Love Me For 100 Days

Love Me For 100 Days
Perpisahan


__ADS_3

hari ini adalah hari yang sangat ditunggu-tunggu oleh semua murid. Pengumuman tentang hasil ujian akan segera menentukan kenaikan kelas mereka selanjutnya. Tetapi bagi para murid kelas akhir, ini adalah saat-saat yang menegangkan untuk menunggu hasil tes penerimaan masuk kuliah.


“wahh tak kusangka ternyata Raka yang juara satu. Padahal sebelumnya Meira. Nampaknya ia kini menjadi juara ke tiga tahun ini.” Bisik para siswa didepan papan pengumuan.


Meira yang melihat nilainya sendiri pun cukup sedih namun, tak ada lagi yang bisa ia perbuat untuk semester ini. Ia kemudian melangkah keluar dan berpapasan dengan Raka. Mereka kembali dipertemukan dan dihadapkan didepan kelas. Tak disangka Raka malah berjalan melewatinya dan pergi ke arah Kayla.


“hai Kay, bagaimana hasil ujianmu?”


“bagus. Tapi tidak sebagus kamu. Kamu sangat hebat .” ujap Kayla dengan sedikit manja.


Tak ada gunanya lagi ia mencoba untuk mengubah hati Raka yang kini dipenuhi kebencian olehnya. Meira pun pergi ke taman sekolah dan duduk-duduk disana. Merasakan angin segar yang mungkin bisa sedikit mengurangi stresnya.


“hei Meira. Aku mencarimu kemana-mana.” Ucap Azka yang tiba-tiba muncul dengan membawa minuman.


“kak Azka kenapa mencariku ?”


“Meira. Kamu tahu ? kalau aku sudah diterima di kampus impianku ! aku sangat senng sekali.” Ucap Azka sambil memeluk Meira.

__ADS_1


“uwah.. selamat ya kak. Akhirnya impian kak Azka terwujud. Meira.”


“iya kak ? nanti aku akan merindukanm kalau aku terpisah jauh darimu…”


“kakak. Apa-apaan sih ? kan bisa teleponan setiap hari ?”


“Meira. Kalau kamu sudah lulus dan kuliah nanti, kamu ambil kampus dan jurusan yang sama ya denganku ?”


Meira tak menjawab dan hanya terdiam memikirkan kata-kata Azka. Ia selama ini belum mempertimbangkan lebih untuk kuliah dikarenakan biayanya. Namun, melihat senyuman penuh keyakinan dari Azka, sekan menjadi penyemangat tersendiri bagi Meira.


“uhh..kamu memang pacarku yang paling imut yaa..”kata Azka sambil mencubit pipi Meira.


“aduh..ihh sakit kak..” canda Meira.


Dibalik pagar taman, rupanya Raka masih memperhatikan kedua pasangan ini. Ia begitu ingin mengambil Meira yang telah pergi jauh darinya. Dan ternyata disamping Raka, ada Kayla yang memegang pundaknya.


“Raka, kamu mau makan sesuatu ?”

__ADS_1


“ehm.. baiklah ayo.”


Hal itu justru membuat Kayla semakin ingin menyingkirkan Meira jauh dari pandangan Raka. Ia sudah memiliki Raka. Tapi ia masih belum punya hati Raka. Sejauh ini, Raka hanya menuruti semua keinginan Kayla tanpa mendebatnya. Dan itu yang membuat Kayla merasa sedih. Ia berfikir akan membuat suatu rencana agar Raka benar-benar tak pernah lepas dari sisinya.


“Kayla, ada yang ingin aku sampaikan di kelas. Sebaiknya kita kembali.”


Tiba-tiba saja Raka memutuskan kembali ke kelas setelah jam istirahat sekolah. Dan saat masuk kelas, ia pun berdiri didepan dan berbicara mengenai suatu yang penting.


“teman-teman. Aku disini hanya ingin mengatakan kalau, aku sangat berterima kasih kalian telah menjadi teman baikku selama 2 tahun ini. Tetapi,”


“wahh apa maksudnya sih raka ini ?” bisik para murid.


“tetapi di tahun yang akan datang, aku tak bisa bersama kalian lagi. Karena tahun depan, aku akan pindah keluar negeri. Aku akan belajar dan berkuliah disana. Terima kasih atas waktu dan perhatian kalian.”


Suasana kelas mendadak sepi dan hanya terdengar beberapa orang yang berbisik. Meira yang duduk tepat di belakang Raka, terkejut dan mencoba melihat ekspresi dari Raka. Apa benar ini akan menjadi pertemuan terakhir mereka sehari sebelum sekolah diliburkan ?


Bersambung…

__ADS_1


__ADS_2