
Bima mengacak-acak rambutnya frustasi, mendengar nama awan yang disebutkan oleh wanita yang masih dicintainya , apakah awan yang dimaksud bulan adalah adiknya. Bima harap hal itu tidak akan benar. Sepertinya bulan masih marah padanya, dimasa lalu bima pergi bukan karena keinginannya . Tapi sang mama yang memaksanya untuk berada disini, bima bukan orang seperti awan yang berani membatah sang mama.
***
Biru mengejar fero yang mengambil ikat rambutnya sembarangan. Biru tidak mau jika harus menggerai rambutnya yang pendek begitu saja.
" fero balikin ikat rambut aku. Teriak biru masih mengejar fero tanpa mempedulikan tatapan para siswa lain yang sibuk mengomentari hal buruk tentangnya
Fero yang dipanggil hanya tertawa jahil sambil terus berlari menghindari biru.
Biru yang kesal melihat tawa fero langsung melempar sepatunya tepat mengenai kepala fero. Fero langsung menghentikan larinya dan membalikkan badannya saat merasakan benda keras mendarat dikepalanya. Matanya langsung mendapati sepatu lusuh yang tergeletak didepannya. Fero mengambil sepatu itu mengamatinya dengan seksama. "kayak pernah lihat. Ucap fero
Fero menghampiri biru yang sedang membelakanginya . " ini sepatu kamu kan? Tanya fero menyelidik
Biru gelagapan ketika mendengar pertanyaan fero. " bukan lah, masak sepatu aku bisa nyasar kekepala kamu. Elak biru pada fero
" terus, sepatu kamu dimana? Tanya fero melihat sepatu sebelah biru yang tidak ada Dikaki biru
" emm,,, ini bener sepatu aku. Ucap biru merampas sepatu dari tangan fero dan langsung berlari meninggalkan fero yang masih bengong kayak sapi.
" aww.... Nggak punya mata kamu? Tanya bulan pada biru yang menabraknya
" maaf bul, aku nggak sengaja. Ucap biru
" lagian kamu tu ya, kayak anak kecil aja. Ini sekolah bukan lapangannya pak lurah. Kamu pikir dengan meminta maaf dapat nyelesaiin masalah gitu aja?
" aku udah bilang gak sengaja. Jadi jangan lebay. Ucap biru kesal
Plakk..
Biru langsung memegang pipinya yang terasa panas mendapat tamparan bulan. Biru sama sekali tak menyangka dengan tindakan bulan yang keterlaluan jika hanya karena masalah kecil ini.
" ini karena kamu udah berani suka sama awan. Aku gak heran, karena dulunya ibu kamu juga punya sifat sama kayak kamu, perebut milik orang lain. Kata bulan berlalu pergi meninggalkan biru yang masih mematung.
Fero menghampiri biru yang masih mematung didepan kelas." kamu, nggak papa?
" aku nggak papa. Kamu bisa pergi. Ucap biru pada fero
" kamu nangis kenapa? Tanya fero lagi
" aku gak papa dan kamu nggak perlu tau semua masalah aku. Ucap biru meninggalkan fero untuk menenangkan diri atas perkataan bulan.
__ADS_1
Biru menaiki tangga menuju rooftop sekolah dengan sedikit berlari, hatinya masih terasa sesak mengingat perkataan bulan tentang ibunya.
"Aaaaaaaaaaaaa......... Teriak biru berharap akan melegakan perasaannya.
Awan yang tengah tiduran dibangku rooftop membuka matanya mendengar teriakan orang gila yang sudah mengganggu waktu istirahatnya.
Biru luruh begitu saja merasakan hatinya yang sesak, air matanya turun tanpa diminta. " kamu jahat banget, tegs ngomong gitu tentang ibu. Ucap biru disela tangisnya sembari memukul dadanya yang sesak.
Awan yang berada tak jauh dari biru, masih bisa mendengar ucapan biru. Butuh waktu lima belas menit untuk menunggu biru berhenti menangis. Awan menghampiri biru yang sedang duduk dimeja sambil menggoyang-goyangkan keduakakinya.
Biru mengakat kepalanya kepada sosok yang menyodorkan coklat kepadanya. Netra coklat terang itu kembali tertangkap oleh matanya. Tatapan yang diam-diam ia rindukan.
" buat kamu? ucap awan sembari menyerahkan coklat yang selalu ada disakunya
"nggak, makasih. Tolak biru mengalihkan matanya dari awan
" makan coklat bikin kamu baikan. Ucap awan sambil duduk disamping awan.
Biru menatap awan tidak percaya, benarkah orang yang sedang mengajaknya bicara adalah awan ramadhan.
" jangan bengong, ntar kesambet. Ucap awan meletakkan coklatnya ditangan biru. " kenapa? Nggak percaya kalo ini aku? Ucap awan tersenyum miring. "aku mintak maaf buat yang kemarin, aku memang salah udah mainin perasaan kamu. Kamu mau maafin aku? Tanya awan mengulurkan tangannya
" aku harap kita bisa menjadi teman. Ucap awan
Senyum biru sedikit memudar mendengar ucapan awan, memangnya dia siapa mengharap awan akan menganggapnya lebih dari teman.
" kamu kenal bulan udah lama? Tanya awan
Hati biru tersentil saat awan menanyakan tentang bulan disaat hatinya masih sesak mengingat perkataan bulan .
" iya. Kenapa?
" kamu pasti udah tau banyak tentang bulan kan?
" tidak banyak, hanya beberapa. Jawab biru
" aku mau ngasih kejutan buat bulan. Awan mengambil handphonenya dari dalam saku dan menunjukan beberapa gambar kalung yang ingin awan berikan pada bulan.
" yang liontinnya bentuk bulan sabit bagus. Cocok sama bulan, pasti dia suka. Ucap biru mencoba tersenyum
"setuju. Kamu udah lama kenal fero? Tanya awan penasaran
__ADS_1
" enggak, emangnya kenapa? Heran deh, nggak kamu, temen kamu semuanya pada nanya kayak gitu.
" fero tipe orang yang sudah deket sama cewek. Ucap awan
" oh, fero anaknya seru kok.
" gimana kamu sama bulan? Tanya awan lagi
" kita baik. Jawab biru,ini orang lupa atau pura-pura lupa sih. " ya udah, aku balik kelas dulu, ada ulangan soalnya dan makasih coklatnya. Ucap biru pergi
***
Fero baru saja keluar dari kamarnya dengan senyum yang tak hilang dari bibirnya. Sang mama pun heran dengan perubahan fero belakangan ini.
"anak mama kenapa sih? Kok kelihatannya seneng banget. Tanya mama penasaran
" nggak papa ma. Wuih, mama masak makanan kesukaan aku nih, makan banyak ah, biar tambah pinter.
" kamu ini tiap hari aja makannya banyak, dan makan banyak tu bikin gemuk bukan bikin pinter. Kalo mau pinter harus belajar. Ucap mama membenarkan
"banyak makan juga bikin pinter loh ma. Pinter tidur maksudnya. Kata fero tertawa
" udah, kalo makan jangan sambil ketawa. Nanti keselek telor kamu. Oh ya, kamu mau kemana? Dandan rapi gini, mana wangi pulak. Nggak biasanya nih, biasanya jam segini masih bau iler. Ucap mama sengaja
" mama kalo ngomong suka bener dah. Fero mau jemput biru.
" biru yang ngasih mama angrek itu.tanya mama memastikan
" iya ma.
" ajak main kesini dong, biar ada yang nemenin mama. Sepi tau nggak sih dirumah, nggak ada temen ngobrol. Curhat mama
" kan ada fero ma.
" kamu mah nggak seru. Pokonya ajak biru main kesini. Mama pengen kenal sama dia. Ucap mama
" iya, nanti fero ajak biru kesini. Fero berangkat dulu assalamualaikum.
"waalaikumussalam. Ati-ati dijalan.
***
__ADS_1