
Toooth toooth.... Sambungan telphone terputus. Ada rasa sesak yang biru rasakan ketika mendengar nama bulan dari mulut awan. Dengan cepat biru menggelengkan kepalanya untuk menghilangkan awan dari pikirannya. Memangnya siapa biru cemburu pada mereka, biru hanyalah wanita taruhan yang dengan beraninya berharap dicintai oleh awan. Biru menarik selimutnya dan mencoba memejamkan matanya untuk segera tidur. Berharap esok hari perasaannya pada awan akan benar-benar pergi dari hatinya.
***
Dress polos berwarna mocca dengan lengan pendek menjadi pilihan biru untuk dipakainya hari ini dan rambutnya yang pendek dibiarkan tergerai begitu saja. Dengan polesan make up tipis diwajahnya, baru saja biru akan memasang sepatu putihnya, suara klakson mobil sudah berbunyi didepan rumah.
" pasti fero, belum juga nyampek jam sepuluh udah dateng aja. Gerutunya sembari memasang sepatunya.
Biru segera menghampiri fero yang sedang duduk dikursi depan setelah mengunci pintu rumahnya. " yuk, berangkat. Ucap biru sambil tersenyum lembut
Fero yang melihat penampilan berbeda dari biru tersenyum senang, fero merasa tidak salah telah mencintai biru dalam hatinya. Fero menggandeng lembut tangan biru membawanya untuk masuk kedalam mobil. Hari ini fero akan memperkenalkan biru pada sang mama yang sudah tidak sabar untuk bertemu dengan sosok biru yang sering diceritakan fero.
" kamu beda. Ucap fero memecah keheningan diantara mereka
Mendengar ucapan fero biru langsung memegang pipinya berusaha menghapus make up nya.
Fero langsung meraih tangan biru yang berusaha menghapus make upnya. " jangan dihapus. Cegah fero pada biru
" kata kamu aku beda. Berarti muka aku kelihatan aneh kan. Ucap biru mengerucutkan bibirnya kesal
"kamu nggak aneh, tapi cantik. Kata fero tersenyum dengan tatapan fokus kedepan
Tiba-tiba biru merasakan panas didalam mobil fero yang dingin. Setelah mendengar kata cantik dari mulut fero.
" itu kenapa pipi kamu tambah merah? Ucap fero melihat kearah biru sekilas
" em.. mang dari tadi udah merah kok. Ucap biru berharap fero percaya akan ucapannya.
" kamu sakit? Tanya fero khawatir
Sakit? Ingin sekali biru tertawa mendengar pertanyaan fero . Disisi lain biru juga merasa lega karena fero tidak menyadari bahwa dirinya sedang blushing. " nggak fer, aku sehat kok. Udah deh sekarang kamu fokus nyetir aja, nanti ada semut terbang kamu nggak tau loh. Ucap biru garing
Fero langsung tertawa begitu mendengar ucapan biru " mana ada semut terbang, yang ada nanti kamu yang terbang. Ucap fero
" aku terbang? Kemana? Tanya biru heran dengan ucapan fero
__ADS_1
" kamu terbang kehati aku. Fero tertawa keras setelah mengucapkan gombalan recehnya pada biru
Pukulan keras biru langsung mendarat manis dilengan kiri fero. " nggak punya uang receh buat gombalan kamu. Ucap biru sewot
Mereka pun akhirnya sampai disebuah rumah berwarna putih, dengan berbagai macam tanaman anggrek dengan banyak warna yang ditata rapi didepan rumah.
Fero segera turun dan berlari memutari mobil berniat untuk membuka pintu biru yang ternyata sudah berada diluar mobil.
Biru heran melihat tingkah fero yang salah tingkah dihadapannya .
" mau ngapain, bukain pintu? Udah kayak anak raja aja aku ini. Ucap biru menebak apa yang diingin dilakukan fero
" pede banget dah kamu, orang aku kesini mau ngelap kaca spion kok. Ucap fero mengelak tebakan biru sambil tertawa kikuk
" sekalian tu, lap juga ban depan sama belakangnya.Ucap biru
" wah, kalian udah dateng... Ucap sang mama berjala menyambut kedatangan mereka.
Belum sempat fero membalas ucapan biru sang mama sudah menghampiri mereka dengan senyuman lebar.
Biru mengulurkan tangannya untuk menyalami mama fero dan tersenyum sedikit kikuk " iya tante, saya biru temennya fero. Ucap biru sopan
" fero sering cerita loh tentang kamu. Ucap mama melirik jahil kearah fero. " ya udah yuk masuk, kita ngobrol didalem aja. Ajak mama menggandeng tangan biru
Fero yang melihat perlakuan sang mama pada biru diam-diam tersenyum senang. Semoga saja sang mama mau mendukung keputusannya untuk mencintai biru. Ia pun buru-buru masuk mengikuti mama dan biru yang telah mendahuluinya.
Sesampainya didalam rumah biru langsung disajikan dengan foto-foto masa kecil fero dengan berbagai macam ekspresi yang lucu. Ada saat fero sedang menangis, tersenyum dan marah.
" fero jelek yah waktu kecil. Ucap mama pada biru sembari mempersilahkan biru untuk duduk.
Biru tersenyum mendengar ucapan mama fero.
" sedikit. Ucap biru pelan takut fero akan mendengarnya
Sang mama langsung tertawa keras mendengar kejujuran biru.
__ADS_1
Sedangkan fero yang baru saja masuk, heran melihat tawa keras mama yang lama tak dilihatnya.
" kita makn dulu yuk, keburu dingin nanti masakan tante. Ajak sang mama pada biru
Fero sedikit kesal pada sang mama yang hanya menawari biru, dan mengabaikan keberadaannya. "Ini sebenarnya yang anaknya mama aku apa biru, tapi yaudah lah bakal jadi calon mantu juga. Ucap fero dalam hati
Mereka bertiga pun memakan masakan yang sudah disiapkan diatas meja makan. Setelah selesai membereskan bekas makan, sang mama pun menyuruh biru untuk duduk diruang tv bersama fero, sedangkan sang mama akan membuat cake kesukaan fero.
" bir, maafin mama yah. Kalo sedikit cerewet. Ucap fero yang sudah duduk sisamping biru
Mendengar ucapan fero membuat biru menggelengkan kepalanya cepat" mama kamu tu baik, baik banget malah. Aku jadi bisa ngersain punya ibu lagi. Ucap biru tersenyum lembut.
Fero ikut tersenyum melihat biru, hanya laki-laki bodoh yang tidak jatuh cinta pada sosok biru yang selain cantik juga mandiri.
" kamu bisa anggep mama sebagai ibu kamu kok. Pasti mama seneng. Ucap fero tulus
Biru merasa memiliki keluarga kembali karena ada sosok fero dan mamanya yang mempedulikannya. " makasih ya fer, kamu baik. Ucap biru
Fero melebarkan seyumnya mendengar pujian yang biru lontarkan " kurang lengkap bir selain baik aku juga ganteng, pinter, rajin menabung. Ucap fero memuji Dirinya sendiri
Biru tersenyum mendengar fero memuji dirinya sendiri.
" seminggu lagi awan sama bulan tunangan, kita bareng berangkatnya. Nanti aku yang jemput kamu dirumah. Tunggu sampai aku dateng. Pinta fero pada biru karena fero akan mempersiapkan sesuatu untuk biru.
" aku gak tau deh fer, mau dateng apa nggak. Soalnya...
" kamu masih cinta sama awan? Tanya fero memotong ucapan biru
"bukan gitu. Tapi....
" kamu tenang aja bir, kan ada aku yang bakalin sembuhin luka kamu. Ucap fero tulus meyakinkan biru
Biru yang mendapat tatapan lembut fero menganggukan kepalanya setuju. Siapa tahu dengan begini biru bisa melupakan awan secepatnya.
Mereka pun larut dalam obrolan yang diiringi dengan tawa dan juga pukulan keras biru dilengan fero. Sang mama yang melihat keakraban keduanya tersenyum bahagia. Karena mama tahu, selama ini fero tidak pernah sedekat ini dengan wanita, semenjak penghianatan seseorang yang begitu fero cintai dimasa lalu.
__ADS_1
***