Luka Biru

Luka Biru
52. Kangen


__ADS_3

Perkara jodoh, maut,  rezeki itu sudah ada yang mengatur bukan, dan kita sebagai seorang hamba hanya bisa berdoa dan berusaha . Manusia itu hanya bisa berencana sedangkan Tuhanlah yang menentukan. Jika mungkin apa yang kita ingin tidak terwujud,  itu berarti Tuhan punya skenario yang lebih baik untuk kita.


Begitupun dengan masalah hati,  hati itu sifatnya rapuh mudah sekali jatuh cinta dan juga terluka. Hati itu tak terlihat oleh mata hanya bisa dirasa,  hati hanya bisa diam dan mulut yang bisa berbicara.


Seekor kupu-kupu berwarna kuning nampak cantik hinggap dibunga mawar berwarna putih yang berjajar rapi didepan toko. Kupu-kupu adalah salah satu hewan yang memberi kita contoh dalam menjalani kehidupan yang tak mudah ini. Awalnya seekor ulat yang menggelikan yang dari waktu ke waktu dia akan terus berubah hingga menjadi seekor kupu-kupu yang menawan .


Biru menyadarkan tubuhnya dipintu kaca tokonya,  matanya sibuk memperhatikan kupu-kupu yang terus mengepakkan sayapnya. Hingga tak sadar akan kedatangan seorang yang tengah tersenyum memandangi wajahnya. 5 menit berlalu,  biru belum juga menyadari kedatangannya,  hingga suara deheman yang sangat dekat telinganya mengakat kepalanya, wajah tegas itu,  tatapan lembut,  dan senyumnya membuat biru berkaca-kaca dan berhambur memeluk sosok itu.


" kangen banget? " ledeknya membalas pelukan calon istrinya itu.


Biru sontak melepaskan pelukannya dan memasang wajah cemberut melipat kedua tangannya didepan dada.


" jangan manyun gitu ,  jadi tambah cinta aku. " ucap nichol mensejajarkan wajahnya dengan wajah biru,  membuat pipi putih biru berubah menjadi merah . Semerah semangka.


" senyumnya mana,  masa calon suami dateng malah ngambek. Ya udah kalo gitu, mas pulang aja. " nichol berlagak ingin pergi


"ih,  heran deh,  gak peka benget jadi orang."gerutu biru kesal


Nichol melebarkan senyumnya mendengar gerutuan kesal biru, meski tadi mengatakan akan pergi,  tapi nyatanya kakinya tak bergerak sedikit pun dari tempatnya berdiri, hanya badannya saja yang berbalik memunggungi biru.


" ya udah,  pulang aja sono."


Biru menghentakkan kakinya kesal dan bejalan menuju rumahnya sambil terus menggerutu.


Melihat biru yang mengabaikannya,  bukan mencegah membuat nichol tersenyum kecut menyesali ucapannya. Nichol berjalan menyusul biru lalu memeluk biru dalam dekapannya dan mencium puncak kepalanya.


Dengan cepat biru membalas pelukan nichol,  biru tidak bisa membohongi dirinya jika ia benar-benar merindukan laki-laki ini.


" mas juga kangen sama kamu." ujar nichol yang masih mengeratkan pelukannya.


Biru mencoba melepaskan pelukan nichol tatkala mengingat suatu hal. Bukannya melepaskan nichol malah sengaja mengeratkan pelukannya,  hingga biru mencoba beberpakali tapi tetap saja sama,  tenaga tidak sebanding dengan nichol yang malah sibuk memejamkan matanya dengan menyandarkan pipinya dipuncuk kepala biru.


" mas lepasin,  jangan dipeluk terus,  nanti dimarahin umi. "

__ADS_1


" biarkan seperti ini,  sebentar lagi juga kita akan menikah. " nichol semakin mengeratkan pelukannya.


Sedangkan dijarak yang tak jauh dari tempat mereka,  terlihat 2 pasang mata para jomblo yang melihat mereka dari toko yang berdinding kaca dengan wajah mendamba dan berpelukan satu sama lain.


" terpotek hatiku san,  kalo boleh aku minta sama tuhan untuk menyisakan calon suami yang seperti mas nichol. " pinta maya yang masih setia memandang biru dan nichol disana.


Santi lantas melepaskan pelukannya yang tidak disadari sambil bergidik ngeri lalu pergi kebelakang untuk mengambil stock cake yang habis.


Biru meletakkan coffe latte dengan gambar hati didepan nichol yang tengah duduk dikursi teras rumahnya. Nichol langsung menyesap kopi buatan biru yang sangat dirindukan selama 2 minggu ini.


" mas,  kenapa gak pernah bales pesan biru?" tanya biru dengan tatapan mengintimidasi.


Mendapat pertanyaan serius biru, membuat nichol berdehem dan menyugar rambutnya yang klimis. Kaya perusutan.


Horang ganteng mah bebas,  lagi ngapain aja tetap ganteng. Bikin hati para wanita menjerit tanpa suara dan meleleh tapi tidak mencair.


"ck,  sok ganteng banget deh. " decak biru sedikit berbisik kesal nichol tak juga menjawab pertanyaannya.


" mas lagi sibuk,  banyak kerjaan disana jadi nggak sempat charger hp. Mas juga gak mau lama-lama disana takut tambah rindu sama calon istri. Jadi,  mas fokus sama kerjaannya biar cepet pulang ketemu kamu sama alisha.  Sebenarnya seminggu sebelumnya mas udah mau pulang, tapi pas sampai dibandara dapet telphon kalo ada masalah yang harus mas selesaikan,  jadi dengan berat hati mas langsung balik lagi kesana. Dari bandara mas langssung kesini,  gak sempet pulang.Maafin mas ya. " jelasnya menangkupkan kedua tangannya dan mengerjap-ngerjapkan kedua matanya.


Allahuakbar ini anak orang kenapa gini banget yah,  untung cinta .


" mas itu lagi minta maaf." jawab nichol kemudian menyesap coffe latenya lagi.


" mas udah ngabarin umi sama abi? " tanya biru menatap nichol tajam.


"udah,  tadi mas kabarin mereka sebelum kesini. "


Biru masuk kedalam rumah lalu kembali dengan membawa sepiring nasi lengkap dengan lauknya dan segelas air putih lalu meletakannya diatas meja.


Nichol hanya menatap biru dengan penuh cinta,  selagi biru sibuk memisahkan daging ikan nila dari tulangnya. Kemudian menyuapkan satu sendok penuh nasi kedalam mulut nichol yang diterima nichol dengan suka cita.


" mas makam dulu,  pasti laperkan dari bandara langsung kesini. "  ucap biru lalu menyuapkannya lagi.

__ADS_1


" kamu tau aja mas,  lagi laper. Bener-bener istri idaman sejuta pria. " ujar nichol disela kunyahannya.


Biru menjulurkan lidahnya sebentar,  mendengar ucapan nichol yang lebay itu.


Uhuuk uhuuk


Nichol tersedeka nasi yang sedang dikunyahnya, hingga membuatnga terbatuk-batuk.


" minum dulu mas. " biru menyodorkan gelas berisi air pada nichol yang langsung diminumnya hingga setengah.


" mas..  Biru tampak ragu mengutarakan maksudnya


"emm. Kenapa? " tanya nichol heran,  hingga membuat keningnya berkerut.


" mas awan telah kembali. " cicit biru dengan wajah menunduk,  ia tak akan sanggup jika harus menatap mata nichol.


Deg. Nichol baru saja merasakan suatu perasaan yang belum pernah dirasanya selama ini, dia sendiri tidak tahu rasa apa itu.  Apa aku cemburu? "


"mas,  maaf baru mengatakannya sekarang."


" sejak kapan? "


" sekitar 2 minggu yang lalu,  bersamaan dengan kepergian mas. "


" aku..  aku pernah jalan keluar sama dia dan alisha tanpa izin kamu,  karena hp kamu gak aktif. Aku minta maaf. " biru memberanikan diri mengakat kepalanya yang sedari tadi menunduk untuk melihat ekspresi nichol.


Hatinya terasa kembali berdesir tatkala matanya bertabrakan dengan tatapan lembut nichol.


"mas,  gak pernah marah sama kamu. Sudah seharusnya alisha tahu dan bahagia bersama ayahnya. " ucapannya terasa tertahan dikerongkongan sekedar untuk meneruskan ucapannya. Nichol menarik napas panjang dan mengeluarkannya perlahan.


"mas ikhlas,  jika kamu mau kembali bersama dia. Mas gak akan ngelarang keputusan kamu,  mas gak mau menghalangu kebahagian kamu sama alisha,  mas gak mau kamu tersiksa, mas hanya ingin kamu bahagia. " nichol kembali menghembuskan nafasnya yang terasa berat.


" mas aku...

__ADS_1


" assalamualikum. "


                                   ***


__ADS_2