun berlalu dari hadapan pintu kamar sepasang cinta yang sedang memadu kasih itu.


Berjalan menyusuri taman di rumah minimalis itu.


Jihan duduk di kursi yang ada di taman. Hari ini belum tampak matahari. Tetapi cahaya-cahaya dilangit biru sudah mulai sedikit tampak.


Udaranya masih sangat segar di tambah wangi bunga persik yang sedang mekar.



"Karna terlalu mencintaimu, bahkan aku pun memimpikan mu . Sebegitu cintanya kah aku pada mu dan pada bayangan mu ??

__ADS_1


"Andai saja angin bisa kasih kabar , aku harap dia bisa tahu aku mencintainya tanpa aku mengungkapkan nya. "Kata Jihan berbicara di udara , seakan langit, angin menjadi saksi perkataannya.


__ADS_2