
Awan memasuki rumah dengan langkah gontai, dia merasa badannya terasa sangat lelah dengan apa yang dilewatinya dua bulan belakangan ini Badan dan fikirannya sangat lelah saat ini.
Biru buru-buru menghampiri awan yang baru saja pulang dengan keadaan yang tidak baik. " mas kenapa? Tanya biru khawatir
" aku gak papa. Jawab awan lelah
" mas istirahat dulu dikamar nanti aku buatin sarapan. Ucap biru menuntun awan menuju kamar. Bohong jika biru tidak curiga dengan perubahan sikap awan belakangan ini, seringkali awan tidak pylang kerumah dengan alasan banyak tugas yang harus dikerjakan bersama temannya atau masalah cafe. Biru mencoba memahami dan memepercayai semua yang diucapkan awan padanya. Karena biru percaya awan tidak akan menyakiti dirinya lagi seperti janji yang awan ucapkan ketika memulai semuanya dari awal.
Setelah menyiapkan baju untuk awan, biru bergegas menuju dapur untuk membuatkan bubur dan minuman hangat untuk awan.
Biru segera membawa masakannya kekamar setelah semuanya selesai.
" iya bentar lagi mas kesana bul.
" kamu mau martabak, nanti mas beliin.
" udah dulu, mas mau siap-siap dulu. Assalamualikum.
Bul, apa awan tadi menyebut nama bulan? Apa bulan telah kembali? Biru seketika merasa khawatir dengan pernikahannya jika memang bulan benar-benar kembali. Biru menghembuskan nafasnya pelan menghilangkan fikiran-fikiran negatif tentang awan. Ia buru-buru masuk menghampiri awan dengan senyuman palsu dan berpura-pura tidak mendengar apa-apa.
" mas, ini aku buatin bubur biar kamu enakan. Ucap biru tersenyum lembut dibalik punggung awan yang sibuk memasang kemejanya. " mas mau kemana lagi kan baru pulang, istirahat aja dulu dirumah mas. Nanti mas sakit loh. Nasehat biru menghampiri awan
" aku ada urusan kuliah, jadi harus pergi sekarang. Ucap awan lalu pergi meninggalkan biru
__ADS_1
" mas, sarapan dulu. Ucap biru menahan lengan awan
" nanti aku sarapan diluar, gak keburu. Ucap awan lalu melepaskan tangan biru dari lengannya dan pergi begitu saja.
Biru menatap nanar punggung awan yang telah menjauh dari pandangannya.
" Sebegitu pentingnya urusan kamu mas, padahal kamu baru pulang. Bahkan sekedar untuk makan masakan aku pun kamu gak bisa. Ucap biru sedih pada dirinya sendiri
Awan benar-benar berubah. Tidak ada lagi ciuman kening, gombalan garing untuk biru. Semuanya sudah berbeda, bahkan awan jarang pulang kerumah. Seringkali biru bertanya kenapa awan jarang pulang belakangan ini, selalu saja jawaban yang sama . Jika bukan tugas kuliah maka masalah cafe. Sampai saat ini biru mencoba mengerti meski hatinya lelah.
Biru mengambil beberapa lembar uang dari dompetnya untuk pergi membeli cake coklat. Entah kenapa tiba-tiba saja biru sangat ingin makan makanan manis itu. Setelah berganti baju, biru langsung memesan ojek online dari ponselnya, karena tidak mungkin jika biru meminta tolong pada awan untuk menemaninya. Karena biru takut akan mengganggu kuliah awan.
Setelah memesan cake coklat dan berapa donat dengan bentuk yang menggemaskan .
Begitu membalikan badannya hendak pulang, biru tak sengaja melihat bulan berada disalah satu meja toko ditempat sama. Akhirnya setelah sekian lama biru tidak melihat bulan yang sangat dirindukannya, hari ini tanpa diduga bulan berada didepannya. Baru saja ingin melangkahkan kakinya menghampiri bulan, tiba-tiba saja laki-laki yang sangat dikenalnya lebih dulu berada didepan bulan dan mengecup kening bulan lama. Seketika tubuhnya terasa lemah, matanya memanas melihat pemandangan menyakitkan didepannya. Hatinya kembali terluka untuk kesekian kalinya, ternyata kepercayaannya selama ini telah dikhianati. Biru buru-buru pergi dari tempatnya berdiri, dia tidak ingin berlama-lama menyaksikan kejadian yang membuat hatinya bertambah sakit. Air matanya seketika luruh setelah berjalan menjauh dari tempat menyakitkan itu, hatinya terasa sesak dan nyeri mengingat ciuman mesra yang awan berikan pada wanita lain. Apa ini alasan sebenarnya kenapa awan jarang pulang kerumah, alasan kenapa sikap awan berubah padanya.
Biru berjalan tanpa arah, yang biru inginkan saat ini hanya menenangkan dirinya, melampiaskan segala kekecewaannya. biru tidak ingin menangis didepan awan nantinya, biru tidak ingin terlihat lemah didepan awan. Biru akan mencoba bertahan dan memperbaiki semuanya agar berjalan seperti semula. Tapi untuk saat ini biarkan biru menyembuhkan hatinya yang terluka.
Siang kini berganti malam, sinar matahari telah berganti dengan sinar bulan yang menghias langit malam. Hujan yang sedari tadi mengguyur jakarta, kini berangsur reda menyisakan rintik-rintik air yang menghiasi malam. Setelah dirasa cukup, biru berpamitan pada ibu panti yang tak sengaja ditemuinya dijalan tadi, dengan kebaikannya biru diajak untuk berkunjung kepanti yang tidak jauh dari tempat mereka bertemu. Dengan harapan agar biru merasa menjadi lebih baik.
" ibu siti, saya pamit sudah malam. Terima kasih atas pertolongannya. Ucap biru tulus, hatinya merasa lebih baik setelah bertemu dengan mereka, biru merasa memiliki keluarga baru setelah mengenal mereka.
" iya, nak biru. Jangan sungkan untuk main kesini. Ucap bu siti tersenyum lembut.
__ADS_1
" insyaallah bu, kapan-kapan saya akan kesini lagi. Salam buat anak-anak ya bu, assalamualaikum. Ucap biru mencium telapak tangan bu siti
" waalaikumussalam, hati-hati nak biru.
Setelah berada didalam mobil yang dipesannya diaplikasi online. Biru melihat ponselnya kembali, berharap ada pesan atau panggilan dari awan untuknya. Lagi-lagi biru hanya tersenyum kelu, tidak ada satupun pesan dari awan menanyakan keberadaannya saat ini.
Biru melihat mobil awan sudah berada didepan rumah mereka. Setelah membayar ongkosnya biru bergegas masuk kerumah untuk menemui awan. Biru ingin memperbaiki semuanya mengajak awan untuk berbicara secara baik-baik seperti yang disarankan bu siti kepadanya.
" Dari mana, jam segini baru pulang? Tanya awan yang baru keluar dari kamar tamu menghampiri biru.
" mas tumben pulang kerumah, udah gak ada tugas lagi? Tanya biru, karena merasa bahagia melihat awan berada dirumah.
" kamu itu gak usah balik nanya, jawab pertanyaan saya kamu dari mana? Tanya awan dengan emosi
" aku dari panti, bosen dirumah. Jawab biru sedikit takut dengan amarah awan
" kamu tahu ini udah jam berapa? Jadi selama aku gak pulang, gini kelakuan kamu. Pulang malam,jangan-jangan habis dari panti itu cuma alasan kamu aja tapi nyata kamu itu habis jalan sama laki-laki lain. Iya? Tuduh awan pada biru
Biru terkejut dengan tuduhan awan padanya, sekuat tenaga biru menahan air matanya yang sudah berada diujung " mas, kamu jangan nuduh aku sembarangan, selama ini siapa yang udah ngehianatin pernikahan ini, bukan aku mas, tapi kamu. Ucap biru sudah tidak bisa menahan emosinya " kamu yang udah ingkarin janji kamu mas, kamu.....
" mas, mas awan perut aku sakit.
Biru merasa waktunya berhenti saat itu, kenapa ada suara bulan dirumahnya. Biru menatap awan nanar, berharap awan memberi penjelasan padanya. Tapi nyatanya awan memilih pergi menghampiri bulan dan meninggalkannya yang terluka.
__ADS_1
***