
Setelah bekerja seharian dikantor ternyata tak menyurutkan senyum dari bibir calon ayah muda jeff nichol. Satu bungkus plastik yang berisi satu kotak makanan khas negara tirai bambu telah berada ditangan kanannya. Lelah, letih yang dirasakan akibat masalah dikantor tiba-tiba menghilang tak berbekas ketika sudah sampai dirumahnya bersama keluarga kecilnya. Hanya mengingat senyum mereka sudah membuat hatinya berbunga seperti ABG yang sedang jatuh cinta.
Senyumnya bertambah lebar tatkala melihat sang istri telah membukakan pintu untuknya dengan senyuman yang bisa membuat hatinya meleleh seperti ice batu yang ditaruh diatas bara api. elah papa muda lebay bener dah.
"assalamualaikum. " salam biru mencium hikmat tangan nichol dan mengambil tas kerja suaminya.
"waalaikumsalam sayang. " balas nichol mencium lembut kening istrinya.
" buat anak kita. "
Nichol menyerahkan bungkusan yang dipegangnya pada biru. Bukannya senang biru malah memajukan bibirnya dan melipat kedua tangannya didepan dada .
" buat anaknya aja? Istrinya gak? "
Nichol dibuat terkekeh dengan pertanyaan istrinya itu, semenjak kandungan biru memasuki bulan pertama, nichol sedikit kelimpungan dengan mood biru yang cepat berubah-ubah. Bukannya marah atau bosan nichol malah merasa bahagia akan sikap istrinya, meski kadang ia juga harus mengurut dada menghadapi sikap biru.
" buat kamu juga dong sayang. Jangan ngambek yah. "
Nichol membawa biru kedalam pelukannya, hingga dengan mudahnya membuat biru melupakan kekesalannya dan balas mencium pipi nichol. Receh banget yah.
" kak alisha mana? " tanya nichol yang tak juga melihat putri pertamanya.
" tadi umi sama abi kesini, terus pas mereka mau pulang alisha ngintil ikut mereka. Tadi, aku udah sempet gak bolehin takut ngerepotin abi sama umi tapi mereka malah bilang gak papa, mereka malah seneng, kangen sama alisha katanya. " biru mencebikan bibirnya dan menundukkan kepala untuk mengheningkan cipta, eh, maksudnya takut menatap mata suaminya takut ngamuk. " maaf ya, gak izin mas dulu. " cicit biru pelan.
Nichol menghembuskan nafasnya pelan, menangkup kedua pipi istrinya dan tersenyum lembut. Biru yang melihat senyuman suami tercintanya tiba-tiba saja rasanya ingin menangis. Nichol yang melihat mata biru yang sudah berkaca-kaca bingung tak tahu dimana letak kesalahannya.
" kamu kenapa nangis yang ? Kenapa? " tanya nichol khawatir
" gara-gara lihat senyum ganteng kamu, hatiku jadi ambyar berkeping-keping. " jawab biru kemudian tertawa.
Nichol kembali dibuat gemas dengan sikap aneh istrinya ini.
"kamu gak marahkan yah? "
" aku gak marah yang, alisha juga pasti kangen sama kakek neneknya, jadi ya biarin aja. Disana kan juga ada dek aisyah sama suaminya, mereka juga pasti seneng. "
Biru menganggukan kepalanya mengerti.
__ADS_1
"ya udah sekarang kamu makan yah."
Nichol menuntun biru menuju meja makan, kemudian mengambil piring kedapur dan menyiapakan makanan pesanan biru.
"mas mau mandi dulu ya, badan mas udah bau banget. " izin nichol pada istrinya
Biru menggelengkan kepalanya cepat mendengar ucapan nichol, biru sendiri tidak tahu kenapa dirinya bisa berubah manja seperti ini. Kadangkala ia juga merasa kasihan pada suaminya yang harus mengurus dan menuruti keinginannya yang kadang tak biasa.
" mas, gak boleh pergi harus disini, temenin aku makan. Lagian mas gak bau kok, mas wangi biru suka. " ujar biru memegangi lengan suaminya.
Sejak kapan biru suka bau badan suaminya, kalo diingat-ingat selama ini biru paling tidak suka jika nichol tidak segera mandi sepulang kerja. Tak mau ambil pusing nichol menggeser kursi untuk memdekat pada istrinya.
2 potong sushi sudah masuk dalam perut biru, tiba -tiba saja biru menatap nichol dengan wajah memelas.
" mas habisin yah, dedek dalam perut yang minta. "
Tanpa menolak nichol langsung menuruti perintah istrinya. Menghabiskan semua hingga tak tersisa sedikit pun. Hingga perutnya terasa penuh karena kekenyangan.
" mas, aku pengen makan ice buah buatan kamu. " biru mengucapkan keinginannya dengan wajah memohon.
" pengen banget ya yang, gak bahaya buat kandungan kamu? " tanya nichol khawatir.
" iya deh, mas buatin kamu tunggu disini yah. "
Biru menganggukan kepalanya senang. Sedangkan nichol berjalan kedapur untuk membuatkan ice buah keinginan istrinya.
20 menit kemudian nichol kembali dengan segelas ice buah yang tampak menggiurkan lalu meletakkannya didepan biru. Biru langsung bersemangat memasukannya kedalam perut, baru satu suapan biru sudah menguap lebar dan matanya yang sudah terlihat mengantuk.
"ngantuk. " tanya nichol.
"iya. " cicit biru tidak enak jika harus membuang ice buah buatan suaminya.
" ya udah, kita kekamar yah istirahat, udah malem, aku gak mau kamu sampek kecapean. "
"maaf ya mas, aku ngerepotin kamu terus. "
" mas gak pernah ngerasa direpotin sama kamu. Aku malah seneng kamu bisa manja gini sama mas, kapan lagikan. Ya udah kita kekamar yah istirahat. "
__ADS_1
Sesampainya dikamar nichol membaringkan istrinya ketempat tidur .
" mas mandi dulu yah. "
Sambil menunggu nichol menyelesaikan mandinya, biru mengambil buku yang baru dibelinya minggu lalu, 15 menit kemudian, nichol tak selesai membersihkan diri dan menghampiri biru.
" baca bukunya udah dulu, lanjut besok lagi. "
Nichol mengambil dan meletakkan buku yang dibaca istrinya diatas meja dan membawa biru kedalam dekapannya. Biru sama sekali tak menolak dengan apa yang dilakukan nichol, malah dirinya merasa sangat bahagia berada dalam pelukan suami gantengnya itu. Nichol mencium pucuk kepala istrinya dan menepuk pelan lengan sang istri agar segera tidur.
" mas...
" emm..
" makasih ya udah buat aku bahagia, terimakasih sudah membawa aku dan alisha dalam kehidupan kamu terima kasih telah menerima kekurangan yang aku miliki. Terima kasih untuk semua yang kamu lakuin buat aku sama alisha. Aku harap kisah kita tak hanya sampai disini, kita bisa bersama sampai ke Syurga-Nya. "
" Aamiin. Kamu gak perlu berterima kasih, karena mas lah yang sangat beruntung bisa mendapatkan kamu dan alisha dalam hidup mas, mas bersyukur pada Tuhan karena telah menghadirkan kalian dalam hidup mas. Bukan hanya kamu yang memiliki kekurangan, mas juga banyak menyimpan kekurangan yang selama ini kamu terima tanpa mengeluh. Mas juga berharap kita akan tetap bersama sampai syurga-Nya. "
"Aamiin. "
" tidur yah. Udah malem. "
Nichol mengeratkan dekapannya dan memejamkan mata untuk beristirahat, mengisi tenaga untuk esok hari yang akan datang.
Disetiap luka akan ada bahagia yang menunggu didepan sana. Jadi, jangan takut jika saat ini kamu sedang atau masih terluka, yakinlah suatu saat nanti akan ada bahagia yang kamu dapatkan dari Tuhan yang maha Esa karena disetiap air mata juga akan ada tawa pada akhirnya.
SELESAI
UCAPAN TERIMA KASIH
Akhirnya, saya bisa merampungkan cerita yang gak seberapa ini. Terima kasih sebanyak-banyaknya kepada para pembaca yang sudah mampir dan membaca cerita saya. Terima kasih kepada kalian yang sudah memberikan jempolnya pada setiap tulisan saya yang amatiran ini, karena setiap like yang diberikan pada cerita saya membuat saya merasa sangat senang dan juga terimakasih yang tak terkira untuk yang sudah menyematkan coment dicerita ini, karena dengan membaca coment dari kalian itu bisa menjadi mood booster dan pembakar semangat saya untuk terus melanjutkan cerita ini hingga terselesaikan.
Dari sini saya bisa belajar, bahwa menulis itu bukannya hal yang mudah, terutama bagi saya. Sering sekali saya merasa tidak percaya diri dengan tulisan saya, setelah membaca sebuah tulisan karya orang lain yang memiliki cerita yang luar biasa menariknya. Sebisa mungkin saat saya menulis, saya akan memberi nyawa dan rasa disetiap episodenya, dan semoga saja itu berhasil dan dapat sampai pada pembaca.
Terima kasih sekali lagi, sampai bertemu dicerita selanjutnya. Salam cinta dari keluarga kecil bunda biru ,ayah nichol dan juga alisha ❤
__ADS_1
***