
" *ngapain kesini, nggak jelas banget kamu. Kata bulan heran dengan bima yang hanya senyum nggak jelas menatap bulan
" mau ketemu calon mertua. Ucap bima tanpa menghilangkan senyumya
" oh, kamu mau kerumah pacar kamu. Ya udah. Ucap bulan pergi
Lagi-lagi tangannya ditahan oleh bima dari dalam mobil
" aduh sakit bambang. Ucap bulan menarik tangannya
" kamu nggak mau ngucapin sesuatu gitu ke aku. Ucap bima sengaja mengulur waktu.
" ohh, jadi kamu ngikutin aku dari tadi cuman pengen mintak ucapan terima kasih aku. Dasar, nolong nggak ikhlas. Gerutu bulan
" aku denger. Ucap bima gemas melihat ekspresi bulan
Huft, bulan membuang nafasnya kasar dan menghampiri bima yang berada didalam mobil. " bapak bima yanh terhormat saya ucapkan TERIMA KASIH kepada anda atas pertolongannya kepada saya beberapa hari yang lalu. Ucap bulan menekankan kata terimakasih tepat ditelinga bima
" imbalannya?
" what? Imbalan? Tanya bulan tidak menyangka bima akan meminta imbalan atas pertolongannya
" besok dan seterusnya aku yang akan jemput kamu, nggak ada penolakan. Ucap bima dan pergi meninggalakan bulan dengan segala kebingungannya.
" nggak waras, emang ini orang. Gerutu bulan berjalan masuk kerumah.
***
Bima bukanlah sosok orang yang suka bermain-main dengan perkataannya, sepulang sekolah dia langsung menjalankan mobilnya untuk menjemput bulan. Sesampainya disana, bima melihat bulan yang baru saja keluar dari gerbang sekolah. Bima buru-buru keluar dari mobilnya, dan menarik tangan bulan untuk masuk kedalam mobilnya.
Bulan membulatkan matanya ketika bima menariknya dan membawanya duduk kedalam mobil. "Orang ini bener-bener nggak waras. Gerutu bulan dalam hati.
" mau marah? Tanya bulan tersenyum tanpa dosa
" boleh nggak sih, aku ngelempar kamu kedanau toba. Biar jauh dari aku. Ucap bulan kesal
" jangan nanti kamu rindu, Kayak milea .
" idih, emang situ dylan? Tanya bulan malas
" iya, dylannya bulan. Gombal bima receh
Bulan hanya diam mendengar gombalan gopek bima. Mulutnya sangat malas jika harus berbicara dengan bima yang hanya membuatnya kesal.
" kita jalan bentar. Ucap bima yang sudah memarkirkan mobilnya.
Bulan sontak berkomat kamit, melihat bima yang mengajaknya tanpa meminta persetujuan darinya. Bulan keluar dari mobil bima dan mengikuti arah jalan bima. Senyum lebar langsung menghiasi wajah bulan saat sudah sampai ditempat yang dituju, tenda-tenda kecil berjajar rapi menjual berbagai macam makanan yang enak-enak tentunya. Bulan berjalan cepat untuk membeli makanan yang menggoda air liurnya untuk segera mencicipi semuanya.
" pelan-pelan makannya. Ucap awan ketika melihat bulan memakan setusuk sosis yang masih panas.
" ini enak. Kamu mau coba? Tawar bulan pada bima menyodorkan sosis yang ditangannya
" nggak, kamu aja. Ucap bima menolak
Bulan terus saja berjalan mencari mencicipi berbagai makanan yang dijual.
" wah, segerrr. Ucap bulan setelah menyeruput es cendolnya yang hampir habis setengah. " kamu mau coba? Tawar bulan pada bima yang sedari tadi hanya mengikutinya tanpa membeli apapun" enak bim, coba dulu. Tawar bulan lagi
Bima dengan sedikit terpaksa menerima es cendol yang disodorkan bulan.
__ADS_1
" gimana enakan? Tanya bulan melihat ekspresi bima setelah mencoba es cendolnya
Bima yang baru pertama kali merasakannya, langsung menyeruputnya berkali-kali sampai habis tak tersisa.
" aku beliin lagi ya. Tawar bulan pada bima
" nggak usah aku kenyang. Tolak bima
" beneran, ya udah. Bulan langsung berlari meninggalkan bima menuju stand yang menjual sate ayam disebrang tempatnya bersidiri.
Bima yang heran melihat bulan sangat antusias, hanya tersenyum bahagia bisa melihat senyum bulan. Bima mengambil sebuah ikat rambut yang dijual abang-abang yang kebetulan lewat didepannya. Setelah membayar kepada penjualnya, bima menghampiri bulan yang tengah memakan satu piring satenya. Bima berdiri tepat dibelakang bulan dan mengikat rambut bulan yang tergerai begitu saja. Bulan yang mendapat perlakuan tak terduga dari bima langsung menghentikan makannya karena terkejut.
" makasih. Ucap bulan pada bima yang sudah berada disampingnya setelah sadar dari keterkejutannya
" kamu tu kayak anak kecil, kalo makan belepotan. Ucap bima sambil mengelap ujung bibir bulan yang terkena sambal sate yang dimakannya.
" makasih. Ucap bulan berusaha menetralkan dentak jantungnya yang tak beraturan " aku suapin mau nggak? Tawar bulan pada bima yang sedang menatapnya
Bulan menyodorkan satu sendok lontong beserta satenya kepada bima. Bima membuka mulutnya menerima suapan bulan. Suapan demi suapan telah masuk kedalam mulut bima dan tak terasa piring yang berada didepan mereka habis tak tersisa.
" mau nambah? Tawar bulan
Bima langsung menggelengkan kepalanya mendengar tawaran bulan.
" pulang yuk, keburu sore. Ucap bulan pada bima
" kamu udah selesai, nggak mau coba makanan yang lain lagi? Tanya bima pada bulan.
" sebenarnya masih banyak yang pengen aku coba, tapi kenyang. Besok lagi aja deh. Tolak bulan memegang perutnya yang sudah terasa penuh.
Sebelum turun dari mobil bima yang sudah berada didepan rumahnya. Bulan menatap bima ragu untuk mengatakan sesuatu.
" nggak, aku..... Cu.. ma mau bilang makasih buat hari ini. Kata bulan malu
Bima yang mendengar perkataan bulan langsung tersenyum bahagia
" hati-hati dijalan. Ucap bulan lalu turun dan berlari masuk rumah tanpa menoleh kearah bima
***
Hubungan antara bima dan bulan makin hari makin membaik. Seringkali mereka akan menghabiskan waktu sepulang sekolah untuk jalan bersama, makan bersama dan melakukan banyak hal yang menyenangkan. Seiring berjalannya waktu yang mereka lewati, bulan merasa nyaman ketika bersama bima. Canda tawa bima mampu memberi warna berbeda disetiap harinya.
Hari ini bima mengajak bulan untuk menikmati sore disebuah taman. Sesampainya bulan dikejutkan dengan begitu banyak balon dengan warna yang berbeda yang siap diterbangkan sewaktu-waktu. Belum selesai keterkejutannya, tiba-tiba saja bima mengambil sebuah gitar dan menyanyikan sebuah lagu romantis untuknya cinta luar biasa - admesh
Waktu pertama kali
Kulihat dirimu hadir
Rasa hati ini inginkan dirimu
Hati tenang mendengar
Suara indah menyapa geloranya hati ini tak ku sangka
Rasa initaktertahan
Hati ini selalu untukmu
Terimalah lagu ini dari orang biasa
__ADS_1
Tapi cintaku padamu luar biasa
Aku tak punya bunga
Aku tak punya harta
Yang kupunya hanyalah hati yang setia tulus padamu
Du... Du... Du... Hari hari berganti
Kini cintapun hadir
Melihatmu, memandangmu bagai bidadari
Lentik indah matamu
Manis senyum bibirmu
Hitam panjang rambutmu anggung terikat
Rasa ini tak tertahan
Hati ini slalu untukmu
Terimalah lagu ini
Dari orang biasa
Tapi cintaku padamu luar biasa
Aku tak punya bunga
Aku tak punya harta
Yang kupunya hanyalah hati yang setia tulus padamuu. Ooooooo
Terimalah lagu ini. Hmm...
Dari orang biasa
Terimalah lagu ini
Dari orang biasa
Tapi cinta ku padamu luar biasa
Aku tak punya bunga
Aku tak punya harta
Yang kupunya hanyalah hati yang setia
Yang kupunya hanyalah hati yang setia
Terimalah cintaku yang luar biasa tulus padamu
__ADS_1
**