Luka Biru

Luka Biru
43. Malaikat kecil


__ADS_3

6 tahun kemudian


" bunda....


Seorang anak kecil perempuan berambut panjang yang dikucir kuda berlari menghampiri seorang wanita yang dipanggilnya bunda tengah duduk disalah satu bangku tunggu orangtua yang sedang menjemput anak mereka.


6 tahun telah berlalu tanpa terasa. Suka dan duka kehidupan telah dirasakan biru selama ini. Perjuangannya untuk membesarkan putri kecilnya yang tidak seberuntung anak-anak lain,  mereka mempunyai seorang ayah yang akan mengajak bermain bersama diwaktu libur,  menggendong anaknya sepulang sekolah, membelikan ice krim untuk mereka. Semuanya tidak didapatkan putri kecilnya. Tapi,  selama ini biru berusaha untuk memberikan kasih sayang penuh kepada putrinya , selain menjadi sosok ibu biru juga berusaha untuk mengambil peran ayah untuk anaknya. Kadang biru bingung harus jika putri kecilnya bertanya tentang keberadaan ayah kandungnya yang selama 6 tahun ini,  sejak pertemuan terakhir mereka dirumah sakit awan tidak pernah menghubungi biru untuk bertanya tentang anak kandungnya,  tidak pernah sekalipun. Padahal selama ini biru tidak pernah melarang awan untuk bertemu dengan putrinya.


Alisha kinara satu nama yang biru berikan pada putri kecilnya yang menjadi penyemangat baru baginya untuk menjalani kehidupan, alisha memiliki mata dengan netra coklat terang sama seperti awan. Bahkan senyumnya juga sangat mirip dengan ayahnya.


"hai anak bunda,,,,,,  sapa biru ketika alisha sudah berada didekatnya sambil memeluk alisha sebentar.


"gimana sekolahnya tadi?  Alisha pintar nggak? " tanya biru mencoel pipi alisha yang gembul.


" bunda tau nggak,  alisha dapet nilai 90 dari bapak budi terus alisha dapet hadiah pensil gambar elsa."Celoteh kirana gembira dan senyum lebar yang memperlihatkan gigi depan yang baru saja tumbuh.


" wah,  anak bunda pintar sekali. Puji biru mengacak rambut alisha pelan


" ya udah,  yuk kita pulang.  Bunda udah masakin ayam goreng kesukaan alisha. "


" yeay,  makasih ya bunda. Alisha sayang bunda. " ucap alisha mencium singkat pipi biru.


" bunda juga sayang alisha. "


Biru berjalan menggandeng alisha menuju motor matic warna pink pilihan putrinya.


Dan memasangkan helm kecil berwarna sama dengan motif hello kity.


" alisha harus pakek helmnya dulu,  biar aman. "  tutur biru tersenyum lebar.


" siap bunda.  Tapi bun,  kenapa helm bunda lebih besar dari punya alisha? " tanya alisha sambil mengerutkan keningnya seperti orang dewasa.


" karena bunda sudah dewasa,  kalau alisha masih kecil.  Jadi,  punya bunda lebih besar dari punya alisha. " jawab biru sambil memasang helm putihnya.


" jadi, nanti kalo alisha sudah dewasa boleh makek helmnya bunda dong? "


" iya boleh,  nanti bunda beliin yang baru. Ya udah,  sekarang kita pulang yah.  Jangan lupa pegangan erat pinggang bunda dan baca doa ."


" siap bunda. "


" bismilahirahmanirrahim. "

__ADS_1


Biru melajukan motornya membelah keramaian jalan raya dengan kecepatan standar.


Butuh waktu sekitar 20 menit,  akhirnya biru sampai disebuah toko kue kecil sekaligus rumah miliknya sekarang. Toko yang biru bangun sejak 3 tahun lalu,  bukan perkara mudah hingga akhirnya biru bisa sampai ketitik ini,  dulu awal memutuskan keluar dari pekerjaannya untuk memulai bisnis kecil-kecilan biru harus berjalan dari pagi hingga sore untuk berkeliling berjualan dengan gerobak,  sedangkan alisha dia titipkan kepada tetangga didekat rumahnya. Hingga akhirnya biru diberi kepercayaan oleh Tuhan untuk membangun toko kue miliknya sendiri yang biru beri nama "ALISHA" .


" siang mba,  udah pada makan siang? " tanya biru pada dua karyawannya yang berada ditoko.


Biru sudah sangat mengenal mereka,  tidak akan makan jika belum disuruh olehnya,  padahal sudah berulang kali biru katakan bahwasanya mereka harus makan siang jika sudah tiba waktunya. Biru tidak ingin terlalu mengengkang para pegawainya untuk terus-terusan bekerja. Karena pada dasarnya mereka juga punya rasa lelah dan capek . Karena dulu biru juga ada diposisi yang sama seperti mereka.


" allahuakbar mba,  kan saya udah bilang kali waktunya makan ya makan. Jangan ditunda-tunda nanti sakit.  Ya udah,  mba berdua makan dulu biar saya yang jaga tokonya." perintah biru sambil tersenyum.


" baik bu,  kami permisi dulu. "


" iya. "


" bunda .... teriak alisha yang sudah mengganti baju seragamnya baru saja  masuk ketoko .


" eh, anak bunda. Sini." pinta biru pada alisha


" mba maya sama santi dimana bun? Kok nggak kelihatan? " tanya alisha yang sudah berada dipangkuan biru.


" mbanya lagi istirahat dibelakang. "


" alisha boleh kebelakang nggak bun? Alisha mau main. " Tanya alisha mendoangak pada biru meminta persetujuan.


" bunda,  tadi disekolah alisha lihat temen alisha yang sepatunya udah bolong loh bun,  alisha kasihan karena temen-temen yang lain selalu mengejek dia. " celoteh alisha dengan nada khas anak kecil.


" oh ya?  Alisha ikut mengejek dia nggak? "


" iya,  soalnya diajak temen alisha. " jawab alisha


" alisha itu gak boleh sayang,  mengejek orang lain atas ketidakmampuannya itu bukan perilaku yang baik. Jadi,  mama harap alisha tidak lagi melakukan hal itu."


"terus alisha harus gimana? "


" seharusnya alisha juga mengajaknya bermain bersama teman-teman yang lain. Jangan malah mengejeknya. Dan  lebih baik kalo besok alisha meminta maaf pada dia lalu mulai berteman dan bermain bersama.  Ujar biru menasehati alisha sambil mengelus puncak kepalanya.


" bunda,  besok boleh nggak. Kalo alisha minta bunda beliin sepatu buat sasa?"


" boleh dong sayang, besok kita akan kerumahnya sasa sekalian beliin sasa sepatu baru. Tapi, ada satu syarat? "


" syarat? Apa bunda?

__ADS_1


" besok alisha harus minta maaf sama sasa. Gimana? "


" oh itu, siap bunda. (muach) Alisha sayang bunda." ucap alisha mencium pipi biru sayang.


" bunda juga sayang sama alisha. "


Biru memeluk erat putri kecilnya itu, biru bahagia tuhan telah mengirimkan malaikat seperti alisha dalam hidupnya.


" bu biru, kita sudah selesai. " ucap maya bersama santi yang baru selesai beristirahat.


" kalian sudah selesai. Ya udah, saya kebelakang dulu. Mau nyuapin alisha makan siang. "


" mba maya mba santi, alisha pulang dulu ya. " ucap alisha pamit bersalaman pada mereka


Biru kemudian menggendong alisha keluar dan berjalan menuju rumahnya yang berada dibelakang toko.


Baru beberapa detik biru keluar, seorang laki-laki berjas keluar dari mobil memasuki toko .


"selamat siang pak, ada yang bisa saya bantu? " tanya santi ramah


" saya mau beli cake coklat." jawab laki-laki berkacamata itu.


"baik pak silahkan ditunggu sebentar, pesanan anda akan segera tiba. "


10 menit kemudian...


" permisi pak, ini pesanan anda. " ucap santi menyerahkan satu keranjang kecil berbentuk bulat berisi cake coklatnya.


Laki-laki itu tersenyum miring, melihat keranjang unik didepannya. Biasanya hanya kotak biasa yang dia lihat untuk membungkus cake coklat pesanannya.


" ini mba uangnya, terimakasih. " ucap laki-laki itu lalu pergi meninggalkan toko.


" ya allah may, itu orang cakep bener dah. " ucap santi terpesona melihat ketampanan laki-laki itu.


" kenapa ? Naksir? " tanya maya


" wanita mana yang nggak naksir lihat cowok seganteng itu may. "


" aku nggak. " ujar maya pede


" nggak salah maksudnya. " jawab santi sengit

__ADS_1


\*\*\*


__ADS_2