
“hufft…Raka, kenapa kau tak membiarkan hidupku tenang..?” gumam Meira sambil membasuh mukanya dan bercermin.
Dia hanya duduk sambil mengompres es batu dan menempelkannya di pipinya yang lebam. Dia sangat ingat bagaimana semua ini terjadi.
Karena beberapa hari yang lalu, Meira tiba-tiba saja didatangi oleh Sintya dan beberapa pengawalnya. Dia masuk kekantornya dan menanyainya dengan pertanyaan yang aneh. Padahal sebelumnya, dia berusaha menghindar supaya tak terlibat masalah lagi dengan Sintya seperti beberapa tahun lalu. Tetapi, kali ini diluar batas.
“aku tahu ! kau pasti menyembunyikan harta yang disimpan oleh sepupuku kan..? sebuah stempel…?” ungkap Sintya dengan tatapan sinis.
“maaf Sintya aku benar-benar tak mengerti dengan apa yang kau katakan.” Jawab Meira dengan santai.
“dasar pembohong ! kau mencoba menipuku kan ! selama ini kau selalu dekat dengan Raka !
dia pasti memberikan harta itu padamu.” Ucap Sintya dengan mencengekram dagu Meira.
“sa..sakit ! sudah kukatakan aku dan Raka tak pernah saling berhubungan sejak kejadian itu !” teriak Meira yang mulai memberontak karena kesakitan.
“ohh ! apa mungkin kau takkan mengatakannya karena…kau memberikan tubuhmu sebagai balasannya ..?
**plakk !!**
“jaga ucapanmu itu ! atau aku, akan memanggil polisi” seru Meira setelah menampar keras wajah Sintya.
“dasar murahan ! kalian, cepat hancurkan tempat ini !” perintah Sintya.
“tidak !! jangan !” teriak Meira.
__ADS_1
Para pengawal berbadan besar itu dengan cepat mengobrak-abrik toko itu dan para pegawai yang mencegah aksi mereka benar-benar kewalahan. Para pengunjung berhamburan keluar dan ketakutan.
Tempat itu benar-benar hancur seketika dan Meira hanya bisa menangisi itu semua.
“dengar ! kau harus menyerahkannya atau aku akan kembali dan membalas pukulanmu itu lebih keras lagi !”
ancam Sintya dan kemudian ia meninggalkan toko itu.
Hari itu, adalah hari terburuk selama dia membuka tokonya. Benar-benar tak ada yang tersisa. Bangku dan meja semuanya patah, hancur dan rusak.
Dan saat itu juga, ia tak ingin segala kenangan apapun tentang Raka ada lagi dikehidupannya.
“apa..? jadi dia melakukan itu..?” tanya Raka dengan sangat kaget.
“iya ! jadi selama 2 hari toko kita tutup dan baru saja dibuka tadi pagi Dan wanita itu datang lagi. Tapi untungnya, kau Ervin. datang diwaktu yang tepat sebelum bos kita benar-benar hancur !” ujar si Tom sembari mengaduk adonan kue.
Dan semuanya hanya mengeleng-gelengkan kepalanya tanda mereka benar-benar tak mengerti dengan apa yang sebenarnya terjadi.
Hari sudah sore yang merupakan pertanda bagi semuanya untuk menyudahi pekerjaan mereka. Dan seperti biasa, Raka selalu jadi yang paling terakhir.
“Ervin kami pulang dulu ya..” teriak Tom dan Roy.
“ya..hati-hati dijalan.” Balas Raka.
Raka yang sedang membereskan ruangan, melihat Meira sedang bersiap-siap akan pulang. Dan Raka pun mencegahnya dan menyuruhnya duduk sejenak.
__ADS_1
“bos, tunggu ! kau.. seharian pasti belum makan kan..? aku.. membuatkan ini untukmu.” Ucapnya dengan gugup.
Sebuah pancake dengan selai stroberi diatasnya dan susu kocok rasa strawberry ia berikan sambil tersenyum melihat Wajah Meira. Melihat itu, Meira mengatakan.
“maaf Ervin. Aku, tak suka dengan strawberry lagi saat ini. lebih baik kau saja yang makan.” Ucap Meira sembari melangkah pergi.
“tu..tunggu Meira. Bukankah ini kesukaanmu..?” tanya Raka seraya memegang pundaknya untuk mencegahnya pergi.
“tidak.! Seharusnya sejak awal aku tak suka dengan rasa itu.
dan oh ya, kau pegang kunci ini. besok aku ada keperluan dan tak bisa menjaga toko.” Ucap Meira dengan tersenyum kecil.
“berapa lama kau pergi..?” tanya Raka.
“hanya beberapa hari. Jadi kau akan menggantikanku.” Ujat Meira dengan menepuk pundak Ervin alis Raka dan kemudian pergi.
Raka kecewa dan khawatir kalau Meira akan berada dalam bahaya lagi. Tetapi, saat Meira berkata kalau seharusnya ia tak suka dengan rasa itu, ia merasa akan lebih sulit lagi mendapatkan empati Meira.
“hufft..ada apa dengannya..? padahal dia dulu tak pernah menolak kalau aku memberikannya segala hal yang berkaitan dengan rasa strawberry..” gumam Raka yang tengah sendirian duduk di toko.
Bersambung…
---------
aku ada bonus visual buat kalian 😍, selamat membaca dan menikmati..😉
__ADS_1
_Ervin Nicholas