Luka Biru

Luka Biru
08. Biru hanya mainan


__ADS_3

Awan melangkahkan kakinya memasuki rumah, ketika dirinya sampai diruang tamu melihat papanya sedang membacara koran ditemani sang mama yang sibuk dengan gadgetnya.


" awan,  sini nak. Duduk disamping papa. Panggil papa menepuk sofa disebelahnya


" ada apa?  Tanya awan setelah duduk disamping papanya


" gimana hubungan kamu dengan anaknya pak broto?


" baik.  Jawab awan


" papa harap,  kamu bisa menjaga putri pak broto dengan baik. Karena dari dulu anaknya sudah suka sama kamu.


" kamu jangan bikin malu keluarga kita.  Ini juga demi kelancaran bisnis papa.  Ucap mama menimpali


" papa sama mama tenang aja.  Bahkan  sebelum perjodohan ini, awan sudah sayang sama bulan.


"bagus itu.  Jadi kalian bisa secepatnya tunangan.  Ucap papa tertawa senang


" nanti setelah kakakmu lulus kuliah,  akan pulang, untuk mengurus persahan papa disini,  dan setelah kamu lulus kuliah kamu juga akan bergabung bersama kakakmu.  Papa harap kalian bisa mengembangkan perusahaan dengan baik.


" pa,  papa kan tau kalo awan gak minat untuk ngurus perusahaan.  Biar kakak aja yang ngambil alih.  Awan punya rencana lain pa.  Ucap awan menolak permintaan sang papa


" rencana lain?  Apa?  Tanya papa penasaran


" awan pengen punya bisnis kuliner sendiri yang nantinya akan awan kelola bersama bulan.  Ucap awan menyuarakan keinginannya


" kamu yakin Bisa?  Nanti baru satu minggu buka udah sepi lagi.  Emang kamu ngerti bisnis.  Kerjaannya aja nongkrong nggak jelas,   sok-sok an mau bukak restourant.  Ucap mama meremehkan awan


" ma!  Jaga ucapan mama.  Biarkan saja dia menjalankan apa yang awan inginkan.  Selagi itu positif.  Kita sebagai orangtua harusnya mendukung bukannya malah meremehkan


"awan istirahat dulu pa,  Permisi. Pamit awan kepada sang papa karean tidak ingin melanjutkan pembicaraan yang membosankan ini.  Karena dari dulu mamanya tidak pernah menyukai apa yang awan lakukan. Karena dimatanya awan selalu saja salah .


" iya nak,  jangan dengarkan apa kata mamamu.  Lakukan apa yang ingin kamu lakukan.  Ucap papa menepuk pelan bahu awan


                                       ***


Nando dan kawan-kawan sedang berkumpul dikantin sekolah sambil menikmati camilan .


" gimana bro,  tentang tantangan bulan lalu. Tanya nando kepada awan


" eh,  iya.  Aku aja lupa,  gimana wan berhasil nggak?


Awan mengambil handphone dari handphonye dan memutar sebuah rekaman


Saat biru mengatakn bahwa dia mencintai awan.

__ADS_1


" widih,  hebat banget lo wan.  Puji fero kepada awan setelah mendengar rekaman yang awan putar


" kasihan banget si biru,  pasti udah cinta banget sama lo. Kata doni berlagak sedih


" bodo amat, gue mah. Kata awan tak peduli


" trus gimana sama bulan?  Udah jadian? Tanya nando


" udah.  Jawab awan


" kapan kamu putusin?  Tanya nando penasaran


" nggak gue putusin. Jawab awan


Mereka sontak terkejut mendengar jawaban awan yang sungguh diluar dugaan.


" kenapa?  Tanya mereka bersamaan


" karena gue sayang sama dia. Jawab awan santai


" lo beneran?  Bukan hoax kan?  Tanya doni lebay


Awan hanya mengangguk memberi jawaban atas pertanyaan doni


" ok, berarti hukuman kita buat jongkok dari lapangan sampek kelas nggak berlaku dong.  Kata nando menaik turunkan kedua alisnya


" emang situ ganteng. Muka kayak kambing aja dibilang ganteng. Ejek fero pada doni


" ye,  lebih ganteng gue dari pada lo.  Kata doni terima atas ejekan menyakitkan fero


" jadi biru gimana?  Boleh gue ambil?  Tanya fero pada awan


" ambil aja,  gue nggak butuh lagi.  Ucap awan datar


" biar tak ambil aja ya.  Kata doni menawarkan diri


" dia gak bakal mau sama muka kambing lo. Ejek fero


Mereka sontak tertawa keras mendengar ejekan fero pada doni dan bukannya membalas doni hanya memanyunkan bibirnya.


Awan dikejutkan tangannya yang ditarik paksa.


" aku mau ngomong sama kamu.  Ajak biru menahan amarahnya


" apa?   Tanya awan mencoba menarik tangannya dari cengkaraman biru

__ADS_1


" nggak disini, ditempat lain. Ucap biru sambil menatap mata awan.


                                      ***


Biru berdiri dari kursinya untuk pergi kekantin karena perutnya terus berbunyi mintak diisi.


" mau kemana bir?  Tanya bulan heran, tidak seperti biasanya biru keluar kelas saat pelajaran akan dimulai


" aku mau kekantin bul,  tadi pagi gak sempet sarapan. Jawab biru tersenyum


" oh,  ya udah.  Aku nggak ikut ya, maaf . Kata bulan tidak enak


" iya bul, Gak papa. Aku berangkat.  Pamit biru pada bulan


Biru menyusuri lorong kelas yang sepi,  karena memang sudah masuk waktu belajar. Biru sudah tidak kuat jika harus menahan sampai istirahat.  Karena dari siang kemarin dia belum memakan apapun.  Sesampainya dikantin,  baru saja akan mengatakan pesananya, tiba-tiba ia mendengar pembicaraan tentang dirinya . Amarahnya seketika menguap ketika mendengar semua pengangkuan awan yang hanya menjadikan perasaannya sebagai candaan. Biru langsung menarik tangan awan dengan kuat "  aku mau ngomong sama kamu.  Ajak biru pada awan menahan amarahnya


" apa?   Tanya awan datar mencoba menarik tangannya dari cengkaraman biru


" nggak disini, ditempat lain. Ucap biru sambil menatap mata awan.


Biru menarik tangan awan menuju ruang musik yang kosong.


" apa, aku nggak punya waktu banyak.  Ucap awan setelah  melepaskan cengkramannya dari tangan biru yang masih menatapnya lekat


" nggak ada yang mau kamu jelasin ke aku? Tanya biru menatap awan nanar,  hatinya terasa sangat sakit menatap mata awan.


" semua udah jelas, kamu udah denger. Jawab awan muak dengan tatapan biru


" aku terima kamu udah mainin perasaan aku,  tapi aku bukan barang yang bisa kamu berikan kepada orang lain saat kamu udah nggak butuh!  Dan jangan pernah kamu menyakiti bulan. Teriak biru meluapkan kemarahannya


" jadi,  cewek itu nggak udah gampang baper. Jadinya gini,  marah-marah nggak jelas.


Plakk..


Tangan biru sontak menampar awan ketika mendengar ucapan awan yang menyalahkannya. "  aku nggak pernah suka sama kamu.  Ucap biru penuh penekanan


" kamu pikir, kenapa benda itu masih ada dijari kamu. Karena kamu masih cinta sama aku.  Kata awan menatap tajam biru


" aku memang cinta sama kamu.  Tapi....


" Biru....  Teriak seseorang membanting pintu dengan keras


Belum sempat biru menyelesaikan ucapannya,  bulan masuk dengan wajah marah. " aku nggak nyangka kamu udah nusuk aku dari belakang. Kamu yang aku kira baik,  ternyata hanya topeng. kamu tau kan aku pacarnya awan.  Tapi kenapa kamu masih nyatain cinta ke awan.  Nggak tau malu kamu. Apa nggak ada laki-laki lain selain pacar sahabat kamu sendiri.  Aku bener-bener nggak nyangka kamu bisa jahat sama aku bir. Aku salah nilai kamu selama ini. Aku harap kamu nggak akan ganggu aku sama awan lagi mulai sekarang.    Ucap bulan sambil berlalu pergi dan membawa awan bersamanya


"  bulan aku bisa jelasin semuanya. Teriak biru berharap bulan akan berhenti dan mendengarkan penjelasannya

__ADS_1


Bulan berhenti dan berjalan kearah biru yang menangis.


                                    ***


__ADS_2