Love Me For 100 Days

Love Me For 100 Days
Tunangan yang berkhianat


__ADS_3

“ini aneh. Apa karena pengaruh obat itu ya..?


aku tak bisa lepas dari tubuh ini..?” gumam Raka sambil memandangi tangan dan tubuhnya.


Dia menjadikan kesempatan ini untuk kembali menyamar sebagai petugas kebersihan rumah sakit dan masuk ke kamar dimana terbaring Raka yang tengah mengalami koma. Dia merapikan beberapa vas bunga dan memberishkan debu-debu di sekitarnya.


“ukhh..benar-benar. Tak ada yang mengunjungi ku lagi sampai-sampai debu ini tebal sekali rasanya !” gumamnya sambil membereskan vas bunga.


Raka melihat beberapa tangkai bunga yang dipajang oleh beberapa orang yang mengunjunginya.


Diantaranya ada yang sudah layu Dan ada yang terlihat baru saja dikirim didalam sebuah plastik. Dia melihat nama penggirimnya.


“Mf..? siapa dia..?” ucapnya sambil mengeja inisial nama tersebut.


Memang hanya bunga plastik dan tak seperti bunga-bunga asli yang dikirim oleh saudara dan rekan-rekannya.


Tetapi yang menarik perhatiannya adalah itu bunga lotus putih. Raka kemudian melihat tubuhnya sendiri yang masih terbaring lemas diranjang.


“hei kau ! cepatlah bangun dan lihatlah sekitarmu. Tak ada yang peduli dengan dirimu ini ! ucap Raka pada tubuhnya yang tengah terbaring lemah.


Tak lama kemudian, datanglah tamu yang tak ingin akan kehadirannya untuk menjengguknya.


“sayang, kau yang sabar ya..? mama berharap Raka akan sadar dan dia akan segera menikahimu.”


“ma..! tapi dokter bahkan ngak tahu kapan Raka akan sadar.


ma.. mau sampai kapan Kayla jadi seperti ini..?” ucap Kayla sembari mengeluarkan air mata dan berpura-pura mengusapnya didepan mamanya.


“sabar nak. Mama yakin dia akan cepat sadar.” Ucap Mamanya sembari mengelus-elus rambutnya untuk menenangkan tangisan Kayla.


“huhh!? Dasar pengkhianat ! bisa-bisanya ia bersandiwara di depan Mamanya sendiri. benar-benar artis drama !” batin Raka dengan kesal sambil membersihkan ruangan itu.


Kali ini dia mengeluarkan ide yang sebelumnya terdengar aneh dan beresiko. Saat menata Vas bunga, ia sudah meletakkan kamera tersembunyi diantara bunga-bunga itu. dia berfikir, semua hal yang tak bisa didengar atau dilihat olehnya diruangan ini, akan terekam sebagai bukti menguak kejahatan mereka.


“kalau begitu, mama tinggal dulu ya..? jagalah tunanganmu baik-baik.” Pamit mamanya sembari mengecup kening anak kesayangannya itu


“baiklah ma, hati-hati” ucap Kayla.

__ADS_1


Akhirnya mamanya pun pergi meninggalkan Kayla untuk menjaga Raka di rumah sakit. Namun, seketika perilakunya berubah ketika mamanya tak ada.


“dasar tidak berguna ! kenapa kau masih belum sadar juga..?!


apa kau benar-benar menikmati masa-masa sekarat mu hahh..?!!” umpatnya sambil memandang tubuh raka yang terpasang alat bantu pernafasan di ranjang.


“apa kau lihat-lihat..!? pergi !!” teriak Kayla pada Ervin.


Raka yang masih ada didalam tubuh Ervin melirik tajam ke Kayla dan pergi seusai dia membentaknya. Ia pun berjalan menuju ruang istirahat karyawan dan melepas semua pakaiannya disana.


dia hanya tinggal menunggu sampai Kayla benar-benar pergi dari sana dan mengambil rekaman itu sebagai bukti pengkhianatannya.


Dan Raka tak tertidur semalaman dan efek obat itu benar-benar bekerja pada tubuh Ervin untuk memberi kesempatan Raka lebih lama didalam tubuhnya.


Saat pagi datang, ia bergegas menuju ruangannya dirawat. Dan benar saja Kayla sudah tidak ada disana. Kemudian Raka mengambil rekaman itu dan menyimpannya.


“lihat saja ! saat aku terbangun, aku akan menendang wajahmu karena pengkhianatanmu ini !” gumamnya sembari pergi dari ruangan itu.


----------


Disisi lain, Arva bertemu dengan kawan lama lagi disebuah kafe. Dan sepertinya, temannya itu terlihat sangat sedih dan bingung.


“oh.. kau ya..? apa yang kau lakukan disini..?” tanya Meira yang melihat Arva duduk berhadapan dengannya.


“aku disini hanya sekedar jalan-jalan saja.” Ucap Arva sambil tersenyum.


“ohh..” ucap Meira dengan tertunduk lesu.


Arva hanya tersenyum melihat Meira yang menjawab perkataannya begitu singkat. Dan Meira hanya melihatnya dengan pandangan tak peduli seolah dai tak ada. Dan Arva ingin menghiburnya dengan suatu permainan.


“mau kutunjukkan sesuatu..?”


“hmm..??”


“berikan tanganmu. Aku akan menyulap sebuah solusi untuk masalahmu.” Ucapnya sambil tersenyum kecil.


Meira pun memberikan tangan kanannya dan hanya memandang remeh permainan yang dilakukan Arva. Kemudian Arva memegang tangan Meira dan menutup tangan kanannya dengan tangan Arva.

__ADS_1


“tutup matamu dan fokuslah pada masalahmu. Masalah apa yang ingin kau selesaikan, jawabannya akan ada ditangan kananmu.” Ucap Arva.


“ehm..? sudah..? boleh aku membuka mataku..?”


“ iya ! dan lihat apa yang ada ditanganmu.” Ucap Arva.


“sebuah catatan kecil…? Bukankah catatan ini adalah pemberian dari Ervin..? Dan tulisannya seperti..” gumam Meira.


Hahh..!! ya ampun !


kenapa aku tak berfikir ini sebelumnya !” seru Meira yang seketika wajahnya berubah sangat ceria.


“benar kan yang kukatakan..?”


“terima kasih Arva. Kau memang teman yang baik.” Ujar Meira denga riang.


“apa kau suka dengan permainanku..? kapan-kapan kita akan memainkannya lagi.” Ucap Arva yang tersenyum melihat ekspresi Meira.


“iya tentu. Tapi saat ini aku harus pergi. Sekali lagi terima kasih ya..!” ucap Meira yang melambaikan tangannya sembari pergi meninggalkan Arva.


“hufft..andai saja aku ada waktu bersamamu saat itu.” gumam Arva yang kemudian menghilang pergi.


Bersambung…


---------


hai readers !☺ wahh menurut kalian kenapa ya Arva bisa bilng gitu..?


fyi..bayangan angel of death disini ngak seserem yang lain ya..! karna dia berubah wujud jadi hooman. so, terus baca novelku ini...☺🙏


aku mau kasih bonus gambaran visualnya lagi nih..! menurut kalian, mana yg paling cocok jadi sosok Arva..?


A.



B.

__ADS_1



__ADS_2