
Fero melihat awan dan biru yang sudah berada dicafe tempat mereka biasa bertemu.
" hai wan, bir... Sapa fero ketika sudah berada didepan mereka.
" hai bro, tambah gede aja tu badan. Ucap awan tertawa jahil.
" nando mana? Tanya awan heran karena tidak melihat keberadaan nando, biasanya dia akan datang bersama dengan fero.
" gak bisa dateng katanya, lagi banyak tugas dari dosen. Jawab fero
" keyla mana? Tanya biru
" dia nitip salam buat kalian, tadi sih rencananya mau ikut tapi dia lagi gak enak badan, jadinya gak jadi ikut.
Biru hanya menganggukan kepalanya mengerti.
" lo mau ngomongin apa? Katanya ada hal penting.
" gini, gue tadi juga udah bilang sama nando lewat telfon. Gue mau tunangan sama keyla, jadi gue mau minta bantuan kalian buat mempersiapkan semuanya. Dan aku juga mau ngasih keyla sedikit kejutan buat dia.
" lo tenang aja, kita pasti bakal bantuin. Ucap awan bahagia mendengar ucapan fero tentang pertunangannya yang artinya fero telah melupakan biru dari hatinya.
" kalian gimana? Tanya fero ambigu
"kita baik-baik aja. Jawab awan santai
Sedangkan biru hanya tersenyum menjawab pertanyaan fero.
" bukan itu maksudnya wan. Ucap fero gregetan dengan jawaban awan dan respon biru yang hanya tersenyum. Secara gitu mereka udah nikah selama 6 bulan dan fero sudah siap untuk menjadi om bagi anak-anak mereka nanti.
" terus apa? Tanya awan santuy
Fero menghembuskan nafasnya pelan dengan ekspresi santai awan. Itu bocah emang polos atau dodol ya. " gak jadi deh, gue lupa. Jawab fero terlanjur malas pada respon awan.
" mas? Panggil biru pada awan yang berada disampingnya
" kenapa? Tanya awan heran dengan gerak-gerik biru yang mencurigakan
" aku laper.
__ADS_1
Kalimat yang keluar dari mulut biru membuat awan membulatkan matanya terkejut, tidak seperti biasanya biru merasa lapar padahal sudah makan satu piring nasi goreng dua puluh menit yang lalu. " kamu pesen lagi aja. Mau mas pesenin?
Biru menggelengkan kepalanya cepat mendengar ucapan awan. " aku pengen makan sate yang deket rumah kita itu. Ucap biru malu
Mendengar keinginan biru awan menoleh pada fero, karena merasa tidak enak jika harus pulang lebih dulu dan meninggalkan fero sendirian.
Fero yang paham situasi langsung angkat bicara " udah lo pergi aja wan, anterin biru. Nanti anak lo ileran lagi, kalo gak diturutin.
Biru sontak melayangkan pukulan andalannya pada lengan fero setelah mendengar ucapan tak terduga dari fero.
" astaghfirullah, tega banget lo bir masih gak berubah itu pukulan maut. Tetep aja sakitnya bikin meringis. Keluh fero merasakan sakit yang tak biasa dari pukulan biru yang sudah lama tidak dia rasakan.
Awan hanya tersenyum geli melihat adegan langka didepannya.
" lagian kamu sih fer, ngomongnya suka sembarang, aku itu belum hamil. Tapi, doain aja biar cepet hamil. Ucap biru nyengir
" Aamiin. Gue doain biar si awan cepet jadi bapak, trus gue jadi om. Iya gak wan? Tanya fero menggoda awan yang masih sibuk dengan ponselnya.
Biru sedikit bingung dengan tingkah awan yang tidak biasa.
" wan, sibuk banget bukannya mau pulang. Kasihan tu biru nanti kelaparan. Ucap fero menyadarkan awan
" kok bisa dadakan gini? Tanya fero
" iya, soalnya aku tadi lupa. Ya udah sory banget yah, aku harus berangkat sekarang. Fer, gue mintak tolong anterin biru pulang yah. Tolongin gue. Ucap awan dengan wajah yang menunjukan kekhawatiran dan langsung pergi.
Biru mencoba mengerti dengan alasan awan, meski ada sedikit rasa yang tak biasa dihatinya.
" bir, aku anterin pulang sekarang. Udah malam, gak baik buat kesehatan kamu nanti. Kamu gak usah khawatir awan gak mungkin macam-macam diluar sana, dia itu tipe orang yang setia. Ucap fero memberi pengertian pada biru.
" aku percaya kok sama mas awan. Ucap biru tersenyum " ya udah yuk, tolong anterin aku pulang sekarang.
Mereka pun berjalan menuju mobil fero bersama-sama.
" fer, aku boleh mintak tolong gak? Tanya biru sedikit tidak enak pada fero karena takut direpotkan akan permintaannya, tapi biru sangat menginginkan makanan itu.
" kenapa? Ngomong aja bir, gak usah ngerasa gak enak gitu, kita kan udah lama temenan, kayak baru kenal aja.
" itu, boleh berhenti bentar gak didepan sana, aku pengen makan sate. Pinta biru memasang muka melas pada fero
__ADS_1
" ohh, boleh dong bir. Ucap fero tersenyum pada biru.
Setelah menepikan mobilnya, fero keluar menemui biru yang keluar lebih dulu darinya.
" mau makan disini atau dibungkus? Tanya fero pada biru yang berdiri mengantri giliran.
" emm, makan disini boleh? Tanya biru menatap fero
" boleh, ya udah sekalian aku juga mau. Jawan fero nyengir, karena fero merasa perutnya berbunyi ketika mencium aroma sate yang menguar memasuki indra penciumannya.
" oke, makasih. Ucap biru gembira
Bapak-bapak dengan peci yang melekat dikepalanya dan handuk yang tersampir dipundaknya dengan senyuman sumringah berjalan menuju meja biru dan fero membawa nampan yang berisi dua piring nasi dan sate yang mereka pesan.
" makasih ya mang. Ucap fero ketika makanannya telah berada dimeja mereka
" iya mas, selamat menikmati. Ucap bapak pedagang ramah.
Melihat sate yang ditaburi sambal kacang dengan aroma yang luar biasa, membuat biru langsung menyantap makanannya dengan antusias.
" kamu laper apa doyan bir ? Tanya fero tersenyum geli melihat biru yang sangat lahap menyantap makanannya.
" dua-duanya. Jawab biru nyengir kuda.
" pelan-pelan makannya, dikunyah yang bener jangan cepet-cepet gak baik buat pencernaan kamu. Nasehat fero pada biru
Biru yang masih sibuk dengan makanannya hanya tersenyum mendengar nasehat fero.
Setelah menyelesaikan makan, fero langsung mengantarkan biru kerumah yang sudah kelihatan capek .
" makasih ya fer, udah nemenin aku makan terus nganterin aku sampai rumah. Ucap biru
" iya bir, aku langsung pulang. Kamu hati-hati dirumah. Ucap fero lalu masuk kedalam mobil
Biru memasuki rumah yang selama 6 bulan ini telah ia tempati bersama awan, rumah yang menjadi saksi suka dan duka, tangis dan tawa yang mereka lalui. Biru berharap selamanya mereka akan tetap bersama, dan semoga tuhan secepatnya mempercayakan amanah kepada mereka untuk dikaruniai anak-anak yang nantinya akan membawa tawa dirumah ini.
Dengan cepat biru mengambil ponselnya didalam tas, begitu ingat akan awan yang tidak memberi kabar padanya sedari tadi. Sudah berungkali biru mencoba menghubungi nomor awan tapi nihil tidak ada jawaban sama sekali. Biru berdoa semoga awan selalu dalam lindungan tuhan dimanapun dia berada
***
__ADS_1