Luka Biru

Luka Biru
37. Cinta kembali


__ADS_3

Biru tersenyum ketika melihat foto pernikahannya dengan awan satu bulan yang lalu. Bohong jika biru tidak bahagia saat itu,  mengingat awan yang dengan lantangnya mengucapkan ijab qabul, hingga ketika awan untuk pertama kalinya mencium kening biru dengan lembut,  saat itu biru merasakan hatinya menghangat dan berjanji akan mencintai awan sepenuhnya. Karena sekarang awan adalah imam dalam hidupnya. Biru bahagia melihat tawa bahagia dari orang-orang yang dicintainya.  Saat ini awan dan biru telah tinggal dirumah milik awan,  karena mereka sama-sama tidak mau merepotkan orangtuanya dan ingin hidup mandiri.


Biru bergegas kedapur ketika jarum jam sudah menunjuk angka 4 sore dan satu jam lagi awan akan pulang.  Setelah menikah awan melarang biru untuk bekerja lagi. Biru tidak bisa melakukan apa-apa terkait masalah itu,  karena baginya izin dari suami adalah yang utama baginya sekarang,  biru tidak ingin menjadi istri yang membantah perintah suami selagi itu hal baik tentunya. Dan sedikit cerita tentang awan yang ternyata memiliki kepribadian yang menyenangkan dengan gombalan-gombalan yang sering diberikan pada biru. Awan juga sangat menyukai sayur lodeh buatan biru,  yang katanya lodeh terenak yang pernah dimakannya.  Awan juga tidak mentukai sayur yang memiliki rasa pahit seperti pare. Dua hari yang lalu biru memasak sayur pare karena biru tidak tahu bahwa awan sangat tidak menyukai sayur itu, dan ketika awan menyuapkan satu sendok penuh nasi dan lauknya kedalam mulutnya,  wajahnya seketika berubah menjadi merah dan kunyahannya berhenti seketika. Melihat ekspresi aneh awan biru langsung panik dan bertanya khawatir.  Dengan terpaksa awan menelan makanan yang berada dimulutnya karena tidak ingin membuat biru kecewa. Baru kemudian mengatakan bahwa dia tidak menyukai sayur berasa pahit. Mendengar perkataan awan membuat biru menahan tawa dan buru-buru menukar piring awan dengan piringnya yang masih belum tercampur sayurnya,  setelah mengambilkan lauknya kembali kecuali sayur pare biru memberikannya pada awan.


Setelah semua lauk yang dimasak matang dan menatanya dimeja makan.  Saat itu juga awan masuk dengan senyum dibibirnya.


" assalamualaikum..  Ucap awan kemudian mencium kening biru yang sudah menjadi kebiasaan barunya setelah menikah


" waalaikumsalam..  Jawab biru kemudian mencium tangan awan dan mengambil alih ransel ditangan awan. "mau mandi dulu atau langsung makan mas? Tanya biru pada awan


" mas mandi dulu aja,  gerah banget makannya nanti habis kita shalat maghrib aja yah.  Jawab awan kemudian merangkul bahu biru dan berjalan bersama menuju kamar.


Sesampainya dikamar,  biru meletakkan ransel awan dan menyiapkan baju yang akan dipakai awan nantinya setelah mandi.


Biru mengambil novel yang baru diberikan awan beberapa hari yang lalu sambil menunggu awan. 


Selama satu bulan bersama awan,  biru selalu saja dibuat bahagia dengan kejutan-kejutan kecil tak terduga dari awan.  Dari awan yang membuatkan biru cake coklat ditengah malam dengan niat ingin merayakan hari ulang tahun biru malah berakhir dengan kekacauan dapur yang tidak bisa diucapkan dengan kata,  tepung yang berceceran dimeja dan dilantai,  kulit telur yang berserakan diatas meja . Dan cake yang tidak berbentuk. Tapi biru tetap bahagia dengan pengorbanan awan yang rela bangun tengah malam untuk membuatnya dan biru tetap mencicipinya meski rasanya sedikit aneh.


" bir...  Panggil awan yang baru saja keluar dari kamar mandi dan sudah terlihat lebih segar.


Biru yang mendengar panggilan awan langsung berdiri dan menghampiri awan dan menyisir rambut awan yang sedikit basah.


Perhatian kecil seperti yang biru lakukan saat ini membuat kebahagian yang luar biasa bagi awan,  meski untuk saat ini hatinya belum bisa sepenuhnya mencintai istrinya. Tapi,  awan akan selalu berusaha untuk memberikan seluruh cintanya pada biru.


" mas,  kok bengong?  Tanya biru heran melihat awan yang diam tidak seperti biasanya.


Awan mencubit lembut pipi biru gemas.


" makasih,  udah buat aku bahagia.  Ucap awan pada biru


Biru hanya tersenyum lembut merespon ucapan awan.  Dan bergegas mengambil air wudhu ketika mendengar suara adzan maghrib yang berkumandang.

__ADS_1


Awan merapikan alat sholat yang tadi digunakannya. Sedangkan biru sudah berada didapur untuk memanaskan makanannya tadi.


Senyum biru terbit ketika melihat awan turun dari tangga berjalan menuju meja makan.


" masyaallah,  kayaknya enak banget nih,  ada sayur kesukaan mas juga , makasih yah . Ucap awan antusias melihat semangkuk sayur lodeh yang masih mengepul.


" iya mas.  Balas biru sambil mengambil nasi beserta lauknya dipiring awan.


Setelah satu piring nasi dan satu mangkok kecil sayur lodeh berada didepannya. Awan segera menyuapkan nasi kemulutnya setelah sebelum tidak lupa untuk membaca doa. Entah karena lapar atau enak awan begitu semangat menyuapkan nasinya.


" pelan-pelan mas. Nasihat biru pada awan


Awan hanya nyengir kuda mendengar nasehat biru.


" mau nambah?  Tanya biru ketika melihat nasi dipiring awan telah habis tak tersisa.


" mas udah kenyang.  Ucap awan menolak kemudian meneguk habis satu gelas air putih yang berada disampingnya.


" aku bantuin.  Ucap awan berdiri mengambil piring kotor dan membawanya kewastafel.


" makasih ya mas. Ucap biru tulus


" iya.  Ya udah mas kedepan dulu,  ada tugas yang harus mas kerjain.


Biru membawa secangkir kopi untuk awan yang sedang fokus pada tugas kuliahnya.


" mas,  ini kopinya biar gak ngantuk.  Ucap biru setelah meletakkan kopinya disamping awan dan duduk menemani awan.


" makasih ya bir,  tau aja kamu mas butuh kopi.


Biru hanya tersenyum mendengar ucapan awan. " tadi gimana kuliahnya? 

__ADS_1


" allhamdulilah lancar.  Tahun depan jadi mau lanjut kuliah?  Tanya awan pada biru,  karena awan juga ingin biru melanjutkan pendidikannya kembali


" emm,,,, belum tahu mas,  nanti biru fikirin lagi.  Jawab biru karena jujur ia juga masih ragu untuk mengambil keputusan.


" mas gak maksa,  kalo kamu gak mau juga gak papa. Tapi kalo kamu mau ya alhamdulilah, biar mas bisa ngelihat kamu terus.  Gombal awan sambil tersenyum jahil


" ihh,  gombal banget dah.  Ucap biru malu-malu


" itu kenapa pipi kamu merah? Tanya awan heran


Biru langsung memegang kedua pipinya yang blushing itu " gak papa, dari tadi juga gini. Elak biru


" masak sih?  Sini deh jangan-jangan kamu sakit?  Tanya awan khawatir


" gak mas,  aku sehat.


" kamu blushing?  Tanya awan polos


" mas,  itu tugasnya kok dianggurin.  Nanti gak kelar-kelar loh.  Ucap biru mengalihkan pembicaraan


" oh iya,  mas lupa.  Ucap awan kembali fokus pada laptopnya " tadi mama nelfon mas,  titip salam buat kamu.


" mama tadi juga nelfon biru.


"kenapa?  Tanya awan heran,  karena mamanya juga menelfon biru.


" katanya kita disuruh kerumah mama,  mereka udah kangen.  Jawab biru nyengir.


" ohh,  ya udah nanti kapan-kapan kita kesana.  Ucap awan menatap biru


Biru tersenyum mendengar ucapan awan,  dia sangat bahagia memiliki awan dalam hidupnya,  biru harap pernikahannya akan tetap bertahan sampai maut memisahkan. Aamiin

__ADS_1


                                                 ***


__ADS_2