Love Me For 100 Days

Love Me For 100 Days
Terlalu lelah


__ADS_3

Setelah bangkit berdiri, Meira terdiam kaku dan sedikit malu dengan apa yang terjadi. Dan Raka hanya meliriknya sembari tersenyum kecil dihatinya. Setelahnya, ia pun kembali meneruskan pekerjaannya hingga sore hari.


“Ervin, kami pulang dulu ya..!”


teriak roy dan para pegawai lainnya didepan toko sembari pergi pulang.


Raka hanya menganggukan kepalanya sembari tersenyum kecil kepada mereka. Tiba-tiba saja, Raka merasa sangat pusing dan bergegas pergi kerumahnya tanpa berpamitan dengan Meira.


“eh..? dia sudah pergi ya..? padahal aku akan memberinya makanan ini..”


ucap Meira yang telah membawa bungkusan makanan. Kemudian pergi masuk lagi.


Raka berlari secepat mungkin sebelum waktunya habis. Tetapi, rasa pusing yang tak tertahankan itu membuatnya lemas dan akhirnya pingsan di pinggir jalan. Ia melihat sekelebat ada seorang wanita yang mendekatinya. Dan setelah itu, dia tak sadar lagi.


-----------


“ukhh..? dimana aku..? hah..!? ini..dimana..?”


Raka dibawa menuju kesuatu tempat yang tak diketahui sebelumnya. Tetapi dari bangunan disekelilingnya yang diselimuti hujan salju, bisa dikatakan kalau dia sedang berada di negara lain dengan musim yang sama.


Raka sepertinya terbawa oleh mimpi seseorang dan disana, dia melihat Ervin yang berpakaian tebal sedang mendekati seorang gadis di jembatan.


Raka mencoba mendekat kesana tetapi, ada sesuatu yang menghalanginya dan mencegahnya untuk melihat lebih dekat lagi.


“Ervin, apa ini..?”


ucap gadis itu sembari menerima kotak kecil yang indah.

__ADS_1


“ini hadiahmu untuk hari jadi ke 100 kita ! bukalah. Kau pasti suka.”


Gadis itu kemudian membuka kotak itu dan melihat hadiah kalung permata yang sangat cantik. Dengan bahagia, Ervin membantunya memakaikannya dileher wanita itu. Raka yang melihat dari jauh, tetap tak bisa melihat wajah dari wanita itu.


“Ervin, aku.. sangat suka ! ini indah sekali !”


“benarkah..? kalau begitu..bagaimana kalau kita pergi makan malam bersama.


Aku sudah menyiapkan kejutan lagi untukmu.” Ucap Ervin sembari memeluk gadis itu.


Raka yang masih berdiri disana, mencoba memukul-mukul penghalang itu tetapi justru, ia dibawa lagi ke tempat lain lagi.


“hahh..! sial ! ada apa dengan tubuh si Ervin ini..? kenapa dia malah membawaku ke mimpi-mimpinya dulu..?! aku tak bisa keluar dari sini dan aku harus melihat semua kejadian dimasa lalunya !”


seru Raka yang rohnya tak bisa terlepas dari tubuh Ervin.


Kelima inderanya bisa merasakan kalau tubuhnya sedang berbaring disuatu tempat dengan bau obat-obatan. Dia mendengar seorang perawat sedang berbicara pada seseorang. Dan sepertinya orang itu yang membawanya kemari.


“dia hanya kurang sehat. Mungkin sehari atau dua hari dia akan sembuh.”


Ucap perawat itu sembari keluar.


Orang itu hanya terdiam tak berkata apapun. Tetapi, entah kenapa tiba-tiba saja tubuh Ervin bergerak sesuai keinginannya sendiri dan mencegah orang itu pergi sambil memegang pergelangan tangannya.


Bahkan roh Raka sendiri tak berdaya dengan reaksi tubuh Ervin yang seperti itu. Raka merasakan bahwa ia takkan bisa keluar dan tak bisa mengontrol tubuh Ervin.


Sampai akhirnya, gengaman tangan Ervin itu, mulai melepaskan tangan orang itu. indera pendengarannya bisa tahu kalau orang itu telah pergi dari sana.

__ADS_1


“ya ampun..!! ada apa sebenarnya ini..? kenapa sulit sekali mengendalikan tubuh ini..?”batin Raka.


Tak lama, Arva pun hadir diantara alam bawah sadar Raka dan Ervin. Ia pun hadir dengan pakaian serba merah yang berbeda dari biasanya. Disaat itu, ia melakukan sesuatu dan membuat reaksi pada tubuh Ervin melemah.


Dan dibawalah Raka menuju alam bawah sadar pikiran Ervin. Dia membawanya menuju titik rasa sakit dan ingatan yang paling kuat.


“ukkh..ke..kenapa tubuhku rasanya sakit sekali..?” ucap Raka.


“tahanlah sedikit. Ini akibat reaksi dari kuatnya pikiran Ervin.” Ujar Arva.


Hitam..gelap.. dan kelabu.. itu saja yang dilihat Raka.


Rupanya ia kini dibawa ke masa lalu yang paling menyakitkan bagi Ervin. Tentu saja itu yang membuat Raka bertanya-tanya.


“ke..kenapa kau membawaku kemari..?” ucap Raka yang tengah ketakutan.


“karena atas permintaanya-lah dia menyuruhku untuk membawamu melihat ini. jadi, nikmati saja.” Ucap Arva yang kemudian menghilang pergi meninggalkan Raka sendiri didimensi lain.


Tetapi, tak lama suatu kejadian pun terlihat dimata Raka. Disana, terlihat gedung-gedung mewah dan raka melihat Ervin sedang menunggu seseorang.


“aku harap, dia akan menyukai coklat buatanku ini !”


ucap Ervin yang tengah membawa kotak coklat kecil ditangannya.


Dilihatnya sekitar oleh Raka, kalau jelas sekali itu bukanlah daerah kotanya. Mungkin saja itu adalah kota asal Ervin. tak lama kemudian, seorang gadis berseragam sekolah mendekatinya. Dan lagi-lagi, wajah gadis itu tak terlihat alias sedikit buram di mata Raka. Disana, Raka-benar-benar hanya menjadi penonton masa lalu Ervin.


Bersambung…

__ADS_1


__ADS_2