
"jangan bengong, nanti kesambet. Mbah dukun udah pada tidur. Ucap biru menyadarkan awan yang hanya diam sembari mengambil sepotong martabak
Awan tak bisa menahan tawanya mendengar ucapan biru barusan yang kemudian sibuk menikmati martabak ditangannya. Awan menyelipkan rambut yang berada diwajah biru agar tidak mengganggu kegiatan makannya.
Biru menghentikan kunyahannya ketika mendapat perlakuan lembut awan pada dirinya, bukan karena masih ada perasaan yang tertinggal untuk awan, tapi karena tidak terbiasa dengan perlakuan seperti itu.
" kenapa? Jangan bengong entar naksir. Ucap awan tersenyum
Biru langsung melayangkan pukulan dilengan kanan awan karena kesal dengan ucapan awan yang tidak berubah sejak dulu.
"aww,,, sakit bir. Badan kamu aja yang kecil, tapi punya tenaga super. Kenapa gak beralih profesi aja? Ucap awan memberi usulan
" jadi apa? Tanya biru penasaran
" jadi ibu bagi anak-anak aku. Ucap awan bercanda
Biru sudah melayangkan tangannya hendak memukul awan lagi.
Melihat tangan maut biru, awan langsung berlari menjauh.
Tawa biru pecah melihat tingkah awan
" ngapain disitu? Sini. Ucap biru pada awam yang bersandar ditiang teras
" aku gak mau. Ucap awan dengan senyum misterius
"kenapa?
" karena kamu cantik dilihat dari jauh. Ucap awan cengengesan
" jadi kalo dilihat dari dekat aku jelek yah. Ucap biru nyengir.
Awan berjalan menghampiri biru dan kembali duduk disampingnya
" kalo dari dekat kamu lebih cantik. Gombal awan dengan senyum jahil
" au ah gelap. Ucap biru kesal dengan gombalan receh awan
Awan melihat jam yang melingkar ditangan kirinya. Sudah menunjukkan pukul 11.00 WIB tak terasa sudah satu jam awan mengahabiskan waktu bersama biru.
" bir, aku pamit pulang. Udah malem .
Biru mengikuti langkah awan sampai awan masuk dalam mobilnya. " hati-hati dijalan dan makasih buat martabaknya. Ucap biru dari luar
__ADS_1
Awan tersenyum lembut dan menatap biru
" kamu juga, selamat tidur. Assalamualaikum. Ucap awan kemudian menjalankan mobilnya
"waalaikumussalam. Ucap biru lirih kemudian masuk kedalam rumahnya.
***
Mama awan sibuk mondar-mandir dengan wajah khawatir, menunggu kedatangan sang anak yang selarut ini belum pulang . Mama takut terjadi sesuatu yang buruk pada awan, karena sudah berulangkali dihubungi tak ada jawaban.
Papa yang dari tadi melihat kekhawatiran sang istri merasa bersyukur, karena setelah hampir 20 tahun akhirnya istrinya mau membuka hati untuk menerima dan menyayangi awan. " ma, masuk udah malam. Nanti awan pasti pulang sendiri, dia udah besar bisa jaga diri. Ucap pak andi menghampiri istrinya.
" papa gimana sih, udah jam segini awan belum pulang. Biasanya juga jam 10.00 WIB udah dirumah, kecuali ada suatu hal mendadak. Ucap sang mama
Sebuah mobil hitam masuk kedalam garasi yang menandakan awan telah sampai dengan selamat.
" tu awannya udah pulang, kan papa bilang dia gak bakal kenapa-kenapa.
Awan heran ketika melihat orangtuanya masih berada diluar, tidak seperti biasanya " kenapa masij disini ma pa? Tanya awan ketika sudah sampai didepan mereka
" ini loh wan, mama kamu dari tadi khawatir sama kamu, ditelfon gak kamu angkat. Jelas papa pada awan
" oh iya. Tadi handphone awan ketinggalan dimobil. Ucap awan tersenyum" mama tenang aja awan bisa jaga diri, kan udah gede.
" mama percaya kamu bisa jaga diri. Tapi yang namanya musibah gak ada yang tau wan, jadi mama harap kamu gak pulang malam-malam lagi. Ucap mama cemas
" awan, sebenarnya ada yang mau kita omongin sama kamu. Ucap papa ketika mereka sudah berada didalam rumah
" ada apa pa? Tanya awan heran menatap papa lekat
" nanti aja pa, kasihan awannya pasti capek. Ucap mama
" gak papa ma, awan belum ngantuk juga. Ada apa. Kayaknya penting banget?
" sambil duduk aja wan, biar lebih enak. Ucap papa berjalan menuju sofa diruang tamu.
Awan mengikuti keduaorangtuanya, dengan penasaran. Karena jarang sekali papa bersikap seserius ini jika tidak ada hal yang sangat penting.
" gini, mama punya teman deket waktu masih kampung yang nenek tinggali sekarang. Dan teman mama punya saudara yang sudah meninggal dunia, mereka memiliki seorang anak yang hidup sendirian disini. Ucapan mama terhenti sejenak
" terus masalahnya apa? Tanya awan penasaran setelah mendengar cerita mama
Mama menatap sang papa memberi kode untuk melanjutka ucapannya.
__ADS_1
" jadi kita bermaksud buat jodohin kamu sama dia. Ucap papa serius
Awan sangat terkejut dengan ucapan serius papanya. Zaman modern sekarang, masih ada pakek jodoh-jodohan kayak siti nurbaya. Apalagi awan tidak tau sama sekali dengan wanita yang akan dijodohkan padanya.
" kita gak nyuruh kamu jawab sekarang, dan kita juga gak maksa. Tapi menurut mama dia itu wanita baik yang tepat buat jadi pendamping kamu. Semuanya terserah sama keputusan kamu. Ucap mama tersenyum
Awan menganggukkan kepalanya mendengar pengertian mama. Karena menurutnya menikah itu bukan hanya sekedar sah, tapi juga harus ada komitmen diantara keduanya, saling memahami dan melengkapi agar tidak ada hati yang tersakiti. Gimana semua itu bisa terjadi jika mereka tidak saling mengenal. " awan minta waktu beberapa hari.
" oke, kita tunggu jawaban kamu. Ucap papa sembari berdiri" papa mau istirahat dulu, besok ada metting. Kamu juga harus istirahat wan, besok harus kuliah. Kata papa kemudian berjalan menuju kamar bersama mama yang mengikuti dari belakang.
Hufftt...
Awan mengacak rambutnya frustasi, memikirkan tentang perjodohannya. Sebenarnya apa alasan mereka bersikap seperti ini, apa karena mama merasa bersalah setelah tahu bima yang membawa pergi bulan dihari pertunangannya. Bohong jika awan tidak marah dan kecewa. Tapi awan tidak menyalahkan siapa-siapa, karena awan juga sudah berusaha memperjuangkan cintanya. Dan ternyata dirinya dan bulan tidak ditakdirkan bersama. Awan percaya skenario tuhan itu lebih baik untuk setiap hambanya.
Dengan langkah gontai awan berjalan menuju kamarnya untuk mengistirahatkan tubuh dan pikirannya yang lelah. Setelah membersihkan badannya awan melihat ponselnya yang diletakan diatas meja. Ada pesan yang biru kirimkan dari 10 menit yang lalu.
Biru
Kamu udah sampai?
Bibir awan terangkat melihat pesan dari biru yang terkesan cuek.
Awan
" udah, kamu udah tidur?
Sudah 15 menit berlalu sejak awan mengirim pesan balasan pada biru tapi belum juga ada balasan. Awan merebahkan dirinya diatas tempat tidurnya dan memejamkan matanya, tanpa diminta bayangan biru yang terlintas dalam pikirannya. Suara notifikasi ponsel membuat awan bangun dengan cepat berharap menerima balasan dari biru.
Nando
Wan, pinjem duit dong.
Huffft...
Ternyata pesan dari nando yang mau meminjam uang kepadanya. " ini anak kebiasaan banget. Gerutu awan kesal
Awan
Iya. Tapi balikin, ini uang tabungan nikah gue. Tulis aja mau pinjem berapa. Ntar gue transfer.
Nando
Makasih ya wan, love you❤
__ADS_1
Melihat balasan nando membuat awan merasa geli melihat emoticon berbentuk hati diakhir kalimat.
***