
Disore yang berawan, angin terasa berhembus kencang. Sampai bau bunga pemakaman tercium kuat. Bukan hanya karena angin saja yang menyebarkannya.
Namun juga karena baru saja diadakan pemakaman sepasang suami istri yang meninggalkan satu-satunya anak gadis mereka.
“Meira yang sabar ya. Kamu pasti diberi kekuatan.” Ucap seorang pelayat.
“terima kasih.” Sambil menyeka air mata yang membasahi pipinya, ia pun besimpuh di hadapan kuburan orang tuanya.
Ayah, ibu. Maaf jika selama ini Meira menyusahkan kalian. Dan juga terima kasih telah mendidik Meira dengan sangat baik. Meira akan berusaha untuk mendapat pekerjaan yang baik juga tempat tinggal yang layak. Meira janji akan bahagia untuk kalian.
Setelah berdoa, Meira pun pergi meninggalkan makam kedua orang tuanya. Ia kini hanya hidup sendiri. tak ada siapa pun yang ia punya. Ia kembali kerumahnya dan menangis setiap melihat kenangan indah dengan keluarganya. Ia mengambil barang-barang yang sebelumnya telah ia kemasi dan pergi dari rumah penuh kenangan itu.
**Crasshhh…tes..tes..**
Hujan turun dengan lebatnya dan menutupi setiap wajah kesedihan dengan guyurannya. Namun, kehidupan tak akan berhenti meskipun manusia itu memilih untuk pergi dan berhenti.
------
Ditempat lain, di sebuah gedung perkantoran yang besar.
“kau pikir bisa merebut semua ini dariku ? kau pikir isu bohong tentang ku akan menjatuhkanku ? huh..!! ku rasa kau meremehkanku ya kan paman steve ?”
__ADS_1
“aku bukan meremehkanmu keponakanku, aku hanya sedikit ragu.”
“apa kata-kata itu tak sama? Baiklah untuk membuktikan kemampuan ku dalam mempertahankan posisi ini, aku akan menyerahkan sebuah bukti kepada pengadilan sekarang!.”
Pria itu keluar dan langsung menuju mobilnya. Ia mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi di tengah hujan lebat. Sampai terjadilah sebuah kecelakaan dan membuatnya koma.
----------------
“ukkh..dimana aku ? apa yang aku ingat tadi adalah kejadian dimasa laluku ? lalu tempat apa ini?..si..siapa itu?”
“selamat datang arwah baru. Aku adalah malaikat mautmu. Dan kau telah berhasil melalui misi untuk mengingat masa lalumu. Karena doamu sudah dikabulkan, maka aku yang bertugas mengawalmu untuk melakukan misi selanjutnya. Raka Anggara Satya.”
“Dasar arwah tak tahu malu. Apa kau bilang malaikat maut setampan ini adalah penipu ?”
“maaf..karena dikehidupanku orang yang berwajah seperti kaulah yang sering menipu” ujar Raka.
“sudahlah. Kau tak usah mencoba menghasutku. Karena tanpa aku, kau tak akan mendapat kesempatan hidup lagi.”
“baiklah maaf.”
“jadi, kau akan diberi waktu 100 hari untuk menyelesaikan misi mu tetapi, kau tak akan bisa kembali ke tubuh lamamu meski kau memaksa. Dan, aku memberikan cincin ini agar kau bisa tahu mengenai misimu itu.”
__ADS_1
“jadi, apa misi yang harus aku selesaikan ?”
“nanti kau juga akan tahu saat dihidupkan kembali. Namun selama 50 hari kedepan, kau tak bisa terus menetap di tubuh yang akan kau pakai.”
“apa ? heyy kenapa seperti itu. itu tidak adil. Hey !”
“selamat tinggal. Sampai jumpa saat kau tiba nanti..”
Gelap. Sangat gelap dan dingin. Rasanya seperti jatuh sangat dalam. Tubuhku rasanya sangat sakit tercabik-cabik. Akhh..
“akhh…apa itu tadi mimpi ? tapi kenapa ada yang berbeda dari tubuhku ?” ucap Raka yang mencoba bangun dan melihat cermin.
Betapa terkejutnya ia kini telah menjadi sosok lain. Pria dengan perawakan lebih dari 180 meter, berkumis dan berumur sekitar 21 tahun. lebih muda 3 tahun dari dia yang dulu.
Dan juga tampangnya lebih maskulin dari Raka yang dulu.
Haduhh sudahlah Raka, saat ini kau tak perlu mengurusi hal seperti ini. Yang terpenting sekarang adalah membalaskan dendam dan menebus semua kesalahanku. Gumam Raka.
Ia melihat keadaan di sekitarnya yang merupakan rumah si pemilik tubuh ini. Ia mencari-cari benda yang bisa digunakan untuk petunjuk mengenai identitas si pemilik tubuh. Dan betapa terkejutnya ketika ia menemukan kartu pengenal di sebuah meja..
Bersambung…
__ADS_1