Love Me For 100 Days

Love Me For 100 Days
Berakhir


__ADS_3

Siang hari disambut dengan teriknya sinar mentari yang menembus setiap permukaan bumi. Jalanan pinggir kota ramai dengan para pedagang yang menjajakan dagangannya.


Terlihat banyak lalu lalang pengunjung dan wisatawan disetiap jalan pertokoan. Beberapa sedang menikmati makan siang sambil mengobrol atau hanya sekedar menikmati udara siang hari yang menenangkan. Namun, tidak bagi bagi Meira sepertinya, ia sedang menunggu orang yang sangat penting.


“hei, Ra…kamu tumben ngajak aku ke kafe ini. mau makan apa..? aku yang pesen yaa..?”


“tunggu kak, aku lagi ngak pengen makan apa-apa. Aku ingin ketemu dengan kak Azka, karena ada yang mau aku omongin.” Ucap Meira dengan nada serius.


Azka yang mendengar itu sedikit termenung dan terheran dengan Meira kali ini. tak pernah sekalipun Meira memperlihatkan wajah seperti itu. ia selalu nampak ceria dan bahagia baik pembicaraan mereka serius maupun tidak. Tapi ini sangat berbeda dan membuat Azka cemas.


“ada apa Ra..? apa kamu ada masalah ..? apa yang pengen kamu omongin..?” ucap Azka sambil menggengam tangan Meira diatas meja.


“sebelumnya aku pengen berterima-kasih sama kak Azka, karena sudah banyak bantu Meira disaat susah dan senang. Tapi semua itu sudah cukup buat Meira.” Ucap Meira dengan menitihkan air mata.


“Meira..? apa maksud kamu..? aku kan..”


“kak Azka. Kita putus aja. Meira udah ngak bisa lanjutin ini semua. Semoga kak Azka dapat yang lebih baik. Selamat tinggal.” Meira pun melepaskan gengaman tangan Azka dan segera pergi keluar dari kafe itu.


“tunggu. Mei..meira. berhenti.” Ujar Azka yang berlari mengejar Meira sambil memegang tangannya.

__ADS_1


“Meira jangan seperti ini. kita bisa bicarakan baik-baik ini semua ya..? Meira aku mohon jangan seperti ini.” kata Azka dengan mengengam tangan Meira sambil membendung air mata.


“kak Azka, ini udah keputusan ku. Tolong sekarang lepasin tanganku.”


“baiklah Mei kalau ini keputusanmu aku akan menyetujuinya. Tapi bisa ngak kasih aku satu alasan kenapa kamu mutusin hubungan kita..? apa aku punya salah sama kamu..?” ucap Azka sambil melepaskan gengaman tangannya dari Meira.


“kak Azka sama sekali ngak salah. Kak Azka sangat baik kepadaku sama sekali ngak punya salah.” ucap nya dengan mengelap air matanya.


“kalau begitu kenapa kamu mutusin hubungan kita Mei..? apa alasannya..?” tanya Azka.


Namun, Meira tak menjawabnya dan ia malah lari. Pergi begitu saja sambil menangis meninggalkan Azka yang telah dicampakkan. Ia pergi menaiki bus dan duduk di kursi belakang. Dilihatnya kearah jendela nampak musim gugur sepertinya akan tiba di kotanya.


Hubungan yang sangat lama, yang terjalin selama 7 tahun itu akhirnya usai. Entah kenapa alasannya ia melakukan itu.


Tetapi yang jelas itu bukanlah waktu yang singkat untuk bisa dengan segera melupakan kenangan yang ada. Jelas dan masih terngiang bagaimana mereka berdua melewati hari-harinya bersama. dan yang tersisa kini hanya sebuah kenangan yang telah usai.


Disela-sela Meira yang menangis, tiba-tiba saja ada orang yang menyodorkan saputangan. Dan tentu saja membuat Meira kaget dan melihat wajah orang itu.


“nona, mungkin kau akan butuh ini. pakai saja.” Ucap pria itu sambil tersenyum.

__ADS_1


“terima kasih.” sahut Naina sambil menerima saputangan itu.


Kemudian pria itu duduk disampingnya. Dilihatnya pria dengan rambut berwarna perak dan garis wajah yang tegas itu. Sekilas ia merasa pernah bertemu dengan dia. Tapi, entah dimana. Pria itu melihat kearahnya sambil tersenyum. Dengan cepat Meira menepis semua prasangkanya. Dan bertanya kepadanya.


“ehm..permisi. ini saputangan mu terima kasih.”


“tidak kau simpan saja. Siapa tau kau akan butuh.”


“oh..” angguk Meira.


Selesai dengan obrolan kecil mereka, tak terasa Meira sampai di tempat tujuannya. Ia pun segera turun dan melihat pria itu melambaikan tangannya danMeira pun membalasnya dengan melambaikan tangannya juga.


Kini, Meira menuju awal yang baru di tempat yang baru juga. Dia baru saja membeli sebuah toko kue dan merenovasinya kembali. Ia pun menempelkan stiker pengumuman mencari karyawan baru didepan kaca toko. Saat membereskan barang, tak disangka seorang tamu datang masuk.


“permisi, apa kalian mencari karyawan baru..?” ucap seorang pria berbaju kuning sambil membawa stiker pengumuman itu.


“ahh..?! be..benar..”


Bersambung…

__ADS_1


__ADS_2