Luka Biru

Luka Biru
11. ajakan fero


__ADS_3

"ini buat kamu,  katanya mau bisnis kuliner kan. Jadi nanti kalau kamu sudah menyelesaikan sekolahmu. Kamu yang akan mengelolanya. Ucap papa memberitahu


" awan minat bisnis kuliner pa?   bulan kok baru tahu. Kata bulan heran


" awan nggak pernah cerita kekamu?


" nggak. Jawab bulan menatap horor awan


" kamu nggak nanya.  Ucap awan santai


" dalam sebuah hubungan itu, selain kepercayaan juga harus ada keterbukaan satu sama lain.  Biar langgeng kayak papa sama mama.  Ucap papa memuji dirinya sendiri.


" awan mau nganterin bulan.  Keburu malem. Kata awan berdiri menggandeng bulan


" bulan jangan lupa minggu depan ya,  kita makan bareng sama orantua kamu. Untuk membicarakan pertunangan kalian.


" iya pa, bulan sampein kemama papa.  Bulan pamit pulang, assalamualaikum. Ucap bulan menyalami tangan papa awan


                                        ***


Biru mempercepat jalannya menuju kantin,  karena perutnya sedari tadi sudah keroncongan. Biru memilih duduk dibangku pojok yang satu-satunya bangku yang masih kosong.


" allhamdulilah,  masih ada bangku kosong.   Ucap biru sembari duduk menunggu pesanannya datang


"wih,  siapa lo?  Berani duduk disini?  Ucap doni yang sudah berada didepan biru bersama kawan-kawan.


Biru refleks menautkan keduaalisnya,  mendengar pertanyaan konyol doni


" kenapa,  emangnya kalo gue duduk disini? Disini kan tempat umum. Jawab biru santai


" lo nggak tau,  siapa kita?  Tanya doni


" eemm.... Lo kan anak.....  Kecebong dalam selokan. Ucap biru pura-pura tidak tahu.


" wah,  ni anak mintak diplintir ya giginya.  Kalo ngomong suka bener. Kata doni menimpali ejekan biru


" ini tempat duduk kita,  lebih baik lo pergi.  Sebelum awan dateng. Kata nando memperingati


" emang kenapa,  kalo ada awan? Gue nggak boleh duduk disini. Tanya biru


" dia kesini sama bulan.  Jadi,  mending lo pergi sebelum sakit hati. Ucap doni tepat didepan wajah biru.


" hai bir,  kamu disini?  Sapa fero baru dateng dan langsung duduk didepan biru.


" iya . Ucap biru sembari tersenyum


" tunggu-tunggu!  Kok lo udah aku kamu aja sama biru?  Akrab dimana?  Tanya doni penasaran


Fero memutar kepalanya malas menghadap doni " dirumahnya mbah dukun. 


" astaghfirullah,  lo melet biru?  Dosa lo,  nggak kedukun aja udah banyak dosa,  apalagi lo kedukun,  tambah gede tu dosa lo. Respon doni lebay


"kayak lo nggak punya dosa aja.  Ucap fero malas. " ngapain lo pada nggak duduk? Mau nagih utang?  Ntar gue belum punya duet. Ucap fero


Nando dan kawan-kawan akhirnya duduk bersama dengan biru diantara mereka.

__ADS_1


" kamu udah pesen bir?  Tanya fero


" udah,  lagi rame kali.  Belum dianterin. Ucap biru


" ya,  udah aku ambilin pesenan kamu. Kalian kayak biasa kan?  Tanya fero pada teman-temannya.


" pesenin juga awan sama bulan,  palingan bentar lagi mereka kesini.  Kata nando memberitahu fero


" oke.


" lo udah kenal fero berapa lama?  Kata nando penasaran sepeninggalan fero


" eem,  baru kemaren.  Kenapa?  Tanya biru


" nggak,  nggak papa.  Nanya aja. Jawab nando


"oh.  Respon biru singkat


Hening diantara mereka,  hanya suara keramaian para siswa lain yang sedang bercanda tawa.


" tumben pada diem.  Kenapa?  Tanya awan belum mengetahui keberadaan biru yang baru duduk bersama bulan


" udah pada pesen?  Kalo belum aku pesenin.  Tanya bulan


" nggak perlu,  fero udah pesen.  Kata nando memberitahu bulan.


Tatapan awan seketika terhenti ke sosok wanita yang tak lain adalah biru yang mengalihkan pandangannya kedepan sedang duduk dipojok bersama mereka.


" yang,  kamu ngelihatin apa?  Tanya bulan menuju arah tatapan awan.  Bulan seketika menghela nafas panjang saat melihat biru berada diantara mereka.


Biru menoleh kepalanya kearah bulan


" makan.  Jawab biru singkat


" nggak bisa pindah?  Tanya bulan menyunggingkan senyum miringnya


" tempat lain udah penuh. Lagian aku lebih dulu disini daripada kalian. Jawab biru santai kayak bajai


" emang,  kamu tu cewek nggak tau malu.  Bisa-bisa masih nunjukin wajah sok lugu kamu ke kita. Ucap bulan marah


Biru sontak mengerutkan keningnya mendengar ucapan bulan.


" hai semua........  Makanan datang.  Ucap fero sambil menurunkan makanannya kemeja mereka. " pesenan kamu, sekalian aku beliin coklat dingin. Ucap fero pada biru


" makasih. Balas biru dengan senyum manisnya


" subhanallah,  itu senyum apa lelehan gula. Manis amat dah.  Ucap doni tak sengaja melihat senyum biru yang berada didepannya.


" lebay lo,   makan tu bakso. Keburu basi.  Ucap awan tajam


" minggir lo geser,  gue mau duduk disini.  Kata fero menyuruh doni menggeser duduknya agar berhadapan dengan biru.


"eh,  guys tunggu undangan pertunangan kita ya.  Ucap bulan sengaja sambil melirik kearah biru.


" oh ya?  Cepet banget? Ucap doni heran

__ADS_1


" lebih cepet lebih baik.  Ucap bulan


Hanya dentingan sendok dan mangkok yang terdengar diantara mereka. Jam istirahat sebentar lagi akan berakhir. Para siswa meninggalkan kantin untuk bersiap-siap menerima pelajaran selanjutnya.


" bir,  kita pulang bareng.  Nanti aku tunggu kamu didepan gerbang


" nggak usah,  aku naik angkot aja. Ucap biru menolak


" tolong temenin aku buat beli sesuatu. Pinta fero


" hah?  Maaf banget,  aku nggak bisa. Ucap biru jujur


" gue temenin deh fer,  tapi jangan lupa tipsnya ya. Pizza triplebox yang lagi promo tuh. Kata doni menyela


Fero mengabaikan ucapan doni yang sama sekali tidak bermutu. " kenapa? 


" aku harus kerja.  Maaf banget ya,  aku pergi duluan. Makasih untuk semuanya.  Ucap biru tersenyum berlalu pergi


Biru menutup rapat ruang musik yang sengaja dihampirinya. Hatinya masih merasa sesak,  air matanya luruh begitu saja mengingat tentang ucapan bulan tentang pertunangannya dengan awan. Bulan yang sengaja mengatakan itu saat biru masih berada disana.  Meskipun ia mencoba kuat,  tapi nyatanya hatinya masih lemah dan belum siap untuk menerima semuanya. Buru-buru ia menghapus air matanya mengingat tujuan awalnya  hanya untuk memikirkan tentang hidup dan pendidikannya. " fokus bir,  fokus fokus. Ucap biru menyemangati dirinya sendiri dan keluar dari ruangan


" biru


Biru menoleh kebelakang ketika namanya dipanggil dan mendapati sosok fero yang berlari kearahnya. "kenapa?  Ucap biru dengan senyumnya


" jangan senyum.  Ucap fero


" kenapa?  Aku jelek?  Tanya biru heran


" senyum kamu bisa buat aku pingsan. Ucap fero garing.


" apasih,  nggak jelas.


" nanti aku anterin ketempat kerja kamu.


" nggak usah fer,  aku bisa sendiri. Ucap biru kembali menolak


" ya udah,  pulangnya aku jemput . Temenin aku buat beli sesuatu.  Ucap fero tidak kehilangan cara  untuk bersama biru


Biru tak enak jika harus terus-terusan menolak. " iya deh, aku temenin


" yes.  Ucap fero antusias " kamu pulang jam berapa?


" jam 9 .


" oke,  tunggu aku.  Jangan pulang duluan. Kata fero senang


" iya fer.  Ya udah aku jalan dulu. Sampai nanti


Biru sibuk melihat catatan buku yang ada ditangannya.


Brukk....


" sorry,  gak seng.... Lidah biru terasa kelu  sekedar untuk melanjutkan ucapannya terasa berat. Tatapan itu,  netra coklat itu seakan meruntuhkan pertahananya yang ingin membuang jauh rasa yang tak berbalas itu.


                                       ***

__ADS_1


__ADS_2