
Sang mama yang melihat keakraban keduanya tersenyum bahagia. Karena mama tahu, selama ini fero tidak pernah sedekat ini dengan wanita, semenjak penghianatan seseorang yang begitu fero cintai dimasa lalu.
"cake coklatnya sudah siap. Teriak mama membawa cake coklat yang baru saja matang.
" mama tau aja, kalo anak ganteng satu ini lagi pengen makan yang manis-manis. Ucap fero girang.
Tangan fero sudah bergerak maju untuk mengambil cake yang sudah berada di meja.
Plak...
Sang mama dengan sigap memukul tangan fero yang sudah berada diatas cake
" nggak sopan sama tamu, mama bikin ini buat biru bukan buat kamu. Ucap mama bercanda ingin membuat fero kesal
Biru yang melihat ekspresi fero yang langka, langsung tertawa keras.
" ma, fero anaknya mama loh. Malu dong sama calon mantu, nanti biru nggak mau jadi mantunya mama karena mama nakal. Ucap fero pada sang mama yang ikut tertawa mendengar ucapan fero
" emang biru mau jadi pacar kamu? Tanya mama penasaran
Biru yang mendengar pertanyaan yang mama ajukan pada fero, buru-buru mengambil cake yang berada didepannya .
" emm,, enak banget loh tan. Ucap biru mengalihkan topik pembicaraan
Mama yang mendengar pujian biru tersenyum lebar. " allhamdulilah kalo kamu suka. Ucap mama
Saat biru ingin memasukkan potongan cake yang berada digarpunya kedalam mulut, tiba-tiba saja tangan fero menarik tangan biru dan langsung melahapnya sambil tersenyum lebar .
Biru yang sempat terkejut dengan tingkah fero hanya tersenyum, dan kemudian mengambil cake lagi lalu menyuapkannya pada fero. Fero yang mendapatkan perlakuan dari biru tersenyum senang.
Mama kembali tersenyum melihat kedekatan mereka. Dan berjalan kembali kedapur untuk membuat minuman dingin .
Biru meletakkan garpunya setelah menyuapi fero .
" ini diminum dulu bir. Tawar sang mama pada biru
" iya makasih tan, maaf banget biru ngerepotin tante. Ucap biru tidak enak
" mama nggak repot bir, malah mama seneng ada temennya. Ucap fero lalu menyeruput minumnya " iya kan ma? Tanya fero meminta persetujuan mama
" iya bir, tante seneng malah kalo kamu sering kesini. Ucap mama tersenyum " oh ya, kamu suka sama anggrek? Tanya mama fero pada biru
" suka tan, tapi bapak yang lebih suka. Tanaman anggrek dirumah juga semua yang nanam bapak waktu masih ada. Ucap biru tersenyum.
__ADS_1
Fero mengambil handphone didalam sakunya, karena sedari tadi terus bergetar. Setelah membaca pesan yang diterimanya fero merasa tidak enak pada biru karena harus pergi meninggalkan biru dirumah.
" bir, maaf banget aku harus pergi, soalnya ada urusan kampus. Ucap awan tidak enak
" ya udah gak papa fer, nanti aku pulang sendiri. Kata biru tersenyum
" kamu nanti jangan pulang dulu, tunggu aku yah. Pinta fero pada biru
" udah sana fer, buruan berangkat. Biar biru disini nemenin mama. Ucap mama pada fero
" fero berangkat ma, assalamualaikum. Ucap fero menyalami sang mama " tunggu aku pulang yah. Pinta fero pada biru kemudian pergi meninggalkan rumah
Melihat perlakuan fero pada biru mama tau, jika fero benar-benar mencitai biru. Mama harap fero bisa melupakan masa lalunya. Dan akan terus bahagia kedepannya bersama orang yang dicintainya tak peduli siapapun dan dari kalangan apapun yang terpenting dia adalah orang yang berperilaku baik.
" tante suka bunga anggrek yah? Tanya biru
" iya bir, segala jenis anggrek tante suka. Jawab sang mama " oh ya memangnya keduaorangtua kamu dimana?
Biru menghela nafasnya pelan, masih sulit baginya jika menceritakan tentang orangtuanya. " mereka udah meninggal tan. Jawab biru pelan
" tante turut berduka cita buat mereka. Ucap tante tidak enak pada biru
" gak papa kok tan, lagian biru juga ikhlas dengan kepergian mereka
Mama fero menganggukan kepalanya mengerti dengan perasaan biru.
" memangnya kalo boleh tante tahu, siapa nama bapak sama ibu kamu? Tanya mama fero penasaran
" bapak hartanto dan ibu kemuning tan. Ucap biru
" kamu punya fotonya? Tanya mama fero was-was
" iya ada tan. Ucap biru mengambil hamdphone didalam tasnya kemudianenunjukannya pada mama fero.
Biru bingung ketika melihat mama fero menegang melihat foto keduaorangtuanya.
" tante kenapa? Sakit? Tanya biru khawatir
" tante gak papa. Bir, tante lagi gak enak badan . Ucap mama pada biru
" biru buatin jahe anget yah buat tante, biar mendingan
" gak perlu, tante mau istirahat. Jadi kamu boleh pulang. Ucap mama fero mendorong biru agar keluar dari rumahnya.
__ADS_1
" tante beneran gak...
Belum sempat biru menyelesaikan ucapannya pintu telah ditutup rapat oleh mama fero. Biru bingung melihat perubahan sikap mama fero padanya. Disisi lain dia juga khawatir jika terjadi apa-apa pada mama fero. Biru buru-buru menghubungi fero untuk memberitahu keadaan sang mama, tapi berungkali biru berusaha menghubungi masih tidak ada jawaban. Hingga akhirnya biru memutuskan pulang kerumah.
***
Awan sedang duduk menunggu bulan yang sedang mencoba gaun pertunangan mereka disalah satu butik ternama.
" yang, ini gimana?
Awan yang mendengar suara bulan langsung mengakat kepalanya melihat keasal suara. Tatapannya kembali terpaku melihat bulan memakai gaun nude dengan panjang menjuntai melekat pada bulan.
" yang... panggil bulan membuyarkan lamunan awan
"apa? Tanya awan
" ih, ngelamunin apa sih. Ini gimana bagus nggak? Tanya bulan heran dengan sikap awan
" iya, itu bagus. Kamu cantik. Ucap awan pada bulan
Bulan tersenyum mendengar ucapan awan, langsung berlari kearah awan dan mengecup pipi awan singkat.
Awan yang mendapatkan perlakuan mendadak bulan, langsung salah tingkah. Dan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
" makin cinta deh sama kamu. Ucap bulan berlalu meninggalkan awan
Sepeninggalan bulan awan tersenyum bahagia. Kebahagiannya tidak akan bisa diungkapkan lewat kata-kata. Ia merasa sangat beruntung memiliki bulan dalam hidupnya.
Setelah menyelesaikan baju pertunangan mereka. Bulan mengajak awan untuk makan siang disebuah restourant favoritnya.
" kamu pesen apa yang? Tanya bulan pada awan
"sa..
"samain aja sama kamu. Pasti kamu mau bilang gitu kan. Tebak bulan memotong ucapan awan " kamu tu harus punya pilihan sendiri dong yang, jangan ngikutin orang lain terus. Ucap bulan pada awan yang memang selama ini selalu menuruti apa yang ingin bulan lakukan.
" kamu mau apa? Tanya bulan sekali lagi
"samain aja sama kamu. Ucap awan masih sama
Bulan hanya mampu menghela nafasnya mendengar jawaban yang sama dari awan. Setelah menunggu kurang lebih dua puluh menitan akhirnya pesanan mereka pun sudah tertata rapi diatas meja.
" selamat makan sayang. Ucap bulan tersenyum lembut pada awan
__ADS_1
Tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang melihat mereka terluka.
***