
“Raka apa-apaan sih main tarik-tarik aja !” teriak Meira.
“Meira, kau sadar apa yang telah kau lakukan? Kenapa kau tega berbuat seperti itu? kenapa kau justru membantu Kayla untuk menyatakan cintanya padaku ? Meira cepat jawab !” ucap Raka sambil memegang kedua pundak Meira.
“Raka aku ini temanmu ! aku ingin yang terbaik buat kamu. Apanya yang salah ?” tanya Meira.
“iya kamu salah ! memangnya kamu tahu siapa yang aku sukai ?” seru Raka. dengan sedikit tak percaya yang ia mengeluarkan perkataan itu, Raka segera memalingkan wajahnya.
“apa ? memangnya siapa yang kamu sukai saat ini ? Raka ? raka jawab aku ! Apa yang ngak aku ketahui sebagai sahabat kamu ?”
“hahhhh..sudahlah lupakan perkataan ku. Sebaiknya kita tak usah bertengkar lagi.” Ujar Raka yang mengelak dari pertanyaan Meira.
Mereka pun kembali kedalam kelas. Namun, saling memalingkan muka.
------------
Sepulang sekolah, para murid pun berhamburan keluar kelas dan cepat-cepat pulang kerumah untuk belajar ujian semester besok. Namun, ditengah perjalanan pulang, Meira ditunggu oleh seseorang.
“oh.. kak Azka. Ada keperluan apa kak sampai nungguin Meira ?”
__ADS_1
“ jadi begini Meira. Besok kan ujian, kamu mau belajar bareng ngak ?”
Pertanyaan itu, membuat Meira cukup terkejut dan sekaligus berdebar. Ia benar-benar menantikan saat-saat seperti ini. Karena sudah lama Meira ingin dekat dengan senior Azka. Dari mulai ekskul sekolah sampai ke nomor handphone, Meira selalu mencari perhatian dimana pun Azka berada. Dan disaat inilah yang ia nantikan.
“bo..boleh kak. Boleh banget kok..” sahut Meira.
“ya udah yukk..sekalian pulang bareng.”
Tak disangka, dari kejauhan Raka melihat mereka pulang bersama. Ia masih marah dan kesal dengan Meira dan mengabaikan apa yang ia lihat.
Sementara itu, di lapangan sekolah Kayla datang menemui Sintya. Ia tak tahu mengapa ia begitu percaya akan perkataan Sintya waktu itu. tapi setelah penolakan tadi, timbul rasa ingin benar-benar menyingkirkan Meira. Ia berfikir bahwa perkataan Sintya masuk akal. Selama ini Raka tak menyukai gadis manapun kecuali Meira.
“apa benar kamu akan berhasil ?”
“tentu saja ! kali ini aku harus berhasil !”
---------
Setibanya dirumah, Raka dibuat terkejut oleh kedatangan seseorang yang selalu ia rindukan. Ia segera berlari dan memeluknya begitu erat.
__ADS_1
“haduhh kakak. Sudahlah liat tuh ingusnya keluar semua hahaha…” gurau Rasya.
“huh..! dasar adik tak tahu malu ! aku ini kakakmu lagian aku ngak nangis kok.”
“baiklah kak..ayo kita masuk..Rasya udah kangen nih sama rumah kita.”
Semua penghuni rumah pun menyambut Rasya dengan bahagia. Para pelayan rumah bahkan menyiapkan banyak makanan favorit bagi nona kecil ini. Mama papanya pun gembira dengan kepulangan putrinya dan akan lulus SMP bulan depan.
“aduhh Rasya, kamu makan yang banyak ya.. ini semua makanan favorit kamu loh” ujar mamanya sembari menyodorkan banyak makanan.
“iya ma, Rasya makan semuanya kok.” Ucap Rasya dengan menyendok makanannya.
Pada malam itu hanya tawa dan kebahagiaan yang ada. Tak ada sedikitpun keluhan tentang kesedihan. Akan tetapi, ini baru saja dimulai.
“Raka.. setelah kepulangan Rasya, mama mu akan berhenti mengurus pekerjaan di kantor. Jadi papa harap, kamu senang mendengar hal ini.”
“baiklah pa, hanya demi Rasya..aku akan bahagia tentang ini.” ucap Raka yang bahkan sama sekali tak memandang wajah papanya saat berbicara. Dan segera pergi menuju kamarnya.
Bersambung…
__ADS_1