
"om nichol......
Alisha langsung berlari ketika melihat nichol yang baru turun dari mobilnya.
Nichol yang melihat alisha berlari kearahnya, sontak berjongkok dan merentangkan keduatangannya memeluk alisha erat. Melepaskan rasa rindunya yang sudah membuncah karena sudah 2 munggu tidak bertemu dengannya.
Sudah 1 tahun yang lalu, nichol mengenal sosok biru dan alisha dalam hidupnya. Pertemuan tidak sengaja mereka yang pada akhirnya membuat nichol merasa nyaman jika bersama mereka. Biru yang dikenalnya adalah sosok wanita yang luar biasa kuatnya, sabar dan baik kepada siapapun. Mampu berjuang sendirian membesarkan buah hatinya seorang diri sampai sekarang. Selama ini biru sama sekali tidak pernah mengeluh tentang kehidupannya yang tidak sulit. Hanya ada senyum yang selalu dia tunjukkan pada semua orang dan selalu menebarkan kebaikan untuk orang lain yang membutuhkan.
" om nichol, dari mana sih. Kok lama banget nggak kesini main sama alisha. " ucap alisha melepas pelukan nichol dengan wajah cemberut.
" kenapa? Alisha kangen ya sama om nichol. " kata nichol sambil mencoel pipi gembul alisha.
" emm nggak, alisha nggak kangen. " ucapnya polos
" kok nggak kangen? Om aja kangenn banget sama alisha. " kata nichol dengan nada bicara yang dibuat-buat seperti anak kecil
" bunda yang kangen sama om nichol. " bisik alisha ditelinga nichol sambil tertawa cekikikan.
Biru yang baru keluar dari rumahnya dibuat terkejut dengan keberadaan nichol bersama alisha yang tengah membisikkan sesuatu.
" pada ngomongin siapa sih, seru banget. Bunda nggak diajak? " ucap biru yang sudah berada disamping mereka.
Bukannya menjawab, nichol menggendong alisha dan pergi meninggalkan biru.
"bunda kejar alisha. " teriak alisha dari balik punggung nichol yang kemudian berlari memasuki toko.
Biru hanya tersenyum mendengar teriakan putri kecilnya, dan berjalan menyusul mereka.
Sesampainya ditoko, nichol membawa alisha untuk duduk disalah satu kursi yang ada ditoko sambil terus mengobrol dan tertawa bersama.
Biru berjalan menghampiri mereka dengan membawa 2 gelas ice coklat kesukaan mereka.
" yey, ice coklat. " seru alisha begitu melihat ice coklat sudah berada didepannya.
Nichol tanpak tersenyum melihat biru yang juga tengah melihat dan kemudian duduk bersama mereka.
" kamu apa kabar? Tanya biru membuka obrolan pada nichol yang masih saja menatapnya sambil menyeruput ice coklatnya.
" kurang baik. " jawabnya singkat
__ADS_1
"oh ya, om nichol punya sesuatu buat alisha. " imbuhnya
Nichol mengeluarkan 3 paperbag bermotif elsa berukuran sedang pada alisha .
" wah, elsa. " seru alisha kegirangan menerima hadiah dari nichol " terima kasih om nichol. " tambahnya kemudian mencium pipi nichol singkat .
Biru dibuat tertawa melihat sikap manja alisha pada nichol, biru juga bersyukur bahwa nichol begitu sangat menyayangi alisha.
" bunda, alisha kebelakang dulu yah. Mau buka hadiah dari om nichol. " ucapnya sedikit berbisik pada biru.
" iya nak, hati-hati yah. Ditemenin sama mba maya yah. " kata biru mengiyakan dan langsung dibalas anggukan oleh alisha menyetujui perkataan bundanya
" mba maya, tolong temenin alisha sebentar. " pinta biru pada maya yang tengah duduk sambil membaca novel karena sedang tidak ada customer.
" baik bu. "
" maya, ini buat kamu sama santi. " ucap nichol memberikan 2 paperbag pada maya dan langsung dibalas dengan ucapan terimakasih oleh maya.
" makasih buat semuanya. " ucap biru pada nichol yang tengah mencomot kentang goreng yang ada didepannya.
"makasih aja, nggak ada yang lain? "
Nichol hanya tersenyum mendengarkan ucapan biru dan mengambil sesuatu dibalik saku jasnya.
Kotak berukuran kecil berwarna biru tua berbentuk love nichol buka dan terlihat sebuah cicin dengan diomand kecil yang berada ditengah dan motif batik dipinggirannya tampak sederhana tapi terlihat sangat cantik.
" kita nikah yuk. "
Biru dibuat melingo dengan ucapan singkat nichol yang terkesan sangat tidak romantis. Biru akui jika belakangan ini dia merasa nyaman bersama nichol, sepertinya hatinya juga sudah mulai menyukai laki-laki yang berada didepannya saat ini.
" kamu ngelamar aku? " tanya biru memastikan.
" iya. " jawab nichol singkat ." gimana? " tambahnya dengan muka tegang.
"ihh, kamu itu nggak romantis banget." ucap biru tersenyum gemas.
" nanti kalo kamu sudah jadi istri aku, aku akan melakukan hal romantis yang kamu mau. Kalo sekarang jangan dulu, bukan mahram kata umi. "
Biru kembali tersenyum mendengar ucapan panjang nichol.
__ADS_1
" aku bukan laki-laki sempurna yang tidak bisa menjanjikan apapun sama kamu, tapi aku mau kita bisa bersama untuk menjadi lebih baik lagi dan bersama-sama untuk menuju SYURGA-NYA ."
Biru dibuat speechles dengan perkataan nichol, sebagai seorang perempuan biru merasa sangat beruntung Tuhan telah memberikan sosok nichol dalam kehidupannya, yang mampu membuat biru mau berubah dan sadar akan kewajibannya sebagai seorang muslim, meski pun sampai sekarang biru belum bisa menutup auratnya dengan sempurna. Mungkin, sakit yang biru rasakan selama ini adalah sebuah pelajaran yang diberikan Tuhan kepada dirinya untuk menjadi sosok yang lebih sabar .
" gimana? " tanya nichol sekali lagi
" jawaban aku tergantung sama alisha. "
Nichol dibuat tersenyum dengan jawaban biru, itu berarti biru secara tidak langsung telah menerima lamarannya, meski keputusan dari alisha adalah yang paling menentukan.
Saat itu pula alisha yang tengah menggunakan baju elsa berlari menghampiri mereka dengan tawa bahagia.
" alisha cantik nggak om? " tanyanya pada nichol yang tengah terasenyum menatapnya
" cantik dong, cantik banget malah. " jawab nichol sambil membawa alisha kepangkuannya.
" cantik alisha apa bunda? " tanyanya alisha yang sontak membuat biru menahan tawa.
"Emm... Nichol tampak pura -pura berfikir menimbang jawabannya
" bunda cantik, tapi alisha lebih cantik. " jawab nichol kemudian mencium pipi gembul alisha.
" alisha sayang om. " ucapnya tersenyum lebar.
" om juga sayang sama alisha. "
" om boleh nanya sama alisha? " tanya nichol hati-hati
" boleh. " jawabnya singkat sambil memakan coklat yang diberikan biru.
" emm,,,,, alisha mau nggak, kalo om jadi ayahnya alisha?"
Mendengar pertanyaan nichol membuat senyum dibibir alisha memudar. Hingga akhirnya alisha turun dari pangkuan nichol. Membuat biru sedikit khawatir dan hendak menghampiri alisha.
" yeyeyeye... Teriak alisha sambil bersorak dan meloncat-loncat ditempat. " alisha mau om nichol jadi ayahnya alisha. " ucapnya bersemangat lalu pergi kebelakang sambil bernyanyi lagu balonku ada lima.
Melihat tingkah alisha membuat biru dan nichol melebarkan matanya tak percaya, hingga akhirnya mereka tertawa bersama.
" jadi lamaran aku diterima? "
__ADS_1
\*\*\*