Luka Biru

Luka Biru
29. Cinta awan


__ADS_3

Cinta itu kadang seperti hujan, datang tanpa diminta dan pergi tanpa pamit. Dan cinta juga bisa seperti angin kadang memberi kenyamanan dan tak menutup kemungkinan dia juga akan memberi luka.


Awan telah memantapkan hatinya untuk pergi memperjuangkan cintanya.  Apapun hasilnya nanti setidaknya awan sudah berusaha.  Kalaupun dia yang dicintai memilih bersama orang lain awan akan menerima dengan lapang dada meski itu tidak mudah.  Karena sejati cinta itu tidak egois,  dia akan lebih rela jika melihat orang yang dicintai bahagia bersama orang lain dari pada tetap bersama tapi tidak bahagia.


Didepan rumahnya fero, nando dan keyla telah menunggu untuk mengantarnya kebandara. Ketika awan keluar dari kamarnya,  sosok mama yang selama ini tak peduli padanya berdiri dengan berderai air mata menatapnya lekat. Mama berjalan menghampiri awan dan memeluknya erat.  Ada rasa bahagia yang awan rasakan, mendapat pelukan hangat dari sosok yang dicintainya meski sering kali tak dianggap keberadaannya.


" mama tau salah.  Selama ini gak pernah merhatiin kamu,  jahat sama kamu. Ucap mama dibalik punggung awan. " mama tahu kalo kamu akan sulit untuk memaafkan kesalahan mama selama ini. Tapi,  mama harap suatu saat kamu mau memaafkan mama.


Awan melepas pelukannya. Awan tidak pernah membenci sosok yang telah melahirkannya. Baginya dia adalah sosok terbaik bagi hidupnya. " awan gak pernah benci sama mama,  mama gak perlu minta maaf keawan.  Karena memang selama ini mungkin awan yang salah,  tidak menjadi anak penurut seperti yang mama harapkan. Ucap awan tulus.


Mama tampak tersenyum mendengar ucapan dari awan.


Setelah berpamitan dengan mama dan papanya awan melangkahkan kakinya menuju mobil yang sudah terparkir didepan rumahnya.  Selama dalam perjalanan hening yang menyelimuti mereka,  tidak ada yang guyonan garing yang keluar dari mukut mereka. Hingga akhirnya mereka telah sampai dibandara.


" lo hati-hati disana. Ucap fero memeluk awan


" makasih atas bantuannya selama ini.  Ucap awan melepas kan pekukan awan dan beralih memeluk nando yang berada disampinya


" apapun yang terjadi kita tetep temen lo,  jangan sungkan buat mintak bantuan sama kita kalo ada masalah disana. Ucap nando tulus


" bawa ember gak lo?  Tanya awan setelah melepas pelukannya.


Nando yang heran dengan pertanyaan awan otomatis mengerutkan keningnya yang lebar kayak lapangan sepak bola" gak lah. Buat apa emangnya?  Tanya nando bingung


" buat tetesan air mata lo,  biar bandara gak banjir.  Ucap awan tertawa keras


" jahat banget lo wan,  gue nangis juga gara-gara lo. Ucap nando menghapus air matanya.


" sorry banget a..ku te.. Lat.  Ucap biru yang baru saja datang dengan nafas ngos-ngosan karena berlarian mencari keberadaan awan.


Awan yang melihat keadaan biru,  langsung menyerahkan botol minum yang berada ditangannya. " minum dulu,  kamu pasti haus.


Biru langsung menerima botol ditangan awan,  karena memang dia sangat haus.


" makasih. Ucap biru


" lo abis dikejar nenek lampir,  sampek kayak gitu. Tanya nando penasaran

__ADS_1


Biru yang baru menyadari keberadaan nando dan juga fero bersama wanita yang sama hanya diam tak bergeming.


" kenapa lo?  Bengong aja,  kesambet ? Tanya nando heran dengan tingkah biru


Pertanyaan nando menyadarkan biru


" nggak papa . Ucap biru singkat " kamu udah mau berangkat?  Tanya biru pada awan


" iya,  makasih udah mau dateng. Ucap awan tersenyum kepada biru.


Biru hanya membalas ucapan awan dengan senyum.


Dan tiba-tiba awan telah memeluk biru dengan erat. Sehingga membuat biru terkejut atas tindakan awan .


" aku harap suatu saat nanti,  kita bisa ketemu lagi. Ucap awan melepas pelukannya pada biru " ya udah,  aku mau masuk kedalam.  Makasih buat kalian semua. Gue harap kalian semua akan baik-baik aja disini.  Ucap awan kemudian meninggalkan mereka sembari melambaikan tangannya.


Fero menggandeng tangan keyla menuju parkiran setelah awan pada pergi.


" eh fer,  lo mau ninggalin gue disini.  Ucap awan sewot " main pulang sendiri aja,  mentang-mentang punya pacar baru. Gak kasihan sama gue yang masih jomblo.


"fer..  Panggil nando


Dengan sedikit kesal,  nando memberhentikan jalannya dan menatap nando tajam" kenapa lagi?  Tanya fero


" biru ikut kita sekalian aja,  Kan searah . Usul nando pada fero


Biru yang fokus dengan ponselnya langsung mengakat kepalanya ketika mendengar usulan fero " gak usah,  aku udah pesen ojek online kok. Ucap biru cepat


" kita searah loh bir.  Sekalian aja.  Ucapa nando yang sedikit mengerti kehidupan biru


" lo gak denger,  dia ngomong apa tadi.  Ucap fero sarkas dan melanjutkan jalannya.


" kamu duluan aja do,  gue bisa pulang sendiri.  Ucap biru tersenyum lembut pada nando


" ya udah,  gue duluan. Ucap nando kemudian berlari menyusul fero.


Biru menghembuskan nafasnya pelan. Masih ada rasa kehilangan mengingat fero yang tidak lagi mempedulikannya. Buru-buru ia melangkahkan kakinya keluar menepis pikiran yang hanya menyakiti perasaannya sendiri.

__ADS_1


Biru tersenyum mengingat kejadian tadi sebelum ia berangkat menemui awan.  Mengingat perdebatannya dengan pemilik restourant, berbagai alasan biru ucapkan untuk meminta libur mendadak hari ini. Setelah mendengarkan ocehan panjang dari bosnya barulah ia mendapat izin meski harus mendapat potongan gajinya.


" mumpung libur,  enaknya kemana yah.  Ucap biru pada dirinya sendiri


Biru memesan ojek online dari ponselnya.  Dan memutuskan untuk langsung pulang kerumah.  Lebih baik menghabiskan waktu untuk beristirahat dirumah dari pada harus mengeluarkan biaya untuk hal yang tidak terlalu penting. Butuh waktu sekitar sepuluh menitan hingga pesanan ojek onlinenya datang.


" bang,  sesuai tujuan yah. Ucap biru sembari memsangkan helm yang diberikan drivernya.


" siap neng.  Ucap abang driver


Motor mereka melaju dikeramaian kota disiang yang terik. Asap kendaraan yang berlalu lalang menjadi makanan sehari-hari bagi semua pengguna jalan.


" abis ngapain dibandara neng.  Nganterin pacar yak?  Tanya abang driver kepo


" kagak bang, nganterin temen doang.  Jawab biru sedikit keras agar abangnya kedengeran


" kirain,  soalnya ntu muka udah lecek aja kayak baju setrika an mba loundry.  Ucap abang driver garing


Biru sontak tertawa mendengar ucapan garing abang driver yang menyamakan mukanya dengan baju setrikaan. " jelek banget ya bang.  Sampek segitunya nyamain muka saya kayak setrikaan.


" neng tu gak jelek. Ucap abang ojol


" trus apa?  Tanya biru


" kurang cantik.  Jawab abang ojol bercanda


Biru kembali tertawa mendengar jawaban abang ojol.


Biru buru-buru turun ketika sudah sampai didepan rumahnya.  Kemudian membayar ongkosnya pada driver.


" makasih ya bang.  Ucap biru sembari mengembalikan helm yang tadi dipakai.


" iya sama-sama neng.  Balas bang ojol kemudian pergi melanjutkan perjalanannya.


Biru memejamkan matanya untuk tidur setelah sebelumnya membersihkan badannya.


                                    ***

__ADS_1


__ADS_2