
Siapa yang tidak mengenal hujan? Ketika rintikan-rintikan kecil air yang turun menjadi butiran-butiran hujan yang mampu memberi berbagai manfaat dimuka bumi. Hujan seringkali datang tanpa diminta dan pergi tanpa meminta izin. Biru salah satu orang yang menyukai hujan. Menurutnya hujan itu unik, ketika datang akan memberi tawa, ketika pergi pun akan menyisakan kenangan, memberi kebahagian, menghilangkan kesedihan dan memberikan kesejukan. Biru mengulurkan tangannya untuk menyentuh hujan. Menikmati setiap tetes air yang menyentuh kulitnya dan suara hujan mampu memberi ketenangan pada hatinya.
" suka hujan?
Suara itu, setelah dua bulan kelulusan. Selama itu pula dia tak bisa lagi hanya sekedar melihat sosok dia yang masih tersimpan dihatinya. Rasanya sulit sekali untuk melupakan dia yang telah memberi kebahagian dalam hidupnya, meski itu singkat. Biru menolehkan kepalanya untuk memastikan siapa yang bertanya padanya. Dan benar nyatanya awan memang benar ada disampingnya. "iya. Jawab biru
"kenapa? Tanya awan
" karena aku ingin cinta itu seperti hujan. Jikalau datang memberi bahagia dan pergi tanpa harus meninggalkan luka. Ucap biru dalam hati
" nggak ada alasan. Jawab biru bohong " kenapa kamu disini? Tanya biru heran melihat awan berada dicafe.
" karena aku disini. Jawab awan santai
" jangan-jangan kamu anaknya pak andi, yang katanya bakal jadi manager disini? Tebak biru
"iya.
Biru mengangguk paham, karena tidak heran jika awan akan menjadi pemilik kafe diusianya yang masih muda.
" bulan gimana? Tanya biru
Jujur biru sangat merindukan sosok bulan dalam hidupnya.
" baik. Bulan depan kita tunangan. Habis itu bulan akan keluar negri. Kamu juga bisa dateng . Ucap awan
Tunangan? Mendengar kata itu saja sudah membuat hati biru sesak. Apalagi jika harus menyaksikan mereka bertunangan. Apa awan tidak memikirkan perasaannya.
" aku harus kerja. Maaf banget, aku nggak bisa. Tolak biru
" dateng aja, aku izinin kamu buat nggak kerja. Lagian bulan juga sahabat kamu. Ucap awan
" insaallah yah, ya udah aku pulang dulu. Hujannya udah reda. Ucap biru pada awan
" aku anterin. Tawar awan pada biru
" nggak usah, aku pulang sendiri. Ucap biru berlalu meninggalkan awan
***
Fero bahagia melihat mamanya yang sudah mulai tersenyum belakangan ini, fero juga tidak lagi melihat mamanya menangis ditengah malam, mengingat kelakuan papa pada sang mama. Yang tega meninggalkan mama sendirian dalam keadaan mengandung demi perempuan lain.
__ADS_1
Mama yang berjuang sendirian untuk membesarkan fero tanpa dampingan sang papa. Mama yang selalu terlihat tegar didepan fero, padahal sebenarnya mama sangatlah rapuh. Mama yang selalu tersenyum dibalik lukanya.
Fero berjalan menghampiri mama yang sedang menyiram tanaman anggreknya"ma, serius banget. Sampek anaknya yang paling ganteng ini dateng nggak di sapa. Ucap feri bercanda
" kayak nggak tau mama aja kamu fer. Ucap sang mama yang masih saja foku spada bunganya" oh ya, temen kamu mana yang ngasih mama bunga. Katanya mau diajak main kesini. Mana? Kamu bohong kan.
Bukannya fero tidak ingin mengajak biru untuk bertemu sang mama. Tapi, belakangan ini fero terlalu sibuk mengurus kuliahnya sehingga jarang untuk bertemu dengan biru." kapan-kapan yah ma, fero juga masih sibuk dikampus.
" jangan lama-lam loh fer, nanti dipatok orang baru deh kamu nyesel. Ucap mama menggoda fero
"mama ngomong apa, siapa yang dipatok orang, yang ada tu ma orang ngigit bukannya matok. Kalo ayam baru tu matok. Ucap fero menimpali ucapan sang mama
" nggak usah pura-pura nggak tau maksud mama. Kamu suka sama biru kan? Tebak mama
Fero yang mendengar perkataan mama hanya diam sambil memikirkan kata untuk mengelak mama. Kalo mama sampai tahu fero suka biru, bisa repot. Bisa-bisa emak -emak seRT bisa tahu semua. " ng... Nggak lah ma. Mama ada-ada aja.
" udah nggak usah bohong. Kalo suka sikat terus jangan kasih kendor. Ucap mama semangat
Fero hanya tertawa melihat kelakuan mama tercintanya "secepatnya fero akan ajak biru kesini.
" mama tunggu loh fer, awas kalo bohong. Ancam mama
" oh ya, gimana kuliah kamu? Tanya mama pada fero yang sedang duduk
"allhamdulilah lancar. Ya udah ma, fero keluar dulu ada urusan. assalamualaikum. Pamit fero menyalami sang mama
" waalaikumussalam. Hati -hati jangan ngebut. Kata mama memperingati
Fero beranjak turun dari mobil ketika sudah sampai dicafe awan. Sudah lama sekali mereka tidak bertemu untuk sekedar mengobrol. Baru saja fero melangkahkan kakinya masuk, awan sudah menyambutnya dengan senyuman yang tak biasa. Fero heran melihat tingkah awan yang tidak seperti biasa.
" kenapa lo, Seneng banget kayaknya? Tanya fero penasaran
"nggak, biasa aja. Jawab fero menyeruput minum yang sudah dipesannya.
" bohong lo, ada apa sih penasaran gue?
" gue mau tunangan sama bulan, bulan depan. Ucap awan antusias
" wihh, akhirnya jadi juga tunangan lo sama bulan. Ucap fero pada awan
" semoga aja kali ini beneran jadi. Oh ya, gimana doni sama nando?
__ADS_1
" kalo nando sih lagi sibuk sama kuliahnya. Nah, kalo doni gue udah sering coba telephone dia, tapi selalu nggak aktif. Jawab doni sedikit khawatir dengan doni
" lo udah hubungin orangtuanya?
" belum, soalnya gue juga nggak punya nomor orangtuanya doni. Jawab awan
" oh, nanti gue coba nelphone bokapnya deh, siapa tahu bisa ngasih tau kabar doni. " lo nggak mau pesen? Tanya awan pada fero.
" ya maulah wan, tapi gratis ya. Ucap fero tersenyum jahil
" emang lo nggak berubah, sukanya yang garatisan. Ucap awan terkekeh geli. " ya udah pesen aja, gratis buat lo.
Butuh waktu lima belas menit sehingga pesanan mereka datang.
Fero sangat antusias melihat makanan yang dipesannya. "wuih, kayaknya enak banget nih.
Awan hanya tersenyum melihat tingkah fero yang tidak berubah dari dulu. Dari semua anggota geng monster hanya fero yang sangat suka makan, segala jenis makanan dari yang pedes, manis, asin semuanya masuk dalam perutnya. Mungkin fero harus lebih banyak bersyukur karena walaupun demen makan tapi badannya nggak melar.
" enak banget wan, gue mau sering kesini biar dapat makan gratis enak kayak gini.
" next time, kalo lo makan harus bayar. Ucap awan bercanda
" iya bayarnya pakek kegantengan gue aja. Ucap fero kemudian menyuap makananya kedalam mulut
"kegantengan lo gak guna disini. Ucap awan
" kenapa? Tanya fero
" karena banyak yang lebih ganteng dari lo. Jawab awan
" siapa? Tanya fero lagi ingin membuat awan kesal
" tu, bapak parkir didepan. Jawab awan santai
Fero yang mendengar jawaban awan yang membandingkannya dengan tukang parkir hanya diam dan terus melanjutkan memasukan makanan kedalam mulutnya. Hingga matanya menangkap sosok wanita yang diam-diam dicintainya.
***
__ADS_1