
**krekk**
Terdengar suara dorongan dari pintu besi yang terbuka. Sayup-sayup Meira mendengar beberapa orang akan menghampirinya.
Terasa dibawah kakinya sisa-sisa makanan kemarin yang sama sekali tak dia sentuh. Matanya benar-benar lelah karena menangis. Sementara kain penutup dimata, sudah basah oleh tangisnya.
“tuan, gadis ini sama sekali tak menyentuh makanannya.” Ucap salah seorang penjaga disana.
“huh ! biarkan saja. Kalau dia mati, itulah pilihannya !” tegas salah seorang pemipin mereka.
Meira geram dengan para penjahat yang telah menyekapnya lebih dari 2 hari itu. dengan spontan dia berteriak sembari terus meronta untuk melepaskan ikatan yang ada ditangan dan kakinya.
“dasar biadab ! apa sebenarnya tujuan kalian menculikku !
aku sudah tak punya harta atau apapun untuk kalian rampas ! kenapa kau tak biarkan saja aku mati terbunuh disini ?!”
“tutup mulutmu ! kau tak perlu tahu apapun tentang kami dan alasan apapun tentang kami ! bos..?!”
“sumpal mulutnya itu !”
“baik !”
Kembali dia mendapat rasa sakit diujung mulutnya akibat kain yang dismupalkan oleh mereka terlalu kasar dan membuatnya berdara. Meira berharap semua mimpi buruk dan ketakutannya ini, akan segera berakhir.
----------
*POV Raka
Roh Raka telah keluar dari badan Ervin. Dengan bangkit berdiri sembari menengok ke belakang, Raka bertekad untuk masuk lagi ke perusahaannya dan menyelidiki orang dari rekaman CCTV itu.
“kawan. Jaga dirimu baik-baik karena aku..akan pergi kesana sendirian kali ini !” ucap Raka yang masih melihat Ervin tertidur dikasurnya.
Raka pergi dengan cepatnya. Tak lama kemudian, sampailah dia didepan gedung perusahaannya. Malam itu, dia hanya melihat beberapa penjaga yang sedang bertugas didepan.
Nampaknya, mereka sedang asyik dengan tontonan TV mereka sendiri. tanpa memperdulikan itu, segera Raka mengarah menuju arah basement.
“huhh..apa kau merasakan itu..? bukan dingin. Tetapi, seperti ada sesuatu yang lewat..!” gelisah para security itu sembari memegangi kedua pundak mereka yang bergidik nyeri.
--------
*POV Ervin
__ADS_1
Ervin membuka matanya dan seperti biasa, dia kembali terbangun dikasurnya pada malam hari. Sudah beberapa hari dia tak bekerja dirumah sakit itu seusai kejadian kemarin.
Dia pun segera berdiri dan pergi ke kamar mandi tuk bersiap shift malamnya ini.
Nampaknya yang sedikit lesu, membuat orang-orang yang berjalan disekitarnya mengabaikannya.
Dalam pikirannya, masih sangat lekat mengenai kejadian yang dialami Roh yang mendiami tubuhnya. Segalanya. Emosinya perkataan dan tindakannya, semua masih lekat dipikiran Ervin.
.
.
.
.
.
Setelah beberapa saat kemudian, sampailah dia ditempat kerjanya. Dengan memakai seragam kerjanya, Ervin memulai mengepel lantai dengan memakai masker lengkap dengan sarung tangannya.
Dari jauh dia seperti melihat seseorang tengah melangkah keluar balkon pada malam hari dengan masih mengenakan seragam pasien.
Entah kenapa, Ervin merasa ada sesuatu yang aneh dan berusaha mendekati orang itu. yang tak lain adalah seorang gadis yang masih terlihat pucat wajahnya. Gadis itu mengengam sesuatu ditangannya yang kemudian, melangkah mendekat dan bertenger dipagar balkon.
Semakin dekat, suara yang ingin dia dengarkan semakin tak jelas karena ributnya angin pada malam itu.
Ervin memutuskan untuk bersembunyi dibalik tembok sembari terus mengupin apa yang gadis itu lakukan.
“memang benar aku yang membuatmu pergi dariku. Tapi..hikks hikss..kenapa ..?! kenapa kau juga ikut membawa hatiku pergi bersamamu..?!”
Gadis itu menangis dengan keras.
Mungkin duka yang dia alami sangat dalam, sampai dia menangis dengan berjongkok sembari terus memegangi sebuah kalung ditangannya.
Tangisan yang semakin kencang sampai-sampai mengalahkan bebunyian angin yang ada pada malam hari itu, seakan-akan inilah waktu baginya untuk bersedih.
----
#POV Raka
Raka sudah masuk sangat dalam diantara lorong-lorong yang menghubungkan ruang bawah tanah dengan tempat parkir. Diujung, dia mendapati segerumbulan orang sekana tengah berdiskusi dan menjaga suatu tempat.
__ADS_1
“dasar bodoh ! kenapa aku harus bersembunyi seperti ini..? aku kan Roh !
mana mungkin mereka bisa melihatku !?” gumamnya yang menepuk jidatnya sembari kesal.
.
.
.
.
.
Setelah sejam kemudian, 4 orang penjaga menjadi berkurang 2 orang. Pengawasan mereka benar-benar ketat dan tak membiarkan sedetik pun tempat itu tak dijaga.
Raka sedari tadi mencoba tuk menerobos pintu itu namun, ada sesuatu yang mencegahnya untuk masuk.
Pintu itu, terbuat dari besi perak yang sangat kuat. Entah apa yang dijaga oleh mereka. Yang pasti bukan hanya benda. namun, juga orang. karena melihat dari ukuran pintu besar dan penjaga yang tak henti-hentinya bergantian, pastilah tuan mereka sangat kompeten dalam menawan orang yang ada didalam.
Raka memutuskan untuk pergi dan akan memeriksanya esok hari. Dia hanya berharap, semoga yang didalam, bukanlah orang yang sedang dia cari.
---------
#POV Ervin
Dada Ervin terasa sangat sesak mendengar tangisan dari hati yang begitu dalam itu. dirinya memutuskan untuk pergi secepatnya. Namun..
*prankk !
“siapa disana..?”
Gadis itu tersadar dari tangisnya dan terkejut melihat sesuatu jatuh dari balik tembok. Segera dia menghampirinya dan melihat beberapa tumpukan sampah kaleng terjatuh.
Dia segera menengok kanan-kiri dan tak ada siapapun disana. Dengan lemahnya, gadis itu menyeka air mata dipelipis wajahnya dan berjalan kembali ke ruangan asalnya.
“hufft..hampir saja !” gumam Ervin.
Untungnya dengan cepat dia beralih ke tembok lain dan bersembunyi lagi. melihat dari balik tembok itu, wajah gadis yang menyedihkan membuat nafasnya serasa sesak.
Dia memutuskan untuk meneruskan pekerjaannya kembali sampai waktunya untuk pulang.
__ADS_1
*Bersambung..
~**mohon dukungan dan votenya untuk kelanjutan karyaku 🙏🏻😄***