
“Ahh sial ! ternyata ini jebakan. Ada yang sengaja mencelakaiku. Bagaimana ini, rem ku blong..”
umpat seorang pria yang tengah mengendarai mobil dalam kecepatan tinggi. Ditengah jembatan saat malam benar-benar pekat. Dan..
**Bruakk**
Aku berharap aku bisa mengulang masa lalu, kalau pun tidak.. setidaknya aku diberi kesempatan untuk menebus semua kesalahanku di masa lalu.
Sebuah mobil mengalami kecelakaan dan jatuh ke bawah sungai dibawah jembatan.
Korban pengendara mobil berhasil di selamatkan dan di bawa ke rumah sakit terdekat. Namun, ia mengalami cedera serius dan akhirnya koma.
“ukkh.. apa aku sudah mati ? gelap sekali.
Aku mohon, berikan aku kesempatan untuk hidup lagi. aku sangat ingat bagaimana diriku sebelum berubah menjadi seperti ini..
--------
Di pagi yang indah tahun 2012
Sekolah SMA bakti bangsa. Sekolah favorit bagi para konglomerat dikota. Bukan hanya dari segi kuantitas saja. Tetapi, dari segi kualitas sekolah ini termasuk unggul diantara kota-kota yang lain. Terlihat dari gedungnya bak gedung perkantoran mewah dengan 4 lantai. Para siswa yang mengendarai mobil mewah. Semua terlihat sangat indah dan mewah.
Hanya saja, pemandangan berbeda terlihat di belakang sekolah. Sepedah ontel dengan keranjang pink didepanya. Namanya Meira Atifa. gadis berambut hitam sebahu yang mengkayuh sepedahnya dengan sekuat tenaga.
“aduh… semoga saja aku tak ketinggalan pelajaran ini..!” seru Meira.
Terlihat wajah putihnya berkeringat dan seragam yang berantakan. Dengan berlari ia menaiki anak tangga dan tak peduli tentang penampilannya.
“huhh.. akhirnya aku tak terlambat” ucapnya dengan menghela napas dan mengelap keringat yang bercucuran, ia melangkah ke bangku yang paling belakang dan segera duduk.
“hei meira…!! Lagi-lagi kau naik kendaraan butut itu..sudah kubilang aku akan menjemputmu kalau kau kelelahan. Huuu...Kau malah menolakku." gurau lelaki yang ada didepannya.
__ADS_1
“hahaha… eh raka! emang kamu mau jadi ojek pribadiku hahh?” sahut Meira.
“aku ngak keberatan kok kalau itu kau..”
“ huuu.. dasar modus !! udah ah ka.. aku mau belajar ntar tiba-tiba ujian gimana ?"
“tenang aja.. kan ada aku..iya kan?"
.
.
.
Dia, Raka Anggara satya. Murid cowok yang sudah berteman dengan Meira sejak kelas 2 SMA ini. Anak pengusaha kaya, tapi tak mau jika dia dibilang kaya. Ia cukup senang jika ia dibilang simple man. Tapi bagi Meira, julukan itu tak cocok untuknya. Karena dia tak se-sederhana kelihatannya.
**kringgg**
"Ahh ngak mau.. aku dah bawa bekal sendiri Lagian juga aku malu kalo lu yang nraktir aku terus.." sahut Meira.
"Ya ampunn ngak apa-apa kali..nihh aku dapet rezeki dari main game kemarin..” ujar raka sambil menunjukkan uangnya.
“ihh ngak ahh ! kau dapetnya pasti dari ngemis ke cewek-cewek mu kan? Ya kann? Hahahah…” goda Meira.
“ ehh dasar kauu !! kemari kau meira.. akan ku hajar nanti…”
Sambil berlarian dan bercanda tawa, mereka sampai merasa hanya berdua saja yang ada disana. Yang terasa hanya hati yang bahagia karna bisa tertawa lepas. Dan seketika itu juga buyar ketika Meira menabrak seseorang.
Brukkk !!
“oh maaf kak saya ngak sengaja, maaf..” seketika Meira menunduk dan mengambil kertas-kertas yang jatuh berhamburan dari tangan pria itu.
__ADS_1
Dan ketika Meira memandang wajahnya, terutama senyumnya.. bayangan sosok tipe ideal yang dicari-cari. Tetapi..
“ehh, meira sini berikan padaku!! kamu ngak salah, aku tadi kok yang nabrak dia” sahut Raka yang dengan cepat mengambil semua lembaran dan memberikannya langsung kepada pria itu.
“ihh..Raka apa-apaan sihh mana sopan santunmu pada senior?” bisik Meira.
“ahh ..tak apa. aku juga salah tadi aku terlalu memaksa membawa terlalu banyak” ucap pria yang menabrak mereka.
“ohh..kak kalau gitu kenalin saya Meira Atifa. maaf kak, kalau saya tadi punya salah”. Ujar Meira dengan mengulurkan tangannya.
Ia berusaha untuk menghindari masalah dan konflik yang lain disekolah ini. Biaya sekolah sudah menjadi masalah baginya. Dan ia tak mau menambah banyak konflik lagi disini.
“kamu..kamu, jangan khawatir aku juga sudah memaafkan kalian.
Ahh kenalkan aku Azka Ardinata dari kelas 3A. ohh ya sepertinya kalian akan makan kan? Kalau begitu aku juga akan pergi mengantar semua kerta-kertas laporan ini” ucapnya sembari membalas perkenalan mereka
“iya..ya tadinya kami mau pergi makan” sahut Raka sedikit kesal.
Entah kenapa dengan dia. Tapi ini pertama kalinya Meira melihat Raka kesal dengan cowok lain. Padahal ia adalah tipe orang yang suka bercanda dan tak pernah mengangap serius setiap masalah.
“baiklah kak, kami pergi dulu. Maaf untuk yang tadi” Azka pun pergi setelah ucapan Meira tadi.
Ternyata itulah pertemuan pertama yang paling berkesan bagi Meira.
“ Mei..jangan deket-deket sama cowok yang begitu. Pasti ntar bawaannya modus !” ucap Raka dengan muka sedikit meledek.
“ahh apa sih…nihh aku kasih tau. Dia tuh tipe aku banget. Liat saja nanti kita pasti jadian.”
“ Ahh udahlah ayok kita makan.”
Mereka sangat menikmati makanan mereka dan bercanda tawa. Meira yang tergolong anak pintar dikelas nya, pasti tak luput dari gangguan para cewek di kelasnya. Namun untungnya, ada Raka yang selalu bersamanya. Sampai banyak yang mengira mereka berdua adalah pacar. Tapi, mereka membantahnya dan mengatakan hanya berteman saja.
__ADS_1
Bersambung…