Love Me For 100 Days

Love Me For 100 Days
Misi sulit


__ADS_3

Raka akhirnya bisa pulang dengan tepat waktu dan si Ervin bisa tertidur di rumahnya sendiri. Raka pun terlepas dari tubuh Ervin dan mencoba berfikir untuk menghetahui misinya yang sebenarnya.


Ia pun mencoba berbagai cara mulai dari menarik cincinnya, mencium permatanya sampai mengosok-gosoknya layaknya seperti lampu ajaib. Ia dibuat bingung dengan misinya ini. sampai ia memikirkan sebuah cara yaitu dengan menempelkannya pada kepalanya. Dan cincin itu mulai bercahaya sangat terang sampai menyinari kamar tersebut.


“penglihatan apa ini..? apa ini misiku..? cincin, seseorang yang menangis..?” ucapnya sambil memejamkan matanya.


Ia pun menyadari kalau misinya adalah mencari seseorang yang tulus kepadanya. Meski ia tak tahu ukuran ketulusan seseorang itu seperti apa. Dalam bayangannya mungkin orang yang bersedia menangisi nya. Setelah itu, ia melepaskan tangannya dan keadaan kembali semula. Ia kaget saat melihat Ervin, ternyata ia sudah bangun.


Raka khawatir bahwa mungkin Ervin bisa melihat peristiwa tadi. Raka pun mendekati Ervin yang tengah terduduk diam diatas kasurnya.


“eh Ervin. Apa kau melihat ku tadi..?” ucap Raka sambil melambaikan tangannya didepan wajah Ervin.


“ukhh.. lagi-lagi ingatan aneh ini. apa ini bayangan dari arwah yang selalu mengikutiku..” gumam Ervin sambil memegang kepalanya.


“jadi, kau bisa ingat beberapa hal yang ku lakukan ya..?” tanya Raka.


Namun, nampaknya Ervin tak mendengar apa yang ia katakan. Sambil melihat jam dinding, Ervin akhirnya bangkit dan pergi menuju kamar mandi. Dan Raka pun memutuskan akan mengikuti jejak Ervin malam ini. dan berharap akan ada seseorang yang bisa ia temui di rumah sakit.


Sesampainya disana, Raka mengikuti Ervin yang tengah membereskan beberapa ruangan. Dan ia pergi menuju ruangan yang mana ada dirinya terbaring koma disana. Dan benar saja. Ia melihat seseorang tengah mengunjunginya.


“keponakanku, aku datang menjengukmu.” Ucap serang pria paruh baya sambil membawa beberapa bunga.

__ADS_1


“aku membawa bunga yang bagus ini untukmu. Bukankah aku sangat baik..?” ucap pria itu dengan senyum palsunya.


“paman steve, jangan harap kau bisa melukaiku disini.” Ucap Raka yang tengah menjadi roh.


Paman steve akhirnya duduk disamping kasur Raka yang penuh dengan alat bantu pernafasan. Dan roh Raka juga berdiri disampingnya.


“aku berharap bahwa perusahaan yang kau pimpin itu menjadi berkembang. Tetapi, sepertinya ada seseorang yang tak suka. sampai kau dibuat begini.” Ucapnya sambil menyentuh tangan dingin Raka yang terhubung selang infus.


“kau tahu kalau aku sangat pandai memanfaatkan waktu bukan..? jadi, aku kesini membawa berita baru untukmu.” Ucap paman Steve sambil mengeluarkan sebuah berkas dan tinta.


roh Raka yang melihat itu sangat terkejut dan sadar kalau paman Steve itu akan mengambil kesempatan ini untuk mengantikan posisi Raka diperusahaan. Ia sempat panik dan tak bisa berbuat apapun. Akhirnya ia mencoba mengerakkan beberapa barang untuk menakutinya.


**Prang!!**


Dan segera mungkin paman Steve keluar dari kamarnya. Raka benar-benar dibuat murka oleh kelakuan pamannya. Ia tak bisa membayangkan perusahaan yang diwariskan oleh ayahnya itu, akan jatuh ke orang yang licik seperti pamannya.


“paman steve, aku harus cepat menghentikanmu !”


roh Raka itu pun berlari dan mengejar pamannya. Namun, apa daya ia sudah tak bisa mengejarnya yang telah naik mobil duluan.


“sial !” teriaknya.

__ADS_1


Saat diluar gedung rumah sakit, ia melihat Ervin sedang menuju suatu tempat. Ia pun memilih mengikuti Ervin dari belakang. Setelah berpuluh-puluh langkah, akhirnya ia sampai pada suatu tempat.


Sebuah gedung sekolah SMA yang tak lain menjadi tempat sekolah Raka juga dulunya. Ervin pun duduk di bangku seberang sekolah itu. dan Raka pun berfikir, mungkin dia dulu pernah bersekolah di tempat yang sama seperti dirinya.


“hufft..kenapa aku sangat bodoh sampai harus bersekolah disini bersamanya..?” ucap Ervin.


“hah..? siapa dia..? apa dia itu pacarmu dulu..?” tanya Raka.


Ervin tak mendengar ucapan Raka dan terus memandang ke arah sekolah itu. sambil tertiup angin, ia menetsekan air mata di wajahnya. Nampak sekali kalau air mata itu penuh dengan kesakitan. Raka yang melihat itu, mencoba menepuk pundaknya dan menenangkannya.


“hei, kawan. Apa hanya karena seorang gadis kau menjadi seperti ini..?” ucapnya sambil menepuk pundaknya.


“siapa itu..?” ucap Ervin sambil menoleh.


Raka pun kaget dan langsung melepaskan tangannya dari pundak Ervin. Ia berpikir kalau Ervin bisa merasakan kehadirannya ia pun pergi menjauh.


Dan Ervin segera bangkit dari tempat duduknya dan mulai berjalan. Dan dibalik semak, ada suara ternyata.


“oh..! Ervin. Apa yang kaulakukan disini..? aku sedang mencari kucing ku yang hilang.” Ucap Tom.


Tom yang berbicara dengan Ervin seakan berbicara dengan orang lain. si Ervin hanya diam dan pergi begitu saja meninggalkannya disana. Dan Raka yang melihat itu, juga lega. Ia pikir kehadirannya akan ketahuan oleh Ervin. Ia pun pergi mengikuti Ervin dan meninggalkan Tom yang masih terheran dengan sikap Ervin tadi.

__ADS_1


Bersambung..


__ADS_2