Luka Biru

Luka Biru
12. kado mama


__ADS_3

"sorry,  gak seng.... Lidah biru terasa kelu  sekedar untuk melanjutkan ucapannya terasa berat. Tatapan itu,  netra coklat itu seakan meruntuhkan pertahananya yang ingin membuang jauh rasa yang menyakitkan.


" jangan lo deketin fero. Ucapan awan menyadarkan biru dari lamunannya.


Buru-buru ia berdiri dari posisinya


" gue nggak ngedeketin fero , Dan jangan ikut campur tentang hidup gue. Ucap biru sarkas


" lo tu emang nggak punya malu. Setelah gue tolak, lo malah ngedeketin temen gue.  Jauh-jauh deh dari hidup gue.


" dan gue nyesel udah pernah suka sama makhluk kayak lo. Ucap biru berlalu pergi meninggalakan awan.


                                       ***


Bulan begitu tampak bahagia mengingat malam ini akan ada pertemuan antar keluarga awan dan keluarganya. Mamanya yang sedari tadi sibuk menyiapkan masakan yanh begitu banyaknya.  Ruang tamu sudah dihias sedemikian rupa.  Bulan yang tampak sangat cantik menggunakan dress brukat berwarna dusty senada dengan mama dan papanya yang memakai kemeja dengan warna senada.


" biru udah lama nggak kesini?  Kamu lagi berantem? Tanya mama pada bulan sembari menata rambut bulan


" dia pasti malu lah ma mau kesini,  biru itu suka sama awan. Mood bulan berubah ketika membahas tentang biru.


" kamu jangan begitu bulan,  kasihan dia udah nggak punya siapa-siapa lagi.


" udah ya ma, aku males kalo ngebahas tentang dia, dihari bahagia ini.


Suara klakson mobil dari luar menandakan jika para tamu sudah datang. Pak broto dan bu broto buru-buru menyambut tamu agung mereka.


"mari silahkan masuk.  Ajak pak broto


Mereka pun duduk diruang tamu yang sudah ditata sedemikian rupa.


" pak andi gimana kabarnya?  Udah lama kita nggak ngopi bareng.  Tanya pak broto membuka obrolan


" wah iya pak,  itu karena bapak yang sudah sibuk sekarang. Ucap pak andi sembari tertawa.


Bulan menuruni anak tangga menuju ruang tamu . Awan kembali terpaku melihat bulan yang tampak sangat cantik malam ini.


" wan,  ngeliatnya biasa aja. Ucap pak andi mengingatkan


Awan yang mendengar ucapan papanya langsung menundukan kepalanya malu.


" jadi begini pak broto,  kedatangan saya sekeluarga kesini untuk membicarakan tentang pertunangan anak kita. Ucap pak andi kepada keluarga broto


" kalo saya dan istri tentu sangat menyetujui hubungan mereka berdua. Kata pak broto


" jadi gimana?  Kalian setuju kan untuk tunangan?  Tanya pak andi memastikan keputusan bulan dan awan


" awan setuju pa.  Ucap awan yakin


" bagus, gimana nak bulan? Bulan yang ditanya hanya mengangukan kepalanya tanda setuju.


" allhamdulilah,  sekarang tinggal menentukan tanggalnya. Ucap pak andi lega

__ADS_1


" sebaiknya acaranya diadakan setelah kelulusan saja,  supaya tidak mengganggu peljaran mereka. Biar mereka fokus belajar dulu.  Saran mama awan yang sedari tadi hanya diam


" saya setuju dengan bu andi,  itu lebih baik. Jangan terburu-buru. Alon-alon asal kelakon.  Ucap bu broto menyetujui usulan bu andi


Pak broto dan pak andi menganguka kepalanya tanda setuju dengan saran dari para istri.  Setelah menentukan tanggal dan bulan yang pas untuk pertunangan awan dan bulan.  Mereka pun melanjutkan keacara makan-makan keluarga.


                                         ***


Setelah mematikan beberapa lampu cafe,  biru keluar dan mengunci pintunya. Tepat saat biru berbalik,  sosok fero sudah berada didepannya sambil tersenyum.


" udah lama nunggu? Tanya biru


" nggak, baru aja nyampek. Jawab fero


" bohong,  kamu baru nyampek alam mimpikan? Pasti tadi kamu ketiduran. Tebak biru yakin


" nggak.


" nggak salah lagi maksudnya.  Ucap biru


" kamu kok tau aku abis bangun tidur. Tanya fero penasaran


" mata kamu merah,  trus dipipi kamu ada garisnya.


Fero langsung mengelap pipinya mendengar ucapan biru " garis jigong ya?  Tanya fero


" bukan , garis khatulistiwa.  Jawa biru tertawa.


" maaf deh,  nggak bakal ngulangin lagi. Ucap biru dengan muka melas


" jelek banget kamu,  kalo gitu.  Kata fero tertawa


"  bodo.  Kata biru santai


" jadi nganterin aku kan?


" kemana? Tanya biru


" beli kado buat mama.  Besok ulang tahun, aku gak ngerti urusan yang begituan. Ucap fero


" ohh,,,, kamu mau beliin apa?  Tanya biru lagi


" makanya,  aku mintak tolong sama akamu bir.  Aku nggak ngerti.


" tante sukanya apa?  Tanya bulan


" mama mah semuanya suka,  apalagi sama tanaman.


" gimana kalo anggrek aja? Usul biru


" anggrek? 

__ADS_1


" iya fer,  tantekan suka sama tanaman. Dia pasti suka sama anggrek. Kalo kamu nggak setuju juga gak papa. Kita cari yang lain. Ucap biru sambil menaik turunkan kudua alisnya


" aku setuju bir,  tapi jam segini mana ada toko tanaman buka.


Biru tampak berfikir keras,  memikirkan solusinya " aha,,,,,,, aku nemu solusinya. Ucap biru girang


" apa? 


" besok aku yang bawa anggreknya.  Dirumah ti banyak banget tanaman anggrek peninggalan ayah sama ibu. Ucap biru


" emang gak papa?  Ngerepotin kamu nggak?  Tanya fero memastikan


" ya nggak lah fer.  Tenang aja,  besok aku bawain


" oke!  Malam ini aku traktir kamu makan. Laperkan?


Biru menganggukan kepalanya antusias,  bohong jika biru bilang tidak lapar.  Sedari tadi siang biru belum makan apapun hanya minum air mineral.


" aku yang nentuin tempatnya yah.  Aku yakin kamu bakalan suka.  Ucap biru yakin


" boleh,  yuk. Aku ambil mobil dulu,  tunggu disini.


" nggak perlu fer,  jalan kaki aja. Deket kok, biar sekalian olahraga. Ucap biru menarik tangan fero semangat


Fero terus memandangi biru yang asyik berjalan sambil bercerita,  yang fero pun tidak tahu apa yang dibicarakan biru karena sibuk memandangi biru. Biru yang baru sadar fero sibuk menatapnya langsung memberhentikan jalannya.


" kenapa ngelihatin aku gitu.  Cantik?  Pertanyaan yang kelewat pede itu menyadarkan fero dari lamunannya.


" nggak. Aku cuma heran sama kamu yang ternyata cerewet banget. Ucap fero menyangkal pertanyaan biru


" tapi kamu suka kan.  Ucap biru sambil menepuk pundak fero " ya udah yuk,  kita udah sampai


Fero membulatkan matanya setelah mengetahui tempat yang menjadi referensi biru. Tempat yang belum pernah fero datangi sekalipun. Hanya tenda kecil yang berada dipinggir jalan, tidak ac,  tidak ada waiters yang berpakaian rapi. Hanya abang-abang setengah baya yang menyambut kedatangan mereka.


" mba biru,  mau pesen apa?  Tawar abang pemilik yang sudah mengenal biru


" bentar ya bang,  aku tanya temenku dulu. Ucap biru pada abangnya" fer mau pesen apa?


"hah?  Pesen?  Nggak ada lembaran menunya?  Tanya fero dengan ekspresi yang sulit diartikan


Biru langsung tersenyum mendengar pertanyaan fero " itu menunya udah ditulis segede itu.  Tunjuk biru pada spanduk yang dipasang mengitari tempat mereka " kenapa?  Kamu nggak pernah makan ditempat kayak gini?  Tanya biru pada fero


" emm,,, pernah.  Ucap fero menyangkal pertanyaan biru. " aku pesen yang sama dengan kamu?


" yakin?  Tanya biru memastikan


" iya.  Jawab fero yang masih menyesuaikan  keadaan.


Biru berjalan menuju abang-abang yang masih sibuk melayani pembeli lain. Setelah menyebutkan pesanannya pada abangnya biru kembali duduk bersama fero


" percaya sama aku,  kalo makanan disini itu enak. Ucap biru sambil tersenyum

__ADS_1


                                           ***


__ADS_2