Luka Biru

Luka Biru
41. Bahagia sendiri


__ADS_3

Setelah kepergiannya dari rumah awan 3 bulan yang lalu, sampai sekarang awan tidak pernah menanyakan keberadaannya. Yang berarti awan benar-benar telah melupakan biru dalam kehidupannya.  Satu bulan yang lalu setelah kepergiannya,  keduaorangtua awan mengahampiri biru dirumahnya,  meminta permohonan maaf atas semua sikap jahat awan padanya.  Meminta biru untuk tinggal bersama mereka , karena telah menganggap biru sebagai anak mereka sendiri. Dengan lembut biru menolak ajakan mereka,  karena hanya akan membuatnya terus mengingat tentang awan bersama istri barunya,  biarlah semuanya kembali ketempat semula,  biru kembali menjalani kehidupannya seperti biasa sebelum ia menikah dengan awan,  hidup sederhana bersama sosok  baru yang menjadi penyemangatnya untuk tetap hidup dan bangkit dari keterpurukan. Menjadi awal untuk kehidupannya yang bahagia tanpa ada nya luka yang ditorehkan orang yang dicintainya.


Biru bersyukur tuhan  selalu memberi kemudahan dalam hidupnya,  masih banyak orang-orang baik yang peduli akan dirinya.  Meski kadang ada saja orang yang menghina akan keadaannya sekarang.  Berbagai spekulasi mereka tuduhkan pada biru,  dari yang ditinggalkan suami karena berselingkuh dengan laki-laki lain,  ditinggalkan karena suaminya tergoda dengan wanita yang lebih cantik dan lain sebagainya.  Biru tidak merah mendengar semua tuduhan mereka padanya,  itu hal yang biasa dalam bertetangga. Biarlah semuanya berjalan begitu saja,  yang menjadu prioritas dalam hidupnya sekarang adalah anak yang masih berada dalam kandungannya.


Meski seringkali ingatannya tentang awan masih berputar dalam fikirannya. Kenangan selama mereka bersama nyatanya tak mudah menghilang begitu saja. Sampai hari ini perasaannya masih saja sama,  mencintai ayah dari anak yang dikandungnya. Seringkali kekhawatiran menyelimuti biru dimasa yang akan datang,  dimana jika suatu hari nanti anaknya akan menanyakan keberadaan ayahnya. Tapi biru janji akan menjadi sosok ayah dan ibu bagi buah hatinya nanti.


" biru....  Teriak mira tepat ditelinga biru yang melamun sedari tadi


Biru sontak melayangkan pukulan mautnya tepat mengenai pundak mira.


" astaghfirullahaladzim,  sakit banget dah pukulan lo. Pundak gue berasa runtuh deh kayaknya.  Rintih mira lebay


" emang durian,  pakek runtuh segala. Ucap biru nyengir


" ih,  lo gak percaya,  coba deh lo pegang pundak gue,  kayak ada rasa kremes-kremesnya gitu.


" apa an sih lo mir,  lebaynya udah kelewatan deh.  Kenapa tadi manggil gue? Tanya biru pada mira


" dipanggil bu bos tu,  hari ini kan lo gajian.  Besok istirahat biar babynya gak kecapek an. Ucap mira mencoba perhatian


Setelah meninggalkan rumah awan,  biru kembali diterima bekerja ditempatnya dulu. Meski sekarang biru tidak lagi menjadi pencuci piring melainkan menjadi pelayan seperti mira.


" makasih ya udah ngasih tau,  besok gue traktir.


" wih,  beneran?  Lo mau traktir gue apa burger?  Pizza?  Atau ayam goreng dalam selimut.  Ucap mira antusias jika mendengar tentang hal berbau gratisan.


" bukan,  itu salah semua.  Gue bakal traktir lima tusuk sate telor disebrang sana. Ucap biru terkekeh geli


Mendengar ucapan biru,  membuat bibir mira mengerucut maju kedepan.


" becanda. nanti gue bakal beliin lo martabak yang enak banget. Tapi,  jangan minta pizza yah,  gak sanggup gue.  Ucap biru menaik turunkan kedua alisnya didepan mira

__ADS_1


" nah,  gitu dong.  Emang gue anak sd lo kasih sate telur,  kan tiap hari gue makannya begituan. Balas mira sumringah.


" gue kekantor bu bos dulu ya.  Sekalian izin besok mau libur buat kontrol. Pamit biru kemudian pergi menuju kantor


"iya deh,  sono keburu gaji lo dimasukin lagi kedompetnya bu bos.


Setelah biru kembali bekerja dua bulan yang lalu,  sedikit banyak mira mengerti akan keadaan yang harus biru jalani,  mira merasa salut dengan kegigihan dan kesabaran biru,  jika saja mira berada diposisi biru saat ini belum tentu mira bisa menjalani semuanya sekuat biru, yang tidak pernah menangis didepan orang selalu tersenyum untuk menutupi kesedihannya. Mira tahu jika biru tidak sekuat iron man,  pasti biru juga sering menangis dalam kesediriannya. Melihat biru yang baru keluar dari kantor bos dengan senyum sumringah membuat mira ikut tersenyum.


" gimana?  Banyak gak bonus lo?  Tanya mira kepo mengintip amplop yang dipegang biru


" allhamdulilah. Ucap biru bersyukur


" wiih,  kayaknya banyak tu.  Jangan lupa yah traktiran gue. Tagih mira pada biru,  jika tentang sesuatu yang berbau gratis maka mira akan selalu ingat,  tapi jika masalah hutang mira akan pura-pura lupa.


"sedikit atau pun banyak,  kita harus selalu bersyukur supaya berkah.  Ucap biru sumringah " gimana kalo malam ini gue traktir lo buat beli martabak.  Soalnya besok gue libur buat kontrol kandungan aku. 


" allhamdulilah,  akhirnya malam ini bisa makan gratis,  jadi uang jatah makan gue bisa ditabung buat modal nikah. Ucap mira mengadahkan tangannya bersyukur


Waktu terus berjalan sebagai mestinya,  para pekerja sudah mulai membereskan fan membersihkan restourant karena sudah waktunya untuk tutup.


Biru menunggu mira belum juga menampakan batang hidungnya setelah menunggu lebih dari 10 menit " pasti tu anak lagi dandan, kebiasaan banget padahal cuma mau makan martabak dipinggir jalan tapi hebohnya udah kayak mau ketemu pacar aja. Gerutu biru kesal menunggu mira yang tak kunjung datang.


" hai bir,  gak lama kan nunggu gue. Ucap mira yang sudah berada didepan biru dengan lipstik merah terang dibibir tipisnya.


" silau deh gue.  Ucap biru menutup matanya dengan telapak tangan.


" silau?  Silau kenapa?  Orang gak ada apa-apa kok,  mata lo kesambet yah.  Oceh mira heran


" silau sama lipstik merah lo tu,  bikin sakit mata . Canda biru pada mira


" enak aja,  lawong gue udah cantik gini kok yo dibilang silau.  Ucap mira dengan percaya diri yang naudzubilah " ya udah yuk,  kita berangkat udah ileran gua. Lagian kasihan sama ponakan gue belum makan dari tadi sore.

__ADS_1


Mira langsung berlari menuju gerobak martabak yang mangkal dipinggir jalan Yang masih sepi pembeli.


" bang,  pesen dua kotak martabak yang satunya mix coklat sama keju terus satunya lagi toping jagung mix keju yah.  Buruan ya bang udah kelaperan. Pesan mira semangat 45 pada abang penjual lalu duduk menyusul biru yang terdiam dengan tatapan kosong.


" kenapa bir,  jangan manyun aja ntar bibir lo dipatok nyamuk.


" ih apaan coba,  masak nyamuk matok? Gigit iya gue percaya.  Ucap biru tertawa mendengar ocehan receh mira


" nah gitu dong,  senyum yang lebar biar kelihatan agak cantik sedikit.  Ucap mira senang,  bisa membuat biru tertawa


" hati gue terpotek,  dengar ucapan lo. Ucap biru ngambek


" loh,  emangnya kenapa?  Ada yang salah sama ucapan gue?


" secara gak langsung lo ngatain gue jelek, anak gue sedih emaknya dikatain sama mulut cabe lo itu.


" masak? Iya deh tante minta maaf yah baby.  Ucap mira mengelus perut biru yang sudah sedikit membuncit


" mba ini pesananya. Ucap abang penjual pada mira


Biru langsung mengeluarkan uang 50.000 an dari dompetnya dan memberikan pada abang penjual.


" makasih ya bir,  traktirannya.  Ucao mira nyengir


"iya,  mau makan disini atau dibawa pulang? Tanya biru pada mira


" emm,  boleh gak kalo gue nginep dirumah lo malam ini,  gue pengen makan bareng ponakan gue.  Pinta mira memasang wajah melasnya


" boleh,  yuk kita pulang.  Ajak biru antusias  mengajak mira kerumahnya,  karena malam ini biru tidak akan sendiri,  karena akan ada mira dengan mulut cabenya.


                                      ***

__ADS_1


__ADS_2