Luka Biru

Luka Biru
50. Mentri jomblo


__ADS_3

Ampron warna mocca telah terpasang rapi ditubuhnya,  biru mengambil ikat rambut didalam saku dan mencepol rambutnya tinggi,  pagi ini setelah mengantar alisha biru bergegas ketoko untuk membuat cake seperti biasa.


Harum mentega langsung menyeruak tatkala biru memanggang kue buatannya. Setelah selama hampir 2  jam biru berkutat dengan tepung dan kawan-kawan akhirnya biru menyelesaikan tugasnya dengan baik,  beberapa macam cake dengan tampilan luar biasa telah tertata rapi dietalase tokonya .


Lagu berjudul Percaya yang dinyanyikan oleh raisa feat afgan,  mengalun merdu didalam toko.


Biru merentangkan kedua tangannya dan menggerakkan kepalanya kekiri dan kekanan yang terasa sedikit pegal.


" ponsel ku dimana yah." gerutunya mengingat dimana ia meletakkan ponselnya terakhir kali.


" ah,  iya.  Dimotor,  kok bisa lupa gitu,  emang dasar kalo udah tua mah,  suka pelupa. " gerutunya sambil berjalan kedepan.


" may, santi mana? "  tanya biru pada maya yang sedang mengelap meja dan kursi sendirian.


Maya meletakkan lap yang dipegangnya dan berbalik menghadap biru yang berada dibelakangnya.


" santi lagi beli sarapan didepan bu. " jawab maya sopan


" oh,  ya udah kalo gitu. Nanti kalian sarapan aja dulu,  baru nanti dilanjutin kerjanya. "


" baik bu. "


Biru berjalan keluar menuju motornya untuk mengambil ponsel. Sembari bernyanyi mengikuti lagu yang sedang mengalun merdu.


Selamanya kita akan bersama


Melewati segalanya...


" nah,  ini dia. " kata biru ketika melihat ponselnya yang berada di desbor bagian depan motornya.


Walau mungkin terlalu cepat


Bagi kita ber....


Nyanyian terpaksa berhenti saat matanya melihat sosok awan ramadhan tengah berdiri dengan kemeja maroon dan celana hitam yang tampak pas dibadannya.


Awan berjalan menghampiri biru yang tengah menatapnya terkejut.


Netra itu,  masih saja menjadi alasan

__ADS_1


rindu yang biru rasakan pada sosok didepannya ini.


Hembusan angin yang menerpa wajah biru membuat helaian rambut yang terlepas dari ikatannya bergerak melambai-lambai diwajah biru,  hingga membuat tangan awan terulur bermaksud menyelipkan rambut itu dibelakang telinga biru. Belum sampai tangannya menyentuh helaian rambut biru,  tangannya sudah ditahan dan dihempaskan oleh biru.


" kenapa? " tanya biru sambil membenarkan rambut dan mengalihkan tatapannya kearah lain.


Awan masih tak bergeming dari kebisuannya, matanya masih saja terus terpaku pada wanita didepannya.


" aku mau ngomong sesuatu. " ucap mereka bersamaan.


Awan menggaruk tengkuknya yang sebenarnya tidak gatal.


" kamu duluan. " ucap awan.


" kita duduk disana. " tunjuk biru pada salah satu bangku yang berada diluar toko.


Awan tampak mengikuti biru lalu duduk didepannya.


" aku udah bilang semua tentang kamu sama alisha. Aku cuma mau minta tolong bersikap baik pada alisha dan untuk hari ini tolong temui alisha."


Awan menatap biru yang mengalihkan pandangannya kearah lain. Biru tidak berubah sama sekali,  dia tetap sama,  cantik dan sederhana. 


" sebelumnya aku mau minta maaf sama kamu dan alisha,  atas semua yang aku lakuin selama ini,  yang tidak peduli sama kalian dan berlari dari tanggung jawab. "


" aku bukan ayah yang baik buat alisha,  tapi aku berterimakasih atas semua kebaikan kamu yang tidak melarangku bertemu alisha. Begitu banyak kesalahan yang aku perbuat dimasa lalu sampai saat ini." awan menghembuskan nafasnya pelan.


" Selama ini Tuhan telah memberi hukuman atas semua kesalahan aku,  Tuhan telah mengambil semuanya dari kehidupanku. Aku sama sekali tidak marah pada-Nya,  karena aku tahu ini setimpal atas apa yang udah aku perbuat. Tapi,  sekarang aku hanya ingin memperbaiki semuanya,  aku mau menebus semua keslahanku . Aku juga ingin berterimakasih pada kamu yang sudah hadir dalam hidup aku meski tidak lama,  karena dari sana aku bisa belajar,  bahwa akan ada balasan yang setimpal disetiap kesalahan yang kita lakukan. " lanjut awan


" hari ini aku mau mengajak alisha dan kamu keluar,  aku ingin mengenal alisha, ingin menghabiskan waktu bersama dia , meski ini sudah sangat terlambat. "


Biru mentapa awan yang juga tengah menatapnya lekat. Ada kejujuran dari sorot mata awan,  ada penyesalan dan ada luka.


" baik." ucap biru dengan ekspresi datar.


Biru berjalan kearah motornya dan mengabil satu paperbag berukuran sedang berwarna pink kemudian membawanya kearah meja awan.


" ini , tolong nanti kamu berikan pada alisha nanti.  Karena kemarin aku bilang kalo kamu akan memberi dan menyiapkan kejutan untuknya.  Alisha sangat menyukai sepatu itu. Bilang saja ini dari kamu. " ucap biru menyerahkan paperbagnya pada awan.


Awan lantas menerima pemberian biru "terima kasih. " ucapnya.

__ADS_1


" hari ini biar aku yang menjemput alisha kesekolah,  aku hanya perlu tahu jam berapa dia pulang dan alamat sekolahnya. "


Biru menyebutkan alamat sekolah alisha pada awan,  karena dia yakin alisha akan sangat senang jika mengetahui akan hal ini.


" aku masuk dulu, aku nanti akan ikut. takut alisha tidak mengenali kamu. tunggu aku sebentar" ucap biru lalu pergi meninggalkan awan.


Sepeninggalan biru awan berjalan menuju mobilnya sembari bersiul dengan hati berbunga,  akhirnya Tuhan mempertemukannya dengan putri kecilnya setelah sekian lama.


***


Nichol terus saja tersenyum disepanjang jalannya. Dengan koper hitam kecil dan beberapa paperbag berisi oleh-oleh untuk alisha dan juga calon istrinya.


Sedangkan pria berkacamata yang berada dibelakang nichol tampak kewalahan menyamai langkah kaki bos sekalia sahabatnya itu.


" tungguin gue woy." teriaknya pada nichol yang terus berjalan tanpa menggubris teriakannya.


" heran deh gue,  buru-buru banget.  Kayak dirumah ada istri yang lagi nungguin aja. Nikah aja belum. " gerutunya sambil terus mempercepat jalannya.


Dua pengawal berbadan besar dan berjas hitam telah menunggu kedatangan mereka. Melihat nichol yang berjalan kearah mereka,  dengan sigap mereka mengambil alih semua barang bawaan ditangan nichol.


" cepet banget lo jalan,  itu kaki apa kereta api. " gerutunya saat sudah berada didalam mobil hitam yang sudah terparkir menunggu mereka.


Sedangkan nichol hanya tersenyum lalu melepas kacamata yang bertengger dihidung mancungnga.


" senyum melulu lo dari tadi,  udah gak waras?  " tanyanya dengan senyum kecut.


" gue udah gak sabar buat ketemu calon bini sama anak gue. " ucap nichol tanpa senyum


"hadeh,  sombong banget mentang-mentang udah punya pasangan. Kemaren aja jadi mentri jomblo,  lah sekarang sekali dapet pasangan langsung dapet anak. Hebat bener lo,  pakek mantra apaan,  bagi sama gue kali aja gue bisa dapet kayak lo. "


" mau tau gak mantra apa yang gue pakek." ucap nichol membalikkan badannya menghadap dengan wajah serius.


budi Langsung menganggukan kepalanya cepat tersenyum lebar. Selebar jalan tol.


" gue mandi kembang 7 rupa dengan air 7 sumur yang berbeda.  Terus gue semedi selama 1 tahun nggak boleh makan cuma boleh minum air hujan. "


Budi lantas Membelalakan matanya tak percaya dengan ucapan ngawur nichol.


Pletak

__ADS_1


Budi Menjitak kepala nichol dengan tangan lentiknya itu.  Bukannya marah nichol malah tertawa terpingkal-pingkal melihat ekspresi sahabatnya itu.


                                          ***


__ADS_2