Luka Biru

Luka Biru
55. Ice krim


__ADS_3

" bunda,  ayah nichol kemana? Kok gak pernah kesini main sama alisha. "


Nama itu,  lukanya yang belum mengering kembali harus menganga dan terbuka lebar. Sekuat tenaga biru menguatkan hatinya supaya tidak menangis didepan alisha.


" ayah nichol lagi sibuk,  jadi gak bisa kesini. " bohong biru menampilkan senyum lebar pada Alisha.


"keluar kota lagi bunda? " tanya alisha yang masih sibuk mewarnai gambarnya.


" iya. " biru pun sebenarnya tidak tahu dimana nichol sekarang,  karena sudah sejak 2 minggu ini nichol sama sekali tidak memberinya kabar sekalipun. Biru menggelangkan kepalanya untuk menghilangkan nichol dari kepalanya.


" waw,  gambar anak bunda bagus banget.  Gambar siapa ini? " tanya biru pada alisha yang masih sibuk mewarnai gambar sepasang pengantin bersama anak kecil yang digendong oleh sang pria.


Meski alisha masih anak-anak, tapi gambar yanh dihasilkan oleh jari mungilnya sangat luar biasa bagusnya,  biru yakin bahwa nantinya alisha akan sukses dengan bakatnya.  Apapun nanti yang diputuskan alisha tentang masa depannya,  biru akan selalu mendukung dan mensetujui selagi itu baik.


" bunda mau tau gak? " tanya alisha menggerakan kedua matanya jahil. Biru dibuat gemas dengan tingkah anaknya langsung mencium pipi gembul alisha.


" mau dong. "


" ini bunda."  tunjuk alisha pada gambar wanita yang tengah memakai gaun pengantin berwarna biru muda sedang tersenyum menatap sang pria bersama anak keci itu "ini ayah nichol dan ini alisha ." ucapnya menunjuk sang pria berjas hitam dengan kemeja warna senada didalamnya menggendong anak kecil sambil tertawa bahagia.


" baguskan bunda,  nanti kalo ayah nichol dateng alisha mau tunjukin gambarnya. "


Biru hanya menganggukan kepalanya pelan merespon celotehan alisha yang tampak antusias. Biru belum sanggup untuk mengatakan yang sebenarnya pada alisha tentang hubungannya dan nichol saat ini,  biru tidak ingin membuat alisha merasa bingung akan keadaan rumit yang dialaminya sekarang.


Biarkan seperti ini saja,  biarkan dia berjalan dan mengalir seperti biasa. Biru sudah menyerahkan semuanya pada Tuhan,  biarkan Tuhan yang nantinya akan membawa takdir terbaik untuknya dan alisha.


" assalamualaikum. "


Ucapan salam dari depan pintu rumah yang kebetulan terbuka membuat biru dan alisha secara bersamaan menolehkan kepala mereka kearah suara.


Awan ramadhan sedang berdiri disana dengan membawa banyak sekali paperbag dikedua tangannya.

__ADS_1


" ayah."


Alisha langsung berlari kerah awan sembari tersenyum bahagia. Membuat awan berjongkok mensejajarkan tingginya dengan alisha lalu mencium pipi gembul putrinya dan langsung dibalas oleh alisha.


" ayah punya sesuatu buat alisha. " awan menyerahkan 5 paperbag yang berada ditangan kanannya pada alisha dan langsung diambil cepat olehnya.


" yeay,  makasih ayah. " alisha tampak diam ditempat dengan wajah menunduk.  Awan yang melihat tingkah putri kecilnya heran.


" princess ayah kenapa?  Kok sedih? " tanya nya menatap lekat alisha.


Pelan alisha mengakat kepalanya dan menatap awan sendu " alisha minta gendong. " cicit alisha manja merentangkan kedua tangan kecilnya.


Awan dibuat terkekeh dengan tingah gemas putrinya itu dan langsung menggendong alisha menghampiri biru yang sedang tersenyum melihat mereka.


" wah,  putri ayah sudah besar ternyata. " ucap awan menatap alisha lalu menyerahkan 3 paperbag yang berada ditangannya pada biru.


Biru mengambil paperbag dari tangan awan dan meletakkannya dimeja, begitu pun dengan punya alisha.


" hayuk,  alisha mau jalan-jalan. Ayah nanti beliin alissha ice krim rasa vanila ya yah. "


Alisha tampak menagkupkan kedua tangan mungilnya dan menatap awan dengan wajah  memohon.


" alisha,  gak boleh makan ice cream nanti sakit. " cegah biru mendengar permintaan alisha.  Biru memang membatasi alisha untuk mengonsumsi makanan dingin itu,  minimal satu minggu satu kali, sedangkan kemarin sehabis pulang sekolah alisha sudah merengek minta ice krim dan biru belikan dan hari ini alisha meminta lagi dengan ayahnya.


Alisha langsung manyun dan mencebik menahan tangis mendengar ucapan bundanya.


" ayah akan beliin ice cream buat alisha. " ujar awan hingga membuat alisha tersenyum senang sedangkan biru menghujami awan dengan tatapan tajam.


Melihat itu,  awan hanya tersenyum dan berkata tidak apa-apa tanpa suara.


***

__ADS_1


Awan dibuat tersenyum melihat biru dan alisha yang baru keluar dari kamar. Mereka tampak sama mengenakan kaos putih, celana jeans warna hitam dan sneakers putih . Mereka terlihat sangat cantik.


" ayah,  yuk kita berangkat. "


Awan menganggukan kepalanya antusias dan menggendong alisha menuju mobilnya sedangkan biru mengikuti mantan suaminya itu dengan berat hati. Sebenarnga hari ini biru sedang sangat malas untuk keluar,  tapi ini semua demi alisha putri kecilnya.


Butuh waktu 30 menit,  mereka akhirnya sampai disebuah mall ternama dijakarta. Hilir mudik para pengunjung terlihat sangat ramai apalagi hari wekend seperti ini.


Awan bersama alisha sibuk bermain bersama sambil tertawa bahagia, mandi bola dan masih banyak lagi , biru hanya menatap mereka dari kursi yang sedang didudukinya.


Sosok laki-laki yang sedang dirindukannya terlihat sedang berjalan bersama wanita yang sama bergandengan sambil tertawa bahagia, mereka terlihat sangat serasi . Biru menghembuskan nafasnya berat menundukan kepalanya untuk menghalau air matanya yang sudah berada diujung.


Awan yang sedari tadi menatap biru,  ikut mengarahkan pandangannya kearah tatapan biru. Amarahnya langsung membuncah melihat hal yang sama sekali tidak diduganya.


Setelah sebelumnya berpamitan pada alisha yang sedang bermain bersama teman baru. Awan berjalan menghampiri biru yang masih menundukan kepalanya. Awan duduk tepat didamping biru hingga membuay biru menolehkan kepalanya pada awan lalu tersenyum sebentar.


"alisha mana? " tanya biru


" itu lagi main sama temen barunya. " jawab awan melihat alisha yang sedang tertawa.


Biru menganggukan kepalanya menatap alisha yang tengah bermain.


Mereka hanya diam tak bersuara.  Biru yang masih sibuk berperang dengan pikirannya tampak tak berselera untuk membuka obrolan. Sampai akhirnya alisha yang berlari kearah mereka.


" ayah alisha capek,  pengen makan ice krim. " cicitnya nyengir kuda didepan awan.


Biru langsung mencoel pipi gembul alisha yang sangat menggemaskan itu.


" kalo gitu sekarang waktunya beli ice kream dan makan. " ujar awan menggendong alisha dan menggandeng tangan biru.


Jika orang yang melihat kebersamaan mereka,  pasti mereka mengira bahwa mereka adalah keluarga kecil yang bahagia.

__ADS_1


                                       ***


__ADS_2