Love Me For 100 Days

Love Me For 100 Days
Mantan


__ADS_3

Raka yang berada disana segera membela bosnya dan mencegat pria itu sambil menyuruhnya keluar.


“tuan, sebaiknya anda pergi. Karena bos saya tak ingin bertemu dengan anda.” Tegas Raka.


Meira pun melangkah pergi meninggalkan ruangan itu menuju ruangan pribadinya. Dan pria itu, masih tak juga pergi dan malah terlihat sangat sedih.


“Meira, aku takkan menyerah.” Gumamnya.


Akhirnya ia pun pergi dari toko itu. dan Raka yang melihat Meira menangis di kantornya datang menghampirinya. Namun, beberapa karyawan juga melihat peritiwa itu dan mencegah Raka masuk.


“Ervin. Jangan ikut campur. Lebih baik kita selesaikan pekerjaan kita.” Ucap si Tom.


--------


Sore hari pun datang menjemput para pekerja untuk menyelesaikan tugas mereka dan memanggil mereka tuk pulang. Sebagian sudah pamit untuk pulang setelah tugas berat di hari pertama toko buka. Sementara itu, hanya tinggal sebagian saja yang masih disana.

__ADS_1


“Ervin, aku pulang dulu ya..istriku sudah menunggu ku dirumah. Sampai jumpa.” Pamit Tom sambil melambaikan tangannya.


selesai membereskan toko, ia bersiap-siap untuk pulang. Jarum jam menunjukkan pukul 5 sore. Kali ini dia bergegas cepat-cepat agar tak pingsan lagi dijalanan. Sementara itu, ada sesuatu yang ia buat tadi saat bekerja dan meletakkannya di meja kasir. Dan akhirnya ia pun pamit pulang pada bosnya.


“bos, permisi. Aku akan pulang. Selamat malam bos.” Ucapnya saat bosnya membereskan ruangan dapur.


“oh, ya. Selamat malam.”


“ehm..bos untuk yang tadi, aku tak bermaksud ikut campur urusanmu. Jadi, aku memberikanmu sesuatu. Aku harap kau senang.” Ucapnya dengan melangkah pergi.


“hah..ternyata dia perhatian juga.”gumam Meira.


Sebuah kue strawberyy kecil dan lucu dengan bertuliskan ‘maaf’ diatasnya yang terbuat dari krim coklat. Dan disampingnya, terdapat catatan kecil. Meira mengambilnya dan membacanya.


*Aku lihat anda selalu menggunakan barang berwarna pink. Jadi aku membuatkan kue strawbery untuk anda. Dan coklat itu. aku dengar mood akan membaik dengan memakannya. Semoga anda selalu tersenyum lagi.--- tertanda SM.

__ADS_1


“tanda tangan ini..aku sepertinya tak asing..?” gumam Meira.


Ia terus saja melihat tulisan itu sambil memakan kuenya. Yang mana rasa itu adalah jadi favorit nya. Sampai ia terlalu terlena dengan makanan, ia lupa baginya untuk pulang.


“ya ampun Meira, kau terlalu banyak berfikir.” Gumam Meira sambil melangkah menutup tokonya.


Sesampainya dirumah, ia langsung merebahkan tubuhnya dan memeriksa ponselnya. Terlihat banyak sekali pesan dan panggilan tak terjawab dari Azka. Ia hanya diam sambil memandangi layar ponselnya.


“kak Azka aku sudah memutuskan akan melupakanmu. Maaf.” Ucapnya sambil memencet tombol hapus di ponselnya.


Meira kemudian bangkit dan mencari-cari barang-barang lama yang mana merupakan hadiah dari Azka. Ia mengumpulkan semuanya dalam sebuah kardus dan pergi keluar membuangnya. Ia benar-benar sudah bertekad memilih jalannya.


"kak Azka aku ingin menjalani hidupku dengan tenang. dan aku sangat berterima kasih dengan barang yang kau berikan. tapi, keputusanku yang membuat barang-barang ini jadi terbuang. aku mohon maafkanlah aku.." gumamnya sambil menaruh kardus itu dintara tumpukan sampah lainnya.


Selesai membuang barang mantannya itu, ia berjalan-jalan sebentar dan mampir ke sebuah kedai makanan. Disana ia melihat seseorang yang tak asing baginya.

__ADS_1


Bersambung…


__ADS_2