Luka Biru

Luka Biru
40. Memilih dia


__ADS_3

Suara adzan shubuh membangunkan biru dari tidurnya,  setelah lelah menangis akhirnya biru tertidur dengan mata sembab dan hidung memerah. Mungkin ini adalah cobaan dalam rumah tangganya,  mungkin selama ini biru lupa bersyukur atas semua nikmat yang tuhan berikan padanya. Saat ini tuhan ingin mendengar untaian doa biru, biru yakin tuhan sangat menyayanginya,  ingin menyadarkan biru atas kelalaiannya selama ini yang larut dalam kebahagian dunia sehingga melupakan kewajibannya.


Biru menutup mushafnya dan merapikan mukenanya ketika melihat jam sudah menunjukan pukul 06.00 WIB .


Seperti biasa setiap pagi biru akan menyiapkan sarapan untuk awan sebelum berangkat kekampus dan cafe. Pagi ini biru membuat dua piring roti bakar selai coklat dengan dua gelas susu hangat untuk sarapan mereka. Setelah semua selesai dan sudah tertata rapi dimeja,  biru kembali kekamar untuk membersihakan dirinya seperti biasa.


Biru memoleskan sedikit make up diwajahnya untuk menutupi matanya yang sedikit bengkak,  pagi ini biru ingin meluruskan masalahnya bersama awan,  biru tidak ingin jika masalah ini terus berlanjut mengingat usia pernikahan mereka belum genap 1 tahun. Setelah dirasa cukup biru keluar dari kamarnya hendak menghampiri awan yang biasanya sudah duduk dimeja makan menunggu kedatangannya dengan senyuman lembut yang diberikan pada biru. Tapi nyatanya saat ini semuanya berbeda,  biru menghentikan langkahnya ketika melihat awan tertawa bersama bulan sambil menikmati sepiring nasi goreng yang mereka makan bersama. Roti bakar dan susu yang biru buatkan sama sekali tidak disentuh oleh awan. Biru merasa hatinya kembali sesak air matanya mengalir tanpa diminta. Tawa awan sekarang bukan untuk dirinya tapi untuk wanita lain. Biru bergegas kembali kekamarnya,  tidak kuat melihat mereka yang terlihat seperti suami istri.


Air matanya kembali tumpah mengingat tawa bahagia awan bersama bulan. Berbagai pertanyaan muncul difikiran biru apa awan sudah tidak lagi mencintainya ? Apa awan mencintai bulan?  Biru tersenyum getir mengingat awan tidak pernah mengatakan mencintainya selama mereka menikah,  setiap kali biru menanyakan hal itu,  selalu saja mengalihkan topik pembicaraan mereka. Ini semua salahnya yang terlalu berharap pada awan,  menganggap semua kebaikan dan kebahagian yang awan berikan adalah bentuk rasa cinta awan pada biru.


Dari jendela kamarnya biru bisa melihat bulan yang menggandeng awan mesra pergi memasuki mobil awan yang terparkir didepan rumah mereka. Semenjak semalam  awan sama sekali tidak menghampiri biru dikamarnya,  sekedar menyapa atau memberi penjelasan atas semua yang sedang terjadi. Biru bergegas menuju kamar mandi karena terus-terusan merasa mual sedari tadi. Kepalanya juga terasa pusing badannya terasa sangat lemah. Padahal tadi pagi biru sudah meminum obat cair yang biasa diminun ketika masuk angin.


Biru memutuskan untuk pergi kerumah sakit untuk memeriksakan diri,  karena mualnya  tak kunjung reda sedari tadi.


" saya sakit apa ya dok?  Tanya biru pada dokter setelah selesai memeriksa dirinya


" ibu tidak usah khawatir,  saat ini ibu sedang hamil 2 minggu,  jadi itu merupakan gejala biasa yang dirasakan oleh ibu hamil.


Biru merasa sangat bahagia mendengar perkataan dokter tentang kehamilannya. Sekarang ada nyawa baru yang harus dijaga dalam dirinya. Biru yakin awan akan sangat bahagia mendengar kehamilannya.

__ADS_1


Senyum biru tak pernah luntur setelah mendengar tentang kehamilannya. Setelah berada dirumah , biru sengaja memasak makanan kesukaan awan untuk merayakan kabar bahagia ini. Menu malam ini adalah sayur lodeh dan ayam goreng kesukaan awan,  biru harap berita bahagia ini akan menjadi jalan untuk memperbaiki hubungannya dengan awan.


Biru menunggu kepulangan awan diruang tamu sambil melihat acara televisi.  Biru sudah membayangkan tawa bahagia awan nantinya.


Suara deru mobil membuat biru bergegas keluar rumah untuk menghampiri awan. Biru sudah tidak sabar untuk memberitahu awan tentang kehamilannya.


Senyum biru hilang seketika,  saat melihat awan yang membopong bulan keluar dari mobil. Tawa bahagia mereka nyatanya memberi luka pada hatinya. Matanya seketika memanas melihat awan yang mengambaikan keberadaannya. Apa awan tidak memikirkan perasaan biru saat ini,  sebenarnya apa yang ada dalam fikiran awan,  membawa wanita lain dalam rumah mereka tanpa memberitahu biru sebagai istri sahnya. Tanpa memberi penjelasan apapun padanya,  tanpa memberi kesempatan padanya untuk sekedar bertanya. Tanpa memberi penjelasan pada hubungan mereka,  jika memang biru sudah tidak dibutuhkan lagi,  setidaknya beri penjelasan akan statusnya dengan jelas. Jangan hanya diam tanpa kata,  yang hanya memberi luka pada hatinya.


Biru menatap nanar makanan yang berada diatas meja yang terabaikan begitu saja. Nyatanya usaha untuk mempersiapkan semuanya hanya sia-sia.


Ketika melihat awan berjalan menuju dapur,  biru segera menghampiri awan untuk meminta penjelasan atas semuanya.


" mas,  kamu kenapa?  Jangan cuma diam aja kayak gini,  kasih aku penjelasan.  Aku lelah mas.  Ucap biru dengan nada tinggi menatap punggung awan.


Awan langsung membalikan badannya mendengar ucapan keras biru " mau kamu apa sekarang?  Tanya awan menatap biru tajam


" aku mau penjelasan mas,  kenapa...  kenapa kamu bawa bulan dirumah kita?  Kenapa?  Tanya biru dengan air mata yang mengalir deras


" aku sudah menikah dengan bulan.

__ADS_1


Biru merasakan hatinya hancur berkeping-keping mendengar pengakuan dari awan. Mereka sudah menikah?  Menikah?  Biru tidak ingin mempercayai ucapan awan, karena sangat menyakitkan hatinya.


" kamu bohong kan mas? Kamu bohong kan?  Tanya biru tertawa sumbang.


" aku gak bohong,  aku menikah dengan bulan sejak satu bulan yang lalu.


Biru menatap awan nanar,  yang begitu mudahnya mengatakan semua kebohongannya.


" kenapa kamu ngelakun ini,  kenapa kamu tega mas?  Tanya biru pilu memukul dada bidang awan yang berada didepannya.


" ada alasan yang gak bisa aku kasih tau kamu. Jadi aku harap kamu bisa ngerti.  Jawab awan hendak berlalu meninggalkan biru


Biru bergegas menahan lengan awan yang hendak pergi meninggalkannya dengan luka semakin parah setiap menitnya. " kamu jahat mas,  kamu gak pernah mikirin perasaan aku. Gimana sakitnya aku melihat wanita lain bersama suami aku . Kamu gak pernah mikir mas,  sekarang aku mohon kamu talak bulan mas,  demi pernikahan kita. 


Awan sontak membalikan badannya dan menatap biru tajam mendengar permintaan biru " kalo kamu gak bisa nerima semua ini,  kamu bisa pergi dari sini,  karena sampai kapan pun aku gak akan pernah talak bulan dengan alasan apapun.


Harapan biru seketika pudar mendengar semua ucapan awan padanya,  tangannya sekita luruh begitu saja dari lengan awan yang kemudian pergi meninggalkannya sendiri. Sebegitu besar cinta awan pada bulan hingga tega mengusir biru yang sudah menjadi istrinya selama beberapa bulan ini.  Tidak ada lagi harapan lagi bagi biru,  biru bukan wanita yang mau menerima poligami dalam rumah tangganya,  biru tidak cukup kuat jika harus bertahan dalam hubungan seperti ini,  dari pada terluka lebih baik pergi untuk melepaskan semua.


                                      ***

__ADS_1


__ADS_2