Luka Biru

Luka Biru
06. luka biru 2


__ADS_3

*Awan tampak berfikir menimbang-nimbang permintaannya.


" gue mau kalian jalan jongkok dari lapangan ke kelas. Ucap awan santai


" apa?  Jalan jongkok?  Gak salah lo wan,  sekalian aja jalan ngesot biar tambah heboh satu sekolah.  Ucap doni kesal dengan permintaan aneh awan.


" orang tu ya dimana-mana,  mintaknya mah mobil, motor,  gadget atau apa gitu yang mahal. Kata nando heran


" nggak mau?  Ok.  Kata awan berdiri hendak pergi


"0k,  kita deal.  Kata fero sambil menyalami awan


Nando dan kawan-kawan sontak terkejut mendengar keputusan yang diambil sepihak oleh fero.


Flasback off*


Awan menuruni anak tangga menuju kebawah untuk mengambil air dingin. Matanya seketika tertuju dimeja makan tempat keduaorangtuanya sedang menikmati makan malam.


" awan,  ayo kita makan bareng.  Ajak papa saat melihat awan menuruni tangga


" kenyang pa.  Tolak awan sambil berlalu menuju dapur mengambil minum


" Dia udah gede pa,  bisa ngurus diri sendiri.


Awan yang mendengar perkataan mama langsung mempercepat jalannya, untuk kembali kedalam kamar. Sebelum mendengar mama yang membanding-bandingkan dirinya dengan sang kakak. Setiap orang punya kepribadian yang beda bukan,  memiliki cara yang berbeda untuk menyampaikan rasa pedulinya.


                                       ***


Biru buru-buru bangun dari tidurnya,  ketika melihat jam yang tergantung didinding kamar.


"  ya allah, kesiangan lagi. Gerutu biru melempar selimutnya asal.


Setelah melaksanakan shalat shubuh tadi, biru memutuskan untuk tidur kembali karena masih sangat lelah,  setelah seharian kemarin berjalan mencari pekerjaan. Tapi,  sayangnya keberuntungan belum memihak pada biru,  karena belum ada yang mau menerimanya untuk bekerja paruh waktu. Biru harus cepat untuk mendapatkan pekerjaan kembali,  jika tidak dengan apa dia akan membayar kebutuhan sekolah .


Sesampainya didepan sekolah,  biru melihat pak satpam yang akan menutup gerbang. Biru melajukan motornya dengan cepat,  sebelum gerbang tertutup sempurna. Jika sudah tertutup maka tidak akan mudah untuk bisa masuk kesekolah.

__ADS_1


"makasih ya pak,  udah nungguin saya masuk.  Ucap biru kepada satpam sambil tersenyum


Pak satpam hanya menganggukan kepalanya kepada biru.


Tepat saat biru berada didepan kelas, bel masuk dibunyikan. Para siswa yang masih berada diluar kelas langsung berlarian menuju kelas masing-masing. Mata biru langsung menangkap pemandangan yang sangat ingin dihindarinya,  nafasnya sejenak berhenti, jantungnya kembali merasa sesak, berat sekali rasanya untuk melangkah menuju mejanya. " kuat biru,  kamu bisa, nggak boleh nangis! Ucap biru dalam hati menyemangati dirinya sendiri.


" bir,  kamu baru dateng?  Tanya bulan saat melihat biru baru sampai dimejanya


" iya bul . Ucap biru sambil tersenyum. Senyum yang sengaja ia tampilkan didepan laki-laki brengsek itu,  untuk menunjukkan bahwa dia baik-baik saja meski sebenarnya tidak.


" pasti kamu kesiangan kan?  Tebak bulan dengan senyum yang terus menghiasi wajah cantiknya


Biru yang mendengar ucapan bulan hanya tersenyum lalu mengangguk.


" makanya bir,  kamu tinggal dirumah aku aja, Biar nggak kesiangan terus.  Mau ya?  Kata bulan mengajukan ajakannya


Biru menolehkan kepalanya kebelakang menghadap bulan " nggak perlu bul,  aku masih bisa ngurus diri aku sendiri.  Kamu nggak usah khawatir. Ucap biru sambil tersenyum, senyum yang menutupi rasa sesaknya yang sangat dalam.  Tanganyya seakan mati rasa ketika hendak memegang penanya


" iya deh bir, Aku ngerti. Kata bulan mengalah, biru memang memiliki sifat yang keras kepala.


" yang kamu gak balik kekelas? Tanya bulan pada awan yang sedari tadi hanya diam sambil menidurkan kepalanya dimeja bulan dan terus memandangi wajah ayu bulan


"aku disini aja,  sama kamu.  Ucap awan pada bulan


" nggak bisa gitu dong,  nanti kamu dimarahin sama bu kitty loh yang. Nanti aku ada jamnya dia.  Ucap bulan mencoba menasehati sambil mengusap tangan awan yang berada digenggamannya.


Awan hanya diam mendengar ucapan biru,  tanpa bergerak dari posisinya.


Bulan sedikit kesal melihat awan yang mengabaikan ucapannya.


" yang pulang kekelas sana. Cepetan,  nanti keburu bu kitty dat...


Belum sempat menyelesaikan ucapannya,  bu kitty sudah berjalan menuju mejanya dengan gaya glamournya,  baju warna merah  terang dengan sepatu  berwarna senada dan rambut yang ditata sedemikian rupa.


Bu kitty sontak membulatkan mata dan membuka mulutnya lebar-lebar begitu melihat ada awan yang terkenal sebagai anak pemilik sekolah dan siswa yang bandelnya sudah mencapai tingkat dewa berada disamping bulan dengan memasang muka datarnya.

__ADS_1


" awan ramadhan,  kenapa disini?  Bukannya kekelas kamu ? Tanya bu kitty berjalan kearah awan


"nemenin pacar? Jawab awan datar


" pacar kamu nggak akan ngilang diambil tuyul,  kalaupun nggak kamu temenin. Ucap bu kitty geram


Awan hanya diam tak bergerak mendengar ucapan bu kitty yang terlihat kesal.


"  ya sudah kamu boleh disini,  tapi jangan sampai mengganggu anak-anak lain. Ucap bu kitty mengalah menghadapi sikap keras awan


" ok.  Jawab awan singkat.  Sedangkan bulan yang  hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan kekasihnya.


" baik anak-anak kita mulai pelajarannya.  Coba kalian pahami bacaan yang ada pada halaman 95. Jika,  ada yang belum paham silahkan ditanyakan kepada ibu. Dan ingat sebentar lagi kalian akan menghadapi ujian nasional.  Jadi,  kalian harus  lebih giat lagi belajarnya dan sudah mulai memikirkan kemana kalian akan membawa masa depan kalian, untuk melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi lagi. Ucap bu kitty panjang lebar


" siap bu.  Ucap kepala kelas mewakili jawaban teman-temannya.


Jam seakan mempercepat jalannya,  karena mengerti para siswa sudah mulai kelaparan setelah melewati beberapa pelajaran yang menguras otak mereka.  Bel istirahat sudah berbunyi sejak 5 menit lalu,  para siswa berhamburan dari kelas menuju kantin sekolah. Awan berdiri memegang tangan bulan mengajaknya kekantin.


" kita ajak biru,  yah?  Tanya bulan pada awan


Awan yang sempat terkejut mendengar pertanyaan bulan. Buru-buru ia menormalkan emosinya " boleh. Jawab awan tersenyum pada bulan


Bulan sontak membalas senyuman awan dan berdiri menghampiri biru yang masih sibuk dengan catatannya.


" bir,  kekantin bareng yuk? Udah lama kita nggak makan bareng. Ucap bulan disamping biru


Biru menolehkan kepalanya kearah bulan dengan senyuman terbaiknya.


"  kamu duluan aja bul,  aku masih ada tugas.


" ya udah aku duluan ya.  Nanti nyusul.  Ucap bulan kepada biru dengan sedikit kecewa


Mata biru terasa memanas setalah bulan berada didepan kelas.  Tangan mereka saling bertautan dengan mesra dan senyum yang tak lepas dari bibir mereka. "Kenapa susah sekali melepaskan rasa yang menyakitkan ini tuhan, aku sakit, aku lelah harus terlihat baik-baik saja. Ucap biru lirih meremas kuat tangannya,  menahan agar tidak menangis.


Biru menutup bukunya, rasanya sudah tidak kuat lagi untuk menahan tangisnya dan pergi menuju ruang musik dengan langkah cepat.

__ADS_1


  


                                      ***


__ADS_2