
Ervin Nicholas. Seorang pria blasteran prancis yang dikenal sangat tekun dan sangat disiplin. Sampai suatu ketika ia mengenal sosok wanita pujaannya dan mau melakukan apapun demi wanitanya itu termasuk meninggalkan orang tua dan pergi dari rumahnya. Ia menghabiskan masa SMA dan kuliahnya disini bersama wanitanya itu. Tetapi karena ia pergi tanpa ada restu dari orang tua maka, mau tidak mau ia harus hidup mandiri. Namun, sebuah penghianatan yang dilakukan dari wanita itu. membuatnya hilang akal dan ingin mengakhiri hidupnya.
“kasihan sekali kau. Ingin cepat mati ya..?”
“si..siapa itu ? dimana aku..?”
“aku adalah malaikat maut. Karena kau telah melawan takdirmu, aku akan menghukummu untuk hidup lagi dan harus menyewakan tubuhmu untuk orang lain.”
“apa apa maksudmu..?”
“maksutku, tubuhmu akan dipinjam oleh orang lain. selama orang itu berada ditubuhmu, kau tak akan bisa berbuat apapun. Saat tiba giliranmu, maka kau bisa kembali ketubuh asalmu. Jadi, nikmati hukumanmu kali ini.”
-----------
*Apa..? kenapa namanya juga lebih keren dariku ? aishh.. apa orang ini dulunya sangat depresi ya? Sampai-sampai mengabaikan penampilan dan pesona yang ia punya.
Hufft..baiklah dimasa sekarang meskipun aku tak hidup kembali menjadi orang yang kaya, tetapi untungnya sebagai orang yang tampan. Baiklah pertama-tama aku harus mencukur kumis ini.” Gumam Raka untuk menyemangati dirinya.
Raka masuk kedalam kamar mandi dan mengambil alat cukur dari laci. Ia melihat dijari telunjukknya ada sebuah cincin perak dengan batu permata bening. Ia ingat bahwa cincin itu merupakan pemberian malaikat maut untuk misinya.
“cincin ini..apa bisa dilepas ya..?” gumam raka sambil mengamati cincin itu.
dengan sekuat tenaga ia mencoba melepasnya. Ia khawatir jika mandi cincin itu bisa hilang atau rusak. Berkali-kali ia menarik dan membasuhnya dengan air, tetap saja cincin itu tak bisa lepas. Segala cara ia lakukan sampai akhirnya ia menyerah. Raka berpikir mungkin saja cincin itu takkan lepas selagi ia berada di dalam tubuh pria tersebut. Raka masih dibuat berfikir dan ketika ia melihat kaca di wastafel, tiba-tiba saja ada sebuah tulisan dari embun air.
__ADS_1
*jangan coba kau melepas cincin itu. karena nyawa dan misimu, bergantung pada cincin itu. selama kau tidak dalam keadaan bahaya, cincin itu takkan bisa lepas. —malaikat mautmu.
Dasar malaikat sialan ! hampir saja aku kaget dengan tulisannya. Lain kali kenapa tak langsung bicara dihadapanku saja..?” gumam Raka.
“apa kau yakin kau ingin aku terus berada dihadapanmu ..?
“whhahh..!!! si..siapa yang menyuruhmu masuk..! pergi sana!” Raka yang dikejutkan dengan kehadiran malaikat maut secara tiba-tiba.
“dasar manusia bego. Tadi bilangnya ingin aku berbicara langsung dihadapanmu. Sekarang aku disini. Malah kau usir”
“tidak,aku cuman bercanda…sudah keluar dulu sana aku mau mandi.”
Tak lama selesai mandi, Raka pun menuju kamar dan mencari-cari pakaian untuk dikenakan. Ia mengobrak-abrik seisi lemari dari si pria itu. Dan malaikat maut itu datang menghampirinya.
Dasar manusia kurang ajar, dia memperlakukan malaikat maut seperti pembantunya ! apa dia dah bosan hidup ?
“apa..? apa kau mengatakan sesuatu ..? kalau tidak cepatlah bantu aku mencari pakaian yang cocok denganku.” Ujar raka yang masih sibuk mencari baju.
“hei manusia ! kau jangan memperlakukan ku seenaknya, kau pikir aku pembantumu apa..? aku ini juga punya nama ! jangan panggil aku sembarangan.”
“hufft..baiklah. jadi, malaikat maut yang terhormat..siapa namamu ..?.”
“sebut saja aku Arva. Dewa kematian tingkat 3.”
__ADS_1
“ya..ya Arva sudah cukup dengan pamernya. Sekarang tolong bantu aku. Yaa..?”
“dasar kau tak tahu malu !”
5 menit berlalu dan akhirnya mereka menemukan sepasang baju yang cocok. Raka segera memakai baju itu dan keluar dari kamarnya.
“eitts..mau kemana kau..?” ucap Arva si malaikat maut.
“tentu saja mencari makan. Aku baru saja tinggal ditubuh yang kurus ini dan butuh asupan.”
“sebelum itu, aku akan memberimu peraturan misi 100 hari. Pertama, kau jangan sampai mengaku atau bahkan ketahuan dengan identitas aslimu itu. karena, itu dianggap kau kalah dalam menjalankan misi.
Yang kedua, waktumu hanya sampai jam 6 petang. Setelah jam itu, kau akan terlepas dari raga pria ini.
dan yang ketiga, kalau sampai ada orang yang mengenalimu sebagai Raka, maka cincin ditanganmu akan berwarna merah dan terbakar. Maka, disaat itulah aku akan datang menjemputmu karena gagal dalam menjalankan misi dikehidupanmu yang kedua ini.”
“Apa..? kenapa ada peraturan aneh seperti itu..? jadi aku harus menjadi pribadi orang lain agar tak mudah diketahui orang lain, begitu..?”
“tentu saja. Maka dari itu, berhati-hatilah.”
Raka kemudian keluar dari apartemen kecilnya menuju jalan raya. Dengan berpakaian celana jeans biasa dan jaket hoodie kuning, siapapun takkan mengenalinya. Tentunya karena ia kini menjadi sosok lain. Namun, masih saja dengan jiwa dan pribadi yang sama sebagai Raka.
Bersambung…
__ADS_1