
Saat kusendiri kulihat foto dan video
Bersamamu yang tlah lama kusimpan
Hancur hati ini melihat semua gambar diri
Yang tak bisa kuulang kembali
Sebuah lagu mengalun begitu merdu dengan petikan gitar yang begitu selaras, masuk kedalam pendengaran fero saat baru saja pulang membeli cake coklat kesukaannya yang berada tidak jauh dari rumah.
Tepat didepan sebuah coffeshop terlihat sosok wanita yang belakangan ini berusaha keras untuk dihilangkan dari hatinya. Wanita yang belakangan ini dibuatnya menangis karena keegoisannya. Wanita yang ternyata masih menetap dihatinya. Nada demi nada dinyanyikan dengan penuh penghayatan, seakan setiap lirik yang tertulis adalah isi hatinya
Kuingin saat ini engkau ada disini
Tertawa bersamaku seperti dulu lagi
Walau hanya sebentar tuhan tolong kabulkanlah
Bukannya diri ini tak terima kenyataan
Bukannya diri ini tak terima kenyataan
Hati ini hanya rindu...
Kurindu senyummu
Tanpa terasa setetes air mata mengalir begitu saja dipipi tirus biru. Suara tepuk tangan dari orang yang mendengar lantunan lagunya membuat biru menghapus cepat air matanya. Setelah melemparkan senyum dan mengucapakan terima kasih tulusnya pada penonton, biru memberikan gitar yang dipakainya kepada sang pemilik dan pergi untuk pulang kerumah.
Rindu, satu kata yang biru rasakan saat ini rindu akan sosok ibunya yang selalu memberi kehangatan disetiap dinginnya, memberi senyum dikala tangisnya. Yang selalu mengajarkan akan penting memaafkan kepada orang yang telah berbuat salah kepadanya. Karena tanpa disadari mungkin biru juga melakukan kesalahan kepada orang lain. Dan juga rindu pada sosok fero yang masih saja berada dalam hatinya.
Biru mengeratkan dekapan tangannya karena dinginnya angin malam. Tujuannya sekarang hanya ingin cepat sampai rumah agar bisa mengistirahatkan tubuhnya yang sudah sangat lelah.
Tiba-tiba saja seseorang menarik kuat tas ransel biru, sehingga membuat badan biru yang kecil berbalik dengan mudah dan sudah berada dalam pelukan erat seseorang. Biru mencoba melepaskan pelukannya dari orang yang tidak diketahui.
__ADS_1
" lepasin gue, lo gila. Lepasin gue. Ucap biru masih berusaha melepaskan pelukannya
" aku rindu kamu. Ucap fero masih tak mau melepaskan pelukannya
Biru yang mengenal suara familiar itu, langsung terdiam tanpa kata. Beberapa menit mereka larut dalam pikiran mereka masing-masing. Ucapan fero beberapa minggu yang lalu berputar dikepala biru, dengan cepat biru mendorong kuat tubuh fero sehingga sedikit terhuyung kebelakang.
Meski saat ini biru masih mencintai sosok didepannya sekarang, tapi rasa marah, benci masih memimpin rasa biru pada fero saat ini. Biru buru-buru membalikan badannya, karena muak dengan keberadaan fero yang telah menyakitinya begitu dalam.
Fero yang melihat langkah biru, langsung menahan lengan kecil biru. " tunggu, aku mau ngomong. Ucap awan
Amarah yang biru rasakan saat ini masih sangatlah besar, hingga untuk sekedar melihat fero saja membuatnya malas.
" jangan ganggu gue. Ucap biru menghempaskan tangannya tanpa menoleh pada fero yang berada dibelakangnya.
" 15 menit, aku jelasin semuanya. Pinta fero memohon
Biru langsung membalikan badannya mengahadap fero, untuk melyapkan semua kekesalanya pada fero yang keras kepala.
" lo mau jelasin apa hah, mau jelasin kalo ibu gue adalah perebut kebahagiaan keluarga lo. Iya? Gue udah capek, buat ngedengerin kata-kata kejam dari mulut lo. Jadi, gue mohon dengan sangat jangan ganggu gue lagi. Ucap biru keras, kemudian membalikan badannya dan meninggalkan fero dengan langkah cepat.
***
Sesampainya dirumah biru membanting pintu rumah dengan keras, kesal, marah menjadi satu dalam dirinya saat ini. Kenapa disaat dia sedang berusaha keras melupakan sosok fero dalam kehidupannya, tapi dia justru kembali lagi dengan menyatakan rasa rindu yang sebenarnya juga biru rasakan. " kenapa kamu dengan mudahnya ngeruntuhin pertahanan aku untuk gak terlibat lagi dalam hidup aku. Ucap biru pada dirinya sendiri.
Tok.. Tok..
Biru segera bangun dan menghapus air matanya, ketika mendengar suara ketukan pintu rumahnya. Setelah merapikan rambutnya yang sedikit berantakan, barulah biru membuka pintu dan langsung melihat sosok awan dengan senyuman lebar.
" hai... Sapa awan
Biru yang jeran dengan kedatangan awan, langsung penasaran " awan, ngapain malem-malem kesini? Tanya biru
Awan mengakat kotak yang dibungkus plastik yang dibawanya. " aku pengen makan bareng kamu. Ucap awan
__ADS_1
Biru tersenyum lembut mendengar ucapan awan " kan bisa besok, kamu gak capek? Tanya biru
Bibir awan sengaja dimajukan, untuk mengelabui biru dengan berpura-pura ngambek
" kamu gak mau, ya udah aku pulang aja.
" aku juga laper. Ucap biru berharap awan tidak marah atas pertanyaan tadi.
Awan langsung berbalik mendengar ucapan biru dan menggandeng biru untuk duduk dikursi yang berada didepan rumahnya. Dengan antusias awan membuka kotak yang berisi martabak dengan toping keju dan coklat yang masih hangat. Dengan sigap awan menyodorkan satu potong martabak pada biru.
Tanpa basa-basi biru menerima dengan senang hati karena memang perutnya sedang lapar dan biru sangat menyukai kudapan manis satu ini.
" gimana, enak? Tanya awan setelah satu potong martabak ditangannya habis.
Biru hanya menganggukan kepala menjawab pertanyaan awan dikarenakan kondisi mulutnya yang masih mengunyah martabak pemberian awan.
" mau lagi?
Biru mengambil alih martabak yang berada ditangam awan, dan menyuapkannya kembali keawan. " gantian dong, masak aku aja yang makan.
Satu potongan martabak langsung masuk kedalam mulut awan dalam satu suapan. Seketika itu awan merasakan lelehan coklat yang luar biasa dan parutan keju yang menambah cita rasa dari makanan bertekstur lembut itu.
" kamu pasti beli martabak ini di gang depan kan? Tebak biru
" iya, kamu pasti sering kesana. Tebak awan balik
Biru menautkan alisnya mendengar tebakan awan. " gak sering, tiap awal bulan aja pas nerima gaji. Ucap biru tersenyum menampilkan deretan gigi putihnya
Melihat eskpresi awan, biru bisa menebak pasti awan merasa kasihan dengan kehidupannya.
" kenapa? Kasihan sama aku? Tanya biru yang sudah hafal dengan ekpresi yang ditampilkan awan, sering sekali ketika seseorang baru pertama kali tahu tentang kehidupan biru yang hanya hidup seorang diri tanpa keluarga. " udah kamu tenang aja, aku gak papa kok. Aku gak pernah ngeluh dengan kehidupan yang aku jalanin saat ini. Malah aku bersyukur karena Allah masih memberi nikmat yang begitu luar biasa buat aku, aku masih punya rumah buat berteduh dari panasnya matahari dan dingginnya hujan, aku masih diberi sehat untuk bisa bekerja . Masih banyak orang diluaran sana yang hidupnya gak seberuntung aku. Mereka gak punya rumah buat ditinggali, dan harus berjuang lebih keras untuk sesuap nasi. Anak-anak kecil yang seharusnya masih menikmati masanya untuk belajar dan bermain, tapi mereka harus rela merelakan itu semua untuk membantu orangtuanya. Ucap biru tanpa terasa meneteskan airmata, ketika seringkali melihat orang yang tidak seberuntung dirinya.
Dalam hati awan merasa sangat kagum dengan sosok biru yang tidak pernah mengeluh tentang kehidupannya. Kehidupannya lebih baik daripada biru, masih mempunyai keduaorangtua yang sayang padanya, tidak harus bersusah payah untuk mendapatkan apa yang diinginkannya. Ketika banyak orang yang berjuang mati-matian untuk bisa menjadi seorang mahasiswa untuk mencapai cita-cita mereka demi membuat bahagia keluarga, sedangkan awan sudah deberi banyak kemudahan tanpa harus memikirkan tentang biaya dan yang lain, seringkali malas untuk berangkat kuliah.
__ADS_1
" jangan bengong, nanti kesambet. Mbah dukun udah pada tidur. Ucap biru menyadarkan awan yang hanya diam sembari mengambil sepotong martabak
***