Luka Biru

Luka Biru
53. Ada yang beda


__ADS_3

Suara salam dari laki-laki berkemaja biru dongker  tengah menggendong alisha yang tertidur. Membuat biru tak jadi melanjutkan ucapannya,  beranjak berdiri menghapus air matanya cepat dan mengambil alisha dari gendongan awan.


" biar aku yang anter alisha kekamar,  izinkan aku untuk masuk. "  biru menganggukan kepalanya cepat dan berjalan membuka pintu memasuki rumah menuju kamar alisha.


Begitu kamar dibuka, awan dikagumkan dengan isi kamar putrinya yang didominasi dengan pernak-pernik yang berhubungan dengan princes elsa. Semuanya serba biru dari mulai dinding meja , lemari dan tempat tidur dengan seprai bercorak elsa yang tergambar disana.


" mas,  taruh sini. " biru membenarkan bantal untuk alisha agar lebih nyaman.


Setelah menidurkan alisha,  awan duduk ditepi ranjang melepaskan sepatu dan kaos kaki alisha yang serba berwarna biru itu dan meletakannya dirak sepatu kecil yang berada dipojok.


" makasih ya mas,  udah mau jemput alisha. " ucap biru menatap awan sekilas.


Awan tersenyum tulus pada biru " itu sudah menjadi kewajiban aku sebagai seorang ayah. "


Awan berjalan menuju kesebuah foto alisha bersama biru yang sedang berada ditaman,  alisha yang tampak cantik mengenakan dress berwarna kuning dengan rambut yang dikepang membawa sebuah balon berwarna senada tengah berlari dari kejaran biru yang terlihat tertawa bahagia dibelakang alisha dengan rambut yang dicepol tinggi. Bergeser sedikit terlihat foto alisha yang tengah belajar sepeda bersama biru didepan rumah. Banyak sekali momenta bahagia yang ia lewatkan berssma biru dan alisha. Entah kenapa hatinya merasa tercubit dan rasa bersalah kembali menggelayuti kepalanya.


"mas. "


Biru menepuk pundak awan yang terlihat sesunggukan. Awan menolehkan kepalanya menatap biru dan mencoba tersenyum lembut padanya.


" maafkan aku. " ucap awan tulus.


Biru yang mendengar permintaan tulus awan hanya menganggukan kepala pelan dan berjalan keluar. Biru sontak membulatkan matanya ketika mengingat nichol yang sedari tadi ia tinggalkan . Sesampainya diteras dia kembali merasa sesak melihat nichol yang sudah tidak berada disana meninggalkan sepiring nasi yang masih teronggak disana dengan tatapan memelas. Hatinya terasa nyeri karena nichol yang bersikap seperti ini untuk pertama kalinya, pergi tanpa kata dan menyisakan prasangka.

__ADS_1


"bir..


Suara awan menyadarkan biru dari lamunannya,  kemudian berjalan mengambil piring dan gelas yang masih tergeletak dimeja depan.


" mas,  mau makan,  biar biru siapin. " ucap biru nyelonong masuk tanpa melihat awan yanh tengah berdiri didekat pintu.


***


Tatapannya tampak kosong memandang langit-langit kamar yang sudah lama tak ditempatinya,  kamarnya bersama biru dulu,  semuanya tetap sama tidak ada yang berubah bersih dan masih tertata rapi,  karena setiap 3 hari sekali akan ada maid yang datang kerumah untuk membersihkannya.


Flasback on


Ingatannya kembali siang tadi,  tatkala dirinya melihat biru bersama seorang laki-laki sedang tertawa bersama, kemudian biru yang baru saja masuk kembali keluar dengan membawa sepiring nasi dan menyuapkan pada laki-laki itu. Sebenar sudah sedari tadi dia sampai disana tanpa mereka sadari,   alisha yang tertidur sedari tadi tampak nyenyak dalam mimpinya,  awan tak tega jika harus membangunkan putri kecilnya yang terlihat sangat lelah dan rasanya berat untuk menghampiri mereka yang terlihat bahagia disana,  senyum yang dulu biru berikan padanya,  kini telah beralih kepada orang lain, karena ini sepenuhnya adalah kesalahannya.


Melihat alisha yang sudah mulai tidak nyaman dengan posisi tidurnya membuat awan mau tidak mau keluar dari mobil dengan menggendong alisha untuk masuk kedalam rumah. Dari yang awan lihat tampaknya mereka sedang membicarakan hal serius yang dia sendiri tidak tahu itu apa,  karena awan buka tipe orang suka kepo dengan urusan orang lain.


Didalam kamar alisha.  Awan merasa seperti diistana elsa,  karena semua yang ada disana berkaitan dengan elsa. Kamar yang berukuran sedang didominasi warna biru terlihat sangat rapi dan nyaman.


Foto-foto mereka berdua terlihat sedang tertawa bahaagia menghiasi dinding biru itu.


Hingga akhirnya awan melihat ekspresi kecewa dari biru ketika mengetahui laki-laki itu sudah menghilang tanpa pamit,  lalu menawarkan makan padanya tanpa melihat wajah awan berlalu menuju dapur sambil membawa piring bekas dan kembali membawa piring berbeda meletakkan didepan awan yang sudah duduk  dimeja makan mungil yang hanya memiliki 3 kursi berwarna -warni seperti pelangi.


" temani aku disini. " pinta awan ketika melihat biru yang hendak pergi dari hadapannya.

__ADS_1


Hah,  biru tampak menggaruk hidung mancungnya,  sebelum kemudian perlahan duduk disamping awan.


Awan menyantap makanan yang disediakan biru hingga tandas dalam diam,  matanya menatap biru yang sedang diam dengan tatapan kosong tampak sedang memikirkan sesuatu.


Awan membawa piring menuju dapur untuk langsung mencuci bersih supaya tidak merepotkan biru nantinya.


Setelah awan kembali biru masih saja berada diposisi yang sama bersama tatapan kosongnya. Kemudian memutuskan untuk duduk kembali disamping biru.


Awan masih setia memandang wajah lembut biru,  yang sudah memenuhi pikirannya belakangan ini.  Sungguh awan ingin biru bisa menerima kembali dirinya menjadi suami biru dan ayah bagi alisha.


Biru yang sadar akan tatapan awan,  buru-buru menyadarkan lamunannya mencoba terlihat baik-baik saja padahal sedang terluka.


" ada apa?  " tanyanya sembari mengerutkan keningnya heran.


" kamu cantik. " ucap awan yang masih memandang biru.


Author pengen banget nampol mulut awan yang gak tau diri itu.  Gemes banget pas dah pokoknya,  pengen melintir itu giginya biar gak bisa makan.


Bukannya senang atau apa mendengar pujian awan,  biru merasa sama sekali tidak menggetarkan apapun dihatinya.


" aku mau memperbaiki semuanya bir,  biarkan aku menebus semua dosa yang sudah aku lakukan ke kalian.  Aku janji akan menjaga dan menyayangi kamu dan alisha.  Aku ingin kita membuka lembaran baru bersama mulai sekarang.  Kamu mau maafin aku kan? "


Awan berjongkong dihadapan biru dan mengeluarkan kotak cincin berwarna merah membukanya dihadapan biru,  terlihat cincin yang teramat cantik berwarna silver yang dikelilingi permata kecil berwarna biru disekelilingnya,  tampak terlihat sangat indah.

__ADS_1


" kamu mau menikah denganku?  Bahagia bersama dengan alisha. Aku sadar sekarang kalo aku cinta sama kamu. "


                                         ***


__ADS_2