Luka Biru

Luka Biru
34. Awan terima


__ADS_3

Kemeja kotak-kotak berwarna hijau sudah terpasang rapi dibadan kurus biru dan mengikat rambutnya asal biru sudah bersiap untuk memulai hari.


" Bismillahirrahmanirrahim,  semoga menjadi berkah. Ucap biru setelah menutup pintu rumahnya.


" hai...  Sapa awan yang sudah duduk didepan rumah biru sembari tersenyum lebar


Biru langsung membulatkan matanya ketika melihat awan yang pagi-pagi sudah berada dirumahnya. " ya allah,  kamu kenapa disini?


" mau ketemu kamu.  Jawab awan berdiri tepat didepan biru yang masih tak percaya dengan keberadaannya.


Hufft...


Biru menghela nafasnya pelan,  mendengar jawaban awan. " ada apa?  Hal penting ?


" aku mau ngajak kamu kesuatu tempat. Ucap awan menatap biru lekat


Biru sontak mengerutkan keningnya heran


" kemana? 


" kamu nanti akan tau sendiri. Jawab awan menggandeng tangan biru lembut


Biru masih tak bergerak dari tempatnya


" aku harus kerja wan, aku gak bisa. Ucap biru berharap awan mengerti,  situasinya akan kembali sulit jika biru harus mencari pekerjaan lain lagi, karena dipencat atas ketidakhadiran tanpa izinnya.


" ini lebih penting dari kerjaan kamu.  Ucap awan serius.


Biru tampak menimang-nimang ucapan awan.

__ADS_1


" emangnya ada apa sih wan?  Tanya biru penasaran.


" aku gak bisa ngasih tau kamu sekarang. Percaya sama aku bir,  aku akan bertanggung jawab dengan semua yang akan terjadi pada kamu kedepannya. Ucap awan meyakinkan biru kemudian menggandeng tangan biru menuju mobilnya yang terpakir didepan.


Sedangkan biru hanya mengikuti langkah awan untuk masuk kedalam mobil.


Selama dalam perjalanan mereka hanya sama-sama dia tidak bersuara.  Awan yang fokus dengan kemudinya sedangkan biru menatap keluar jendela dengan memikirkan hal apa yang akan terjadi nanti padanya,  karena jika dilihat dari ekspresi awan tampaknya ada hal serius yang awan ketahui tentang dirinya.


awan memberhentikan mobilnya saat sudah sampai didepan rumah berwarna putih yang terdapat banyak lukisan alam digantung didinding depan dan berbagai macam bunga yang tumbuh dihalaman depan sehingga tampak sangat asri.


Biru masih mengikuti awan yang dari tadi tidak bicara. Betapa terkejutnya biru ketika melihat sosok budhe yang tinggal jauh didesa berada didalam rumah yang tidak dikenalinya ini sembari tersenyum lebar kearah biru.


" budhe kok bisa disini?  Tanya biru setelah sebelumnya bersalaman dengan semua orang yang berada disana kemudian duduk disamping budhenya.


" tenang nduk,  nanti kamu juga tau.  Ucap budhe seraya tersenyum jahil pada biru


" assalamualaikum.  Ucap pak andi memulai pembicaraan. " baiklah, saya akan langsung pada intinya karena sepertinya biru sudah sangat penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi. Begini,  saya dan keluarga ingin menyampaikan bahwasanya awan telah menerima perjodohan yang sebelumnya telah kita sepakati. Dan sekarang tinggal nak biru yang harus memberi jawabannya. Ucap pak andi menatap biru


Budhe yang melihat sikap diamnya biru,  mengelus lembut punggung biru untuk menyadarkannya "gimana nduk,  kamu mau kan.  Pak andi dan keluarganya sudah baik dengan keluarga kita. Saat orang tua kamu meninggal mereka yang mengurus semua biayanya. Saat ponakanmu operasi satu bulan lalu juga mereka yang membantu budhe dan pakde. Ucap budhe dengan mata berkaca


" udah mbak hana,  biarkan biru mejalankan ini tanpa paksaan. Ucap mama awan setelah mendengar ucapan teman deketnya itu,  mereka sama sekali tidak mengharapkan imbalan apapun atas bantuan yang mereka lakukan.


Biru menatap awan yang juga menatapnya lekat. Yang biru lihat tak ada perasaan bahagia pada diri awan. Lantas mengapa dia mau menerima perjodohan konyol ini.


Biru menghela nafasnya pelan. " beri saya waktu untuk menjawab ini.  Ucap biru kemudian menatap budhenya berharap mengerti dengan perasaan biru.


" jika itu yang biru mau,  kita akan menyetujui untuk memberi waktu.  Ucap maam awan tersenyum. Karena  ia bersyukur setidaknya biru masih mau untuk mempertimbangkan perjodohan ini,  karena ia yakin biru adalah wanita yan tepat untuk menjadi pendamping awan.


Pak andi menganggukan kepalanya ikut menyetujui ucapan istrinya.

__ADS_1


" terima kasih bapak ibu atas pengertiannya.  Ucap budhe tersenyum lembut


" ya udah yuk kita makan dulu,  kita udah siapin makanan special dihari bahagia ini. Ucap mama awan mempersilahkan hana dan biru.


Setelah makan bersama  dan sedikit mengingat masa lalu ,  budhe dan biru langsung pamit untuk pulang  dengan diantar oleh awan.


" makasih wan,  hati - hati dijalan. Ucap biru pada awan begitu sampai didepan rumahnya.


" iya.  Jawab awan berusaha tersenyum, satu kata yang baru keluar dari mulutnya sedari tadi.


Biru segara menyusul budhenya yang sudah lebih dulu masuk kerumah setelah awan pergi. Biru menghampiri budhenya yang sedang melihat foto keduaorangtuanya yang terpasang didinding ruang tamu.


" budhe....


" nduk... Ucap budhe menoleh pada biru yang sudah berada disampingnya.  " dulu itu budhe deket banget sama ibu dibandingkan dengan saudara yang lain. Ibu mu itu orangnya baik,  jujur, gak neko-neko. Hingga akhirnya ibu mu nikah sama bapakmu,  dan dibawa kejakarta ini. Jadi,  kita jarang ketemu bir. Budhe kadang kangen sama ibumu. Budhe mau kamu itu dapat pendamping yang baik,  bisa menjaga kamu disini karena budhe gak bisa ngejaga kamu disini,  kamu tau sendiri kan bir ponakanmu masih kecil-kecil budhe harus bantu pakde dirumah. Bu andi itu temen deket budhe sama ibu mu waktu kecil sampai sekarang,  dia itu udah banyak ngebantu keluarga kita. Dan budhe yakin kalo awan itu orang yang tepat buat kamu, budhe yakin kamu akan bahagia hidup bersama awan. Budhe harap kamu mengambil keputusan yang tepat. Ucap budhe tersenyum lembut pada biru


Biru ragu bisa bahagia bersama awan,  karena saat ini hatinya masih mencintai orang lain. Biru ragu apa dia bisa membahagiakan awan nantinya,  apa biru bisa membuat awan mencintainya dan sebaliknya biru kembali menetapkan cintanya pada awan.


" insaallah biru akan mengambil keputusan yang tepat budhe.  Ucap biru meyakinkan budhenya


" budhe parcaya,  kalaupun sekarang kalian belum saling mencintai.  Budhe yakin lama-lama pasti akan ada rasa cinta itu dengan sendirinya. Inget bir,  jodoh itu bukan hanya cerminan diri tapi juga pelengkap diri. Jadi kamu jangan merasa gak pantes sama awan yang nyatanya anak orang kaya sedangkan kita hanya keluarga petani.  Karena budhe yakin mereka gak membeda-bedakan kedudukan orang lain.


" iya budhe.  Gimana kabarnya pakde?  Kok gak sekalian aja diajak main kesini sama Adek-adek. Tanya biru antusias karena sudah lama ia tak berkunjung kerumah budhe


" allhamdulilah baik semua.  Kamu itu kok aneh,  kalo diajak semua sekolahnya adek mu gimana,  terus sawahya pakdemu juga sudah mulai penen.  Jawan budhe


" nanti kapan-kapan kalo ada rezeki biru akan main lagi kerumah budhe.


"aamiin.

__ADS_1


                                   ***


__ADS_2