
Satu bulan berlalu, semenjak pertemuannya dengan fero tanpa sengaja. Semakin hari rasa rindunya terus bertambah tanpa diminta. Meski biru tahu, rasa itu tidak pantas ada dihatinya. Karena fero bukan siapa-siapa bagi biru.
Biru mengedarkan pandangannya mencari angkutan umum yang lewat. Malam ini biru kembali harus pulang sedikit malam karena pekerjaannya. biru segera melambaikan tangannya ketika melihat angkot didepannya.
" pak stop disini aja. Ucap biru saat sampai ditempat makan langganannya.
Setelah membayar ongkosnya, biru buru-buru masuk untuk mencari tempat duduk favoritnya.
" mba udah lama, gak kesini. Sapa bapak yang sudah kenal dengan biru
" iya, pak. Soalnya pulang malem terus. Jadi gak sempet mampir. Ucap biru tersenyum
" pacarnya mana mba. Yang sering diajak kesini itu loh. Tanya bapak penasaran
" itu bukan pacar pak, temen aja. Dia lagi sibuk. Jawab biru cepat karena biru yakin yang dimaksud bapaknya adalah fero yang pernah beberapa kali diajaknya makan disini. " pesen yang biasa ya pak. Ucap biru
" siap mba. Ditunggu sebentar nanti bapak buatin yang spesial.
Biru hanya tersenyum mendengar ucapan sang bapak. Setelah lima belas menit menunggu akhirnya pesanannya sudah tersaji didepannya. " makasih ya pak. Ucap biru yang dibalas senyuman manis dari sang bapak.
Fero memarkirkan mobilnya tidak jauh dari tempat tujuannya.
" kamu yakin makanan disana enak? Tanya keyla ragu.
" aku yakin, kamu pasti suka. Ucap fero sembari keluar dari mobil dan diikuti oleh keyla
Mereka berjalan menuju tempat makan yang berada dipinggir jalan. Terlihat beberapa orang yang sedang menikmati makanan mereka. Fero manampilkan senyumnya ketika melihat bapak yang menjadi pemiliknya. "pak pesen pecel lele dua porsi. Ucap fero pada sang bapak
" baik mas, silahkan ditunggu sebentar. Itu pacar barunya mas? Tanya sang bapak heran melihat fero bersama wanita lain.
Fero hanya tersenyum mendengar pertanyaan sang bapak, karena dia pun masih bingung dengan perasaannya sendiri. Apakah dia sudah mulai mencintai keyla yang selama beberapa minggu belakangan ini selalu bersamanya.
" doain aja ya pak. Ucap keyla ramah
__ADS_1
" oh iya mba, Silahkan duduk dulu. Pinta bapak mempersilahkan
Biru yang duduk di bangku pojok ditempat yang sama, mau tidak mau harus mendengar obrolan fero dengan bapak. Fero yang tidak mengelak ucapan bapak yang mengatakan bahwasanya wanita yang berada disampingnya adalah pacarnya , membuat biru makin yakin bahwasanya fero sama sekali tidak mencintainya. Ternyata untuk keduakalinya dia hanya jatuh cinta sendiri. Biru berusaha sekuat tenaga untuk menahan air matanya agar tidak jatuh.
Fero memilih untuk duduk didepan sedikit jauh dari tempat duduk biru.
Keyla sibuk menyingkirkan rambutnya yang terus saja jatuh kedepan saat dia hendak menyuap makanannya.
Fero mengambil karet yang tergeletak dimejanya dan mengikat rambut keyla yang tergerai panjang.
" makasih. Ucap keyla yang mendapatkan perhatian fero.
Keyla sama sekali tidak mempermasalahkan tentang dimana mereka harus makan, meski ini pertama kali baginya makan ditempat seperti ini. Yang terpenting baginya adalah bersama dengan fero.
Fero tersenyum melihat tangan keyla yang terlihat kaku saat mengambil daging ikan lele miliknya.
" sini aku ambilin . Ucap fero mengambil alih piring keyla untuk memisahkan daging ikannya.
Sungguh pasangan yang sangat serasi. Setiap orang yang melihat mereka pasti langsung mengira bahwa mereka sepasang kekasih yang bahagia.
" pak, saya mau bayar. Ucap biru memanggil sang bapak yang sedang duduk dimeja kasir
" oh iya mba biru. Terimaksih dan jangan lupa mampir lagi. Ucap bapak setelah menerima uang biru.
" iya, insaallah pak. Ucap biru kemudian pergi keluar.
Fero yang mendengar nama biru sontak mengangkat kepalanya, dan melihat biru yang terlihat semakin kurus baru saja keluar dari tempat yang sama. Dia sama sekali tidak menyadari keberadaan biru tadi.
" kamu ngelihat apa? Tanya keyla penasaran
" gak, tadi aku kayak lihat temen aku. Tapi bukan kok, cuman orang lain yang mirip.
" oh, kamu udah selesai. Kita pulang yuk, besok aku ada kelas pagi soalnya. Pinta keyla pada fero
__ADS_1
" ya udah yuk. Fero menggandeng tangan keyla meninggalkan tempat makan setelah sebelumnya membayar pada pemiliknya.
Biru baru saja keluar dari minimarket untuk membeli keperluannya yang habis. Karena sibuk melihat barang yang dibelinya. Biru terus saja berjalan tanpa melihat kedepan.
Braak,,
" aw...
Biru buru-buru bangkit dari jatuhnya dan memunguti barang belanjaannya yang berserakan.
" mba, jalan gak pakek mata ya?
" saya bener-bener mintak maaf mba. Ucap biru berdiri setelah mengambil semua barang-barang nya.
" kamu yang pernah nabrak aku waktu direstourant itu kan? Emang dasar kalo orang yang tampilannya kayak kamu, selalu ceroboh. Ucap wanita yang tak lain adalah keyla
" maaf ya mba, saya tadi udah minta maaf. Dan waktu direstourant itu yang salah mba, bukan saya. Ucap biru membela diri.
" kamu pikir dengan kamu mintak maaf bisa ganti make up saya yang mahal itu. Ucap keyla menunjuk bedaknya yang sudah hancur.
" mba, walaupun saya gak bisa ganti bedak mba yang katanya mahal. Setidaknya saya tidak seperti mba yang suka merendahkan orang lain. Ucap biru sedikit berteriak karena muak dengan ucapan keyla
Fero buru-buru keluat dari mobilnya melihat keyla yang menangis sedang berdebat dengan orang lain. " stop biru, kamu gak harus berteriak seperti orang yang gak berpendidikan seperti ini, kalaupun dia salah. Dia pasti udah minta maaf, jangan memperpanjang masalah sepele. Ucap fero menatap muak kearah biru yang fero fikir sudah terlalu kasar pada keyla hingga menangis.
" kamu gak tau letak masalahnya, jadi gak usah nyalahin aku. Ucap biru membela diri
" keyla, kamu masuk dulu . Biar aku yang ngomong sama dia. Ucap fero pada keyla yang berada dibelakangnya.
Keyla masuk kedalam mobil seperti yang dikatakan fero.
Fero menarik kuat tangan biru untuk sedikit menjauh dari mobilnya.
" lepas fer . Ucap biru berusaha melepaskan tangannya yang terasa sakit.
__ADS_1
" kamu bisa gak, gak usah cari masalah sama hidup aku. Udah cukup ibu kamu yang jadi perebut kebahagian orang lain. Ucap fero penuh penekanan.
***