
Tak terasa sekolah hampir berjalan 6 bulan lamanya. Dan para siswa harus belajar untuk persiapan ujian semester mereka. Hari-hari yang sama terus berjalan seperti biasa. Dimana kedua sahabat ini, selalu bersama.
“ehh dah mau ujian nih, entar ke perpus ya.. jam 1 siang tungguin aku disana oke…” ajak Naina kepada Raka yang sedang serius membaca buku.
“ iya..iya bawel !” sahut Raka.
“Huu dasar.. kamu tuh yang bawel” ejek Meira.
“ehh mau kemana Mei..?” ucap Raka yang melihat Meira keluar kelas.
“ada urusan bentar. Pokoknya nanti kita ketemu di perpus.” Ujar Naina sambil melangkah pergi.
Meira pun pergi menuju ke kelas Kayla untuk menemuinya. Sebenarnya ia merencanakan rencana agar Kayla bisa menyatakan perasaan ke Raka. ia sudah tahu kalau Kayla menyukai Raka dan berniat membantunya dalam mengungkapkan perasaannya. Padahal ia jarang sekali membantu gadis lain untuk menyatakan perasaan mereka kepada Raka. Tetapi, karena Ia merasa Kayla dan Raka sangatlah cocok jadi ia membantunya untuk mendapatkan cinta Raka.
“hah? Ke perpustakaan ? kenapa ?” ucap Kayla dengan bingung.
“haduh..kamu ini ! mau sampai kapan bohongi perasaanmu..?” tanya Meira.
“Meira bukankah kita sudah bahas ini sebelumnya ? aku takut jika Raka akan benar-benar menolakku.”
__ADS_1
“udah.. ntar kesana aja. Ntar aku kasih tau rencana aku. Oke..?” pinta Meira dengan penuh semangat.
--------------
Jarum jam menunjukkan pukul 1 tepat. Waktunya bagi para murid untuk menikmati waktu istirahat mereka. Baik untuk untuk makan, bersenda gurau bahkan belajar.
Setelah menyelesaikan tugasnya, Raka pun pergi ke perpustakaan seperti permintaan Meira. Meira sengaja memilih perpustakaan agar Raka tak bisa berfikir bahwa akan ada yang menyatakan cinta padanya. Raka pun duduk dimeja samping jendela sambil membaca buku.
“ayo kayla cepat kesana.” bisik Meira yang tengah bersembunyi di balik rak buku.
Kayla pun menarik nafasnya dalam-dalam dan melangkah mendekati Raka. Dengan penuh keberanian, ia mencoba mengucapkannya.
“ohh, hai Kayla.kau ada disini juga. Apa kau bersama Meira ?”
“ehm..tidak. tapi ada yang ingin aku katakan padamu. Aku..” ucap Kayla dengan mengengam erat jari-jarinya yang gemetar.
“maaf Kayla mungkin kita bicara lain kali saja ya ? aku sedang terburu-buru.” Ucap Raka yang mulai beranjak dari kursinya.
“Raka aku suka sama kamu…”
__ADS_1
“apa? Apa kau bilang?” dengan kaget Raka mendengarnya. Ia berfirasat Meira pasti yang merencanakan ini.
“Raka aku bilang aku suka sama kamu dari awal kita ketemu..ap..apa kamu..”
“maaf Meira.” sahut Raka.
tak disangka Raka sangat cepat membalas ucapan Kayla. Kayla yang belum meneruskan perkataannya sangat kaget dan sedih.
Tanpa disadari air matanya mengalir begitu saja. Melihat hal seperti itu, Meira keluar dari tempat sembunyinya dan berteriak.
“ hey bodoh ! kenapa kau sangat egois ? kenapa kau langsung menolaknya begitu saja ? apa kau tak pernah mempertimbangkan perasaanya ? dia benar-benar suka padamu dari sejak awal kalian bertemu. Apa kau tak punya perasaan yang sama kepadanya sedikit pun?” teriak Meira dengan nada kesal kepada Raka.
Kemudian Raka yang mendengarnya, ia terlihat sangat marah. Bahkan mukanya sangat memerah. Ia segera berbalik dan menarik tangan Meira.
“Meira kau memang temanku. Tapi, kau tak berhak ikut campur urusan pribadiku. Kemari kau ! Ikut aku.” dengan emosi, Raka menarik tangan Meira dan langsung keluar perpustakaan meninggalkan Kayla sendiri yang telah ditolak oleh Raka.
Kemudian Raka membawanya ke lorong menuju atap sekolah. Dan mereka mulai bertengkar.
Bersambung…
__ADS_1