Luka Biru

Luka Biru
45. Untung sahabat


__ADS_3

Disebuah kantor digedung yang terletak pusat kota yogyakarta. Suara tepuk tangan terdengar riuh menggema disebuah ruangan dilantai 20.


" terima kasih. " ucap laki-laki berjas abu-abu bernama jeff nichol sambil tersenyum lebar .


" saya yakin pak nichol,  bahwa proyek kita akan sukses besar kali ini. " ujar pak indra puas.


" dan tentunya kita sangat beruntung bisa bekerja sama dengan anda. " timpal pak gusdi membenarkan ucapan pak indra.


" sekali lagi,  terima kasih atas kerja samanya. " ucap nichol menundukan kepala sebentar kemudian bersalaman dengan para dewan direktur yang ada diruangan.


Nichol melepas jasnya dan melempar kesembarang tempat setelah sampai diruangannya kemudian meneguk satu botol air mineral hingga tandas.


Budi yang melihat perlakuan bosnya hanya mampu geleng-geleng mata,  eh kepala sambil mengelus dada.


" pesenin saya tiket kejakarta." perintah nichol


"sekarang bos?"


" minggu depan. "


" baik bos." ucap budi kemudian berbalik hendak keluar meninggalkan ruangan.


Awww....


Budi langsung berteriak tatkala satu pena terbang tepat mengenai kepalanya .


" jahat banget lo boss,  pakek ngelempar pena. Sakit kena kepala gue. Enak kan juga ditimpuk pakek dolar. Saya dapet untung bos dapet pahala, kan impas. " cerocos budi kesal dengan sikap semena-mena bosnya itu dan kembali melempar balik penanya ketempat sampah.


"pesenin tiket sekarang. "


" lah kata lo,  minggu depan. "


"sekarang budi,  apa mau gaji kamu saya potong. "


" eh buset dah,  untung aja lo masih sahabat gue dari orok.  Kalo bukan,  udah gue telen dah lo ." ucap budi kesal sambil memesankan tiket pesawat untuk nichol .


"udah noh,  berangkatnya jam 7 malem nanti. "


"kamu ikut saya sekarang." pinta nichol berjalan melewati budi.


" ngomong sama gue lo? " teriak budi sengaja


" iya, budi buwana. " jawab nichol penuh penekanan lalu menarik tangan budi.

__ADS_1


" stop. "


" apa lagi bud? "


" jangan pegang-pegang tangan gue,  bukan muhrim." budi melepas tangan nichol dari tangannya dan berjalan mendahului nichol dengan angkuh.


Nichol tampak menghembuskan napasnya panjang,  sepertinya dia perlu banyak beristighar dengan sikap budi yang satu ini.


                                            ***


Disebuah rumah yang dihiasi dengan berbagai macam tanaman anggrek disekitarnya.  Terdengar suara tawa riang dari anak kecil beumur 2 tahun sedang berceloteh ria dengan neneknya.


Pipinya yang gembul dan rambut yang kriting menambah kesan lucu pada balita perempuan itu. Sang nenek tampak jahil menggelitiki cucunya hingga membuatnya tertawa tak henti.


Seorang wanita cantik berperut besar menghampiri mereka yang tengah asyik bermain.


"keyla, kok kamu disini?  Badannya udah enakkan? "


" udah kok ma,  mama istirahat gih. Kinara biar keyla yang jaga. "


" kamu aja yang istirahat key,  mama juga belum ngantuk. "


"ma,  keyla nggak mau mama sakit lagi.  Mama istirahat yah. " ucap keyla megusap pundak sang mama lembut.


" hallo kinara sayang,  lagi apa anak mama?"


" tatatatatat.. Tatatatatta."  Celoteh kirana sambil tertawa ria.


" kenapa nak?  Nunggu papa pulang ya nak."


"assalamualaikum, anak papa. "  salam fero yang baru pulang dari kantor .


" cuci tangan dulu pa. " nasehat keyla mencegah fero yang ingin menggendong keyla.


Mendengar ucapan keyla,  fero hanya tersenyum nyengir sambil berjalan kearah keran untuk mencuci tangan.


" mama mana?  " tanya fero pada keyla


"aku suruh istirahat , seharian tadi ngurusin kinara ."


Fero menganggukan kepalanya mengerti dan mengambil alih kinara dari tangan keyla.


Setelah kinara bersama fero,  keyla berjalan menuju dapur untuk menyiapkan makan malam fero.

__ADS_1


Semur ayam dan sayur kacang sudah siap dimeja makan dengan sempurna.


" mas, makan dulu gih,  udah aku siapain. " ucap keyla mengambil alih kinara.


" makasih ya key. " ucap fero lalu mencium kening keyla.


Saat fero makan,  keyla bersama kinara ikut menemani walaupun mereka tidak makan. Karena fero tidak mau makan jika tidak ditemani seperti ini.


Pernikahan mereka sudah berjalan 5 tahun,  dan tuhan telah mengirimkan kinara dalam pernikahan mereka dan menunggu kelahiran putra kecil mereka yang masih berada dalam perut keyla. Meski dulunya fero sedikit terpaksa menikahi keyla,  tapi fero bersyukur bahwa sekarang dia telah mencintai keyla dengan sepenuh hati. Kelembutan dan ketulusan keyla membuat hati fero lama-kelamaan menjadi luluh dan percaya bahwa pilihan mamanya tidaklah salah.


" mas,  besok siang kamu sibuk?  " tanya keyla hati-hati.


" emm,,  nggak.  Kenapa? "


" besok kita ketokonya biru yah,  aku lagi pengen makan cake red velvet buatan biru mas. "


" tatata....tatata...tatata. " celoteh kirana seakan mengerti pembicaraan mereka.


Jangan ditanya lagi kinara akan sangat senang jika bertemu dan bermain dengan alisha.


" iya sayang,  besok kita ketokonya mba alisha. " ucap fero tersenyum sambil mencoel pipi gembul kinara.


" mas, udah dapet kabar dari awan? " tanya keyla


" belum key,  mas juga nggak tau harus nyari awan kemana lagi. "


Sudah sejak 8 tahun yang lalu,  awan menghilang begitu saja bak ditelan bumi,  tanpa ada kabar berita.  Awan seakan sengaja menyembunyikan keberadaannya dari keluarga dan teman-temannya. Kabar terakhir yang fero terima bahwa awan pergi bersama bulan.


Fero tidak habis pikir dengan tindakan bodoh awan,  meninggalkan keluarga dan anak kandungnya demi wanita jahat seperti bulan yang datang hanya saat membutuhkan bantuan awan saja. Begitulah manusia jika sudah dimabuk cinta,  akan melakukan apa saja demi orang yang dicintainya.


1 tahun yang lalu,  orang tau awan mengalami kecelakaan yang hebat,  hingga mengakibatkan pak andi pergi untuk selama-lamanya dan bu andi saat ini tengah terbaring koma tak berdaya. Setiap ada satu minggu sekali,  fero bersama keyla akan menyempatkan waktu untuk mengunjungi bu andi.


" key,  kalo kita ajak biru jenguk bu andi. Kira-kira dia mau nggak? " tanya fero meminta pendapat keyla


" pasti mau dong mas."


" minggu depan kita coba ajak biru yah,  nanti tolong kamu sampein kebiru. "


" iya mas,  kalo gitu aku mau nidurin kinara dulu, mas langsung kekamar biar aku aja yang beresin ini nanti. "


Sepeninggalan keyla,  fero membereskan piring bekas makannya. Fero tidak akan tega jika menunggu keyla yang harus membersihkan semuanya.  Apalagi sekarang keyla sedang mengandung anak kedua mereka.


                                          ***

__ADS_1


__ADS_2