
" ma, mama apa kabar? " tanya awan pada mamanya yang tengah terbaring tak berdaya.
"maafin, semua kesalahan awan ma. Semua yang terjadi gara-gara awan yang egois tidak pernah memikirkan kalian. " tanpa diminta air mata mengalir disudut matanya .
" awan kangen sama mama. " ucapnya mengambil tangan sang mama dan menciumnya lembut.
Sekeras apapun seorang anak, senakal apapun mereka, jika sudah bersangkutan dengan seorang ibu maka hatinya akan tetap luruh dan menangis. Percayalah, semua anak pasti menyangi orangtuanya. Hanya saja mungkin saat ini mereka belum bisa menyampaikan dengan cara yang benar.
" mama tau gak, awan tadi ketemu sama putri awan. Dia cantik. Awan juga bertemu biru disana, dia tetap sama ma. Hanya saja disorot matanya menyimpan kekecewaan teramat besar terhadap awan, tapu awan janji, awan akan memperbaiki semuanya. Awan mohon doanya agar semua berjalan dengan baik, hingga awan bisa membayar semua kesalahan awan pada mereka. "
" mama cepet sembuh, nanti kalo mama udah sembuh, awan bakal ajak mama buat ketemu sama alisha juga biru. " ucapnya sembari menghapus air mata dan mencium kening sang mama.
***
Bintang tampak malu-malu malam ini, berbanding terbalik dengan bulan yang terlihat semangat memancarkan sinarnya di hamparan langit yang gelap.
Suara deru kendaraan yang hilir mudik dari pagi, siang dan malam seakan telah menjadi lagu wajib setiap harinya.
Biru membuka pelan jendela kayu berwarna coklat yang ada dikamarnya. Hembusan angin malam langsung menerpa wajahnya lembut. Harum aroma sate yang berasal dari gerobak kuning milik kang ujang yang biasa mangkir didepan tokonya menari-nari dihidungnya.
Ingatannya kembali tertuju pada pertemuannya dengan awan tadi siang. Pertemuan yang sama sekali tidak pernah disangka akan terjadi sekarang, disaat dia telah menetapkan hatinya untuk orang lain.
15 menit yang lalu nichol menelphone biru menanyakan keadaanya dan juga alisha, serta meminta maaf atas insiden tadi siang karena masalah pekerjaan. Ada pekerjaan yang sangat penting, bukan hanya sekedar penting yang harus nichol selesaikan. Hingga dengan berat hati nichol harus menunda semua rencana yang telah dia susun bersama alisha dan juga biru, niat hati ingin bersenang-senang sebentar malah berakhir kembali dengan masalah pekerjaan.
Jeff nichol, sosok laki-laki yang telah berhasil menghidupkan kembali hati biru yang telah lama mati, karena sering disakiti dimasa lalu. Walaupun hatinya belum sepenuhnya mencintai nichol, karena masih ada cinta orang lain yang masih menetap disana. Tapi, biru sangat bersyukur Tuhan telah melibatkan nichol dalam kehidupannya. Bukan hanya tampan, nichol juga sangat menyanyangi alisha. Jika biru sedang memarahi alisha karena melakukan kesalahan hingga membuat alisha menangis, maka nichol akan menggendong alisha pergi sedikit menjauh dan memberikan pengertian. Hingga akhirnya alisha berlari kearah biru meminta maaf sambil memeluk biru erat. Nichol adalah laki-laki yang sangat baik, meski kadang sedikit menjengkelkan karena kejahilannya. Nichol juga sosok yang dewasa lebih dewasa dari biru meskipun umurnya 2 tahun lebih muda dari biru.
"bunda. "
Alisha baru saja masuk kamar sambil meletakan buku tulis yang tadi dipegangnya diatas meja.
" bunda lagi apa? "
Biru berjalan menghampiri alisha dan mengajaknya untuk duduk ditepi ranjang.
" bunda nggak lagi ngapa-ngapain. " jawab biru sembari melepas ikat rambut alisha.
__ADS_1
" belajar udah selesai? " tanya biru
" sudah dong bun, kan alisha pinter. " jawabnya yang sibuk memainkan boneka berbie pemberian nichol.
Biru tampak ragu, untuk mengatakan kebenarannya pada alisha sekarang. Tapi jika tidak semuanya akan menjadi lebih rumit dan masalah tidak akan terselesaikan.
" alisha. "
Biru menghembuskan nafasnya berat, rasa takut akan reaksi yang diberikan alisha jika tahu tentang ayah kandungnya.
" bunda, ada apa? " tanya alisha menatap bundanya heran, karena melamun , padahal tadi baru saja memanggilnya.
" emm,, alisha marah tidak, kalo seandainya ayah rama mau ketemu alisha?"
Hening, hanya bunyi jarum jam yang berdetak mengisi kamar mereka. Alisha yang dari tadi sibuk bermain dengan bonekanya sontak memberhentikan permainannya.
" ayah rama, ayah alisha? " tanyanya balik.
" iya." jawab biru meremas tangannya kuat. "tapi bunda tidak akan memaksa alisha jika tidak mau. " lanjut biru.
" alisha mau ketemu saya ayah rama. "
Biru membelalakkan matanya lebar, mendengar persetujuan alisha.
" bunda, alisha tidak pernah marah sama ayah, kan bunda selalu bilang kalo alisha harus selalu sayang sama ayah. Kalo nanti alisha sudah ketemu sama ayah alisha akan peluk ayah, minta gendong, ajak ayah jalan-jalan dan masih banyak lagi. " ucapnya dengan senyum lebar.
Pelukan erat pada alisha langsung biru berikan, rasa haru dan senang bercampur menjadi satu saat ini. Alisha yang masih sangat kecil ternyata memiliki pemikiran seperti orang dewasa.
" makasih sayang." ucap biru mengelus punggung alisha. " alisha ingat nggak om tadi siang yang makan bareng alisha? " tanya biru hati-hati kemudian melepaskan pelukannya pada alisha
" inget , om awan ." jawab alisha
" om awan itu,,, " lagi -lagi lidahnya terasa kelu untuk mengatakannya.
Biru menggelengkan kepalanya untuk menyadarkan diri " om awan itu, adalah ayah rama, ayahnya.... alisha. "
__ADS_1
Senyum lebar alisha, seketika luntur dari wajahnya.
" kenapa om awan tadi, nggak ngomong sama alisha?" tanyanya sedih
Tuhan, kenapa anak sekecil alisha harus mengalami dan memahami hal serumit ini. Biru berusaha menahan air matanya, ia harus tetap terlihat tegar dihadapan alisha. Hati ibu mana yang tidak sakit melihat sang buah hati harus mengalami hal seperti ini.
" karena ayah, mau kasih kejutan buat alisha." ucap biru bohong.
"kejutan? "
" iya sayang, ayah mau kasih kejutan buat alisha , besok ayah mau kesini buat ketemu sama alisha lagi, bawa sesuatu yang alisha suka. " ujar biru mencari alasan, semoga saja bisa diterima alisha.
Alisha kembali hanya membisu setelah ucapan biru.
" alisha tau nggak, tadi ayah rama bilang sama bunda, kalo ayah sayang banget sama alisha. Tadi sebenarnga ayah mau peluk alisha, tapi tadi ayah lagi sakit, jadi nggak bisa deh peluk alisha. " ucap biru bohong untuk kesekian kalinya.
" emang kalo sakit gak boleh peluk alisha. Kan kalo alisha sakit alisha boleh peluk bunda. "
Damn, ucapan alisha membuat biru bingung harus mencari alasan apa lagi yang harus dia katakan.
" soalnya sakitnya ayah itu aneh, kalo peluk orang nanti bisa sakit seperti ayah. Jadi, ayah tadi nggak bisa peluk alisha soalnya nggak mau nanti alisha juga sakit. Itu semua ayah lakukan karena ayah sayang sama alisha. "
" alisha juga sayang ayah dan bunda. " ucap alisha kemudian memeluk biru.
"Tuhan, maafkan semua kebohongan yang aku lakukan. Maafkan bunda nak. " bathin biru dalam hati membalas pelukan alisha.
" bunda tau nggak, nanti alisha mau minta ayah buat nganter sama jemput alisha terus alisha akan kenalin ayah sama temen-temen alisha disekolah. " celotehnya dengan mata yang terlihat antusias dan melepaskan pelukannya dari biru.
" terus nanti, alisha mau ayah rama sama ayah nichol jalan-jalan bareng sama alisha sama bunda. " tambah alisha yang sudah mulai kembali ceria.
" yeyy, ayah pulang. "
Alisha tampak menari-nari sambil berjoget dan bernyanyi didepan kaca lemari bundanya. Sesekali menggembungkan pipi gembulnya dan membulatkan bola matanya kemudian tersenyum lebar hingga menampakan lesung pipinya.
Sedangkan biru, masih saja terus khawatir tentang ini, setelah sekian lama alisha terlihat sangat bahagia saat ini. Apa biru akan bertemu kembali dengan awan nantinya. Semoga saja kali ini Tuhan akan berpihak padanya untuk mempertemukannya kembali dengan awan. Biru tidak ingin nantinya alisha akan kecewa.
__ADS_1
***