Love Me For 100 Days

Love Me For 100 Days
Masa lalu Ervin (part 1)


__ADS_3

“Ervin..? ada apa kau datang kemari..?


apa kau kemari untuk menemui yang lain atau..”


“tidak! Aku..aku kemari untuk menemuimu dan memberikanmu ini..”


ucap Ervin sembari memberikan kotak kecil berisi coklat itu.


Gadis itu pun membukanya dan langsung tergambar rasa senang di wajahnya. Coklat berbentuk boneka beruang dengan beberapa permen kecil berwarna-warni menghiasi disekitarnya. Ervin tampak puas dengan ekspresi yang ditunjukkan gadis itu padanya.


“Ervin. terima kasih ! boleh aku makan sekarang..?”ucap gadis itu pada Ervin sambil mengambil coklat nya.


“tentu.!”


Beruang coklat. Hal itulah yang paling dia sukai yang baru saja kuketahui. Entah kenapa setiap melihat mata Hazel yang indah itu, hatiku selalu berdebar dan ingin menemuinya lagi dan lagi.


Dan saat itulah Ervin tersadar kalau dia sudah dibuat jatuh cinta oleh gadis itu. gadis yang baru saja dia temui dibangku sekolah SMP. Ervin tahu kalau dia terlalu cepat dalam memutuskan. Tetapi, hatinya takkan bisa ditahan lagi.


Pada sore hari dimusim gugur tahun pertama, dia menyatakan perasaannya pada gadis itu. dibawah pepohonan dengan daun yang berguguran, Ervin menunggu gadis itu ditaman sepulang sekolah.


“oh..!? hai Ervin. Kenapa kau ingin bertemu denganku disini..?” tanya gadis itu sembari duduk di samping Ervin.


“aku…aku suka padamu. Kau..maukan jadi pacarku..?”


ucap Ervin dengan gugup sembari bersimpuh menyodorkan bunga cantik didepan gadis itu.


Dengan wajah yang terkaget, gadis itu terlihat bengong mendengar perkataaan Ervin. Dan Ervin, sudah memejamkan mata sedari tadi. siap menerima penolakan dari gadis yang ditembaknya.


Tetapi, gadis itu mengambil bunga itu dan berkata setuju dengan ajakan Ervin. Ia mau menjadi pacar Ervin. Seketika itu, musim terasa berubah dengan musim semi yang penuh dengan bunga bermekaran.Ervin dengan malu-malunya mengandeng tangan pacarnya itu dan mengajaknya pergi jalan-jalan.

__ADS_1


Musim gugur adalah awal dari kami dan musim gugur kami selanjutnya, adalah langkah demi langkah kami menjalani hubungan ini.


Pada pagi hari di musim gugur tahun ke 3 adalah masa-masa sulit bagi keduanya. Dengan selesainya studi mereka, membuatnya diambang perpisahan.


“dengar Ervin ! aku tak bisa terus bersamamu disini karena aku akan kembali ke kota asalku..”


“sayang, tenanglah ! aku mohon aku akan memikirkan cara agar kita tetap bersama. Bagaimana kalau kita hubungan jarak jauh saja..?”


Gadis itu hanya terdiam sembari melipat tangannya. sementara sedari tadi, Ervin memikirkan cara agar mereka tetap bersama.


“baiklah. Kalau begitu, aku akan ikut denganmu ke kotamu dan aku akan bersekolah bersamamu disana.”


“benarkah..? kau akan melakukan itu untukku..?” tanya gadis itu yang raut wajahnya kembali ceria dan berjalan menuju Ervin untuk memeluknya.


“tentu. Aku akan melakukannya.” Ucap Ervin sembari membalas pelukan gadis tadi.


Di pagi harinya, Ervin pergi berkencan dengan gadis itu. dia tampak sangat bahagia karena akhirnya mereka masih tetap bisa bersama. Ervin terus saja mengandeng tangan gadis yang berambut coklat panjang dengan mata hazel yang lebar itu. dan sampailah mereka disebuah kafe favorit mereka.


“tolong, menu seperti biasanya ya !”


ucap Ervin kepada pelayan yang datang ke mejanya.


“hahaha..Ervin kau manis sekali ! kau bahkan memesankan makanan favoritku.” Ucap gadis itu sembari mencubit pipi Ervin.


“tapi kau, lebih cantik dari hari biasanya.” Ujar Ervin dengan tersenyum.


Tak lama, pesanan mereka datang. Menu pasta dan air lemon yang menjadi kesukaan gadis itu. mereka berdua memakannya dengan bahagia tanpa tersirat kesedihan dan kerisauan apapun.


Tapi, hal itu tak lama setelah mereka didatangi seorang wanita yang tiba-tiba saja menyiramkan air lemon ke wajah gadis itu. ia sangat terkejut dan langsung berdiri. Ervin juga kaget dengan kejadian yang tak terduga itu. dan wanita itu memakinya didepan banyak pengunjung.

__ADS_1


“dasar gadis murahan ! kau masih berani menunjukkan wajahmu disini..? hahh!?”


Ervin tak bisa berdiam diri dan segera memberikan sapu tangannya pada kekasihnya yang tengah basah dengan minumannya sendiri. dan ia balik berkata pada wanita yang telah memaki dan menghina kekasihnya itu.


“nona, maaf. Kau mungkin salah orang. Pacarku ini tak melakukan apapun dan tak melakukan kesalahan apapun.


Jadi tolong, segeralah minta maaf dan pergilah.” Ujar Ervin sembari melindungi pacarnya dengan berdiri didepannya.


“apa..? minta maaf..? hahh ! dia lah yang seharusnya minta maaf padaku.


tapi, sampai kapanpun aku takkan memaafkannya !”


Wanita itu langsung menjambak rambut gadis itu. tetapi, Ervin masih disana dan mencoba melerai pertikaian mereka berdua. Kemudian, penjaga di kafe datang dan menyuruh si wanita itu pergi dari sana.


Ervin lalu mengantarkan gadisnya ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya. disaat itulah, ia berfikir kesalahan apa yang di buat pacarnya sampai ada orang sangat benci dan marah padanya. Padahal selama ini dia adalah gadis yang baik dan tak pernah punya musuh. Setelah semua selesai, mereka keluar dari sana dan menemukan tempat agar mereka bisa berbincang dengan nyaman mengenai kejadian tadi.


“sayang, katakanlah yang sebenarnya. Ada apa sebenarnya..? siapa wanita itu..?


kenapa dia begitu marah denganmu..? apa masalahnya denganmu..?”


Pertanyaan yang bertubi-tubi dilontarkan oleh mulut Ervin tersebut, membuat gadis itu tak bisa berkata dan hanya menangis terisak sembari menunjukkan wajahnya.


Tangisan gadis itu, sangat kuat sampai Ervin tak tega melihatnya dan langsung memeluknya. Ia menenangkan gadisnya dengan terus mengelus-elus kepalanya sembari mencium dahinya.


Tangisannya membuat ku luluh, dan itulah senjata yang menjadi kelemahanku saat itu…


Setelah beberapa saat, gadis itu menceritakan hal yang sebenarnya terjadi.


Bersambung…

__ADS_1


__ADS_2