
*sesaat sebelumnya*
Raka yang tengah berjalan-jalan mencari makan dipinggir jalan, dikejutkan dengan kemunculan Arva secara tiba-tiba di hadapannya.
“huhh ! kenapa kau selalu muncul tiba-tiba…? Tak bisakah kau berjalan atau yang lainnya seperti apa yang manusia lakukan..?”
“tentu saja bisa. Tapi aku sedang malas mengubah diriku menjadi manusia biasa.” jelas Arva sambil duduk disamping Raka.
“oh ya, ngomong-ngomong..benda apa itu yang selalu kau bawa..? benda seperti jam tua itu..?” ucap Raka sambil menunjuk jam saku tua yang ada dikantong Arva.
“enak saja kau bilang tua ! ini adalah alat yang penting untuk dewa kematian tingkat 3 tau..!”
“hembh..baik..baiklah. tapi, tak bisakah kau mempermudah misiku ini..? misalnya, beritahu aku apa yang harus aku cari atau apa yang akan aku lakukan.” tanya Raka.
“dasar kau. Kenapa setelah menjadi roh kau malah sangat bodoh..? huft..baiklah.
sebagai malaikat mautmu aku akan membantumu. Segera setelah kau pergi makan, kau carilah pekerjaan.”
“eh..? kenapa..? bukankah pria pemilik tubuh ini punya pekerjaan lain..?”
“sudahlah lakukan saja ! diseberang sana ada sebuah toko yang baru saja buka. Nanti kau datanglah kesana untuk melamar pekerjaan. Dan ingat identitasmu..!”
“baiklah. Tapi kenapa harus toko itu..? eh.. Arva..? dasar ! seenaknya saja dia muncul dan tiba-tiba pergi.” teriak Raka.
Setelah menghabiskan makanannya dan membayar dengan sisa-sisa uang yang ada didompetnya, Raka pun pergi menuju toko tersebut. Saat ia hampir sampai di depan toko itu, betapa terkejutnya ia melihat wanita berambut hitam panjang yang anggun sedang membuka toko kue itu. yang mana dan tak lain adalah sahabat lama yang telah ia lupakan.
__ADS_1
“ehh..? bukankah itu Meira..? rupanya ia bekerja disini.
Untuk apa si malaikat maut itu menyuruhku bertemu dengannya..? apa dia termasuk orang yang bisa membantuku untuk misi ini..?. hufft..baiklah aku akan segera masuk.” Pikir Raka.
Ia pun masuk dan bertanya mengenai lowongan kerja disana. Raka yang bertanya seolah-olah tak mengenal Meira, namun mungkin Raka sedikit mengejutkan Meira sampai ia sedikit bengong. kemudian Meira menghampiri pria itu.
“kau karyawan baru, harus mengisi form ini dulu. Baru aku akan mengatakan apa pekerjaanmu.” Ucap Meira dengan memberikan kertas dan bulpen.
Melihat itu, Raka sedikit bingung. Bagaimana ia bisa mengisi semua data-data itu. sedangkan, ia sendiri belum cukup mengenal pria yang ia pinjam tubuhnya. Akhirnya ia memikirkan sebuah ide.
“permisi, bisakah aku mengisi ini sesaat setelah dirumah..? data-dataku tertinggal disana. Dan aku sangat butuh pekerjaan ini untuk mencukupi kehidupanku dan adikku. Aku mohon nona, jika kau tak diterima bekerja disini. Aku dan adikku akan diusir dari kontrakan kami sedangkan adikku masih umur 3 tahun dan kedua orang tua kami telah menelantarkan kami. Aku mohon bolehkan..?” ujar Raka sambil memelas dan memohon.
Maaf Meira tapi aku tak bisa jujur padamu” batin Raka.
“baiklah karyawan baru, aku Meira Atifa pemilik sekaligus manajer toko ini. jadi kau akan selalu ada dalam pengawasannku. Lalu, perkenalkan dirimu.” Ucap Meira sambil mengulurkan tangannya.
“nama ku Rak..ehm..maksudku. namaku Ervin Nicholas. Nona panggil saja aku Ervin.”
“baiklah Ervin. kau akan bertugas di melayani para pelanggan. Sementara aku akan mencari karyawan baru untuk tugas lain, bisakah kau menata toko ini..?”
“baiklah nona. ehm.. maksutku bos.”
Setelah itu, Meira pun keluar dengan membawa selembaran dan menempelkannya di ujung pertokoan. Dan Raka yang disana sedang membereskan segala barang-barang mulai dari meja sampai vas. Ia mengubah semua tata letaknya. ia terlihat sangat tekun dan serius hingga tak terasa waktu menunjukkan pukul 5 sore dan Meira pun kembali.
“Ervin, kau bisa pulang sekarang. Besok kita akan mulai bekerja karena aku sudah banyak menemukan karyawan baru.”
__ADS_1
“baiklah bos. Aku akan pulang.”
“eh.. Ervin, kerjamu sangat bagus. Aku suka.” Ucap Meira sambil tersenyum.
Melihat itu, Raka sedikit termenung dan kemudian membalasnya dengan senyuman.
“terimakasih bos. Aku pulang dulu. selamat malam.” Ucap Raka sambil melambai.
Meira pun masuk dan segera membereskan barangnya dan segera pulang. Dia rupanya masih terlihat sedih akan perpisahan yang ia alami. Mengingat saat membagikan selebaran tadi, dia tak sengaja datang ketempat yang sering Meira dan Azka kunjungi. Hal itu membuatnya sangat sulit untuk melupakannya. Terlihat masih ada sisa-sisa air mata di pipinya dengan segera ia mengusapnya dan berlari mengejar bis untuk pulang.
Disisi lain, Matahari telah kehilangan cahaya senjanya. Dan Raka masih berjalan-jalan sambil termenung memikirkan cara agar ia bisa membalaskan dendam.
Ditengah perjalanannya, ia melihat siaran berita di sebuah pertokoan. Berita itu menyampaikan tentang kasus kecelakaan yang dialami Ceo perusahaan besar kemarin.
“aku seharusnya tau kalau mereka sengaja membuat kecelakaan itu untuk membunuhku.” Gumam Raka.
Tak lama Raka merasa sangat pusing sampai-sampai ia tak bisa menopang tubuhnya dan ia pun pingsan dipinggir jalan.
“ukkh.. ada apa ini..? pusing sekali.
Ohh tidak aku lupa dengan jamnya ! bagaimana ini dengan Ervin..? hei..hei bangunlah ! sadarlah !” teriak Raka yang kebingungan.
Raka tak bisa melakukan apapun karena kini ia terlepas dari tubuh Ervin dan menjadi bentuk arwah.tak lama, ada seorang wanita yang menghampiri tubuh Ervin.
Bersambung…
__ADS_1