
Angin sore yang berhembus lembut menerpa wajah biru dan mengibarkan anak rambut yang lepas dari ikatannya. Lagu favorite minggu ini mengalun merdu ditelinganya .
Kursi kayu yang berada diluar toko menjadi pelabuhan biru saat ini sambil memejamkan matanya menikmati setiap lirik yang mengalun dari suara merdu itu.
Setelah perdebatan panjang dengan alisha tadi, karena memaksa pergi keluar dan tidak mau ditemani biru.
" alisha mau jalan sama ayah, bosen sama bunda terus. "
Ucapan alisha tadi, masih saja terngiang diingatannya, sejak kapan alisha belajar mengatakan hal itu, sedangkan awan hanya tersenyum jahil tidak mengatakan apapun dan akhirnya biru terdampar sendiri disini, dikursi favoritenya. Maya dan sinta telah pulang sejak beberapa menit yang lalu karena memang tokonya hari ini sedikit lebih ramai dari biasanya. Tiba-tiba saja kembali ingat kebersamaan nichol bersama wanita itu, hingga kembali membuat hatinya terasa nyeri.
Tanpa disadari seorang laki-laki berkemaja coklat yang lengannya dilipat sampai siku sedari tadi berada didepannya tanpa kata, dia sengaja diam tak bersuara untuk memandang wajah wanita yang sangat dicintainya itu. Sudah lebih dari 10 menit ia berada disana. Sampai akhirnya dia memutuskan untuk mendekat dan duduk disamping biru.
Suara tarikan kursi dan sebelah earphone yang diambil dari telinganya membuat biru membuka mata dan menolehkan kepalanya. Napasnya seakan terhenti sejenak melihat laki-laki yang tengah duduk disampinya memandangnya lembut, ada sorot luka dari matanya. Biru berusaha sekuat mungkin untuk tidak berhambur kepelukannya, karena dia sadar laki-laki itu sudah menjadi milik orang lain.
Nichol terus saja menatap biru yang juga tengah menatapnya dengan mata berkaca-kaca. Hatinya terasa sakit melihat biru seperti ini, sungguh ia tidak bermaksud menyakiti biru sekalipun.
Sadar jika yang dilakukan ini salah, biru berdiri hendak meninggalkan nichol, biru tidak ingin menyakiti hati siapapun, dia tidak ingin orang lain juga merasakan rasa sakit yang sama seperti dirinya.
Nichol berdiri dari duduknya dan menahan tangan biru lalu membawa biru kepelukannya. Nichol tidak bisa melihat biru menangis karena kesalahannya karena keegoisannya, dia benar-benar tidak ingin kehilangan wanita dipelukannya ini.
Biru ingin menolak, tapi hatinya ingin tetap berada dalam pelukan nyaman nichol, air matanya terus saja mengalir membasahi kemeja nichol.
Mendengar suara sesenggukan biru, membuat nichol semakin mengeratkan pelukannya dan mencium pelan pucuk kepala biru.
" maafin mas, yang sudah menyakiti hatimu, mas egois gak mikirin perasaan kamu gak mau mendengar penjelasan kamu terlebih dulu. " ucap nichol dibalik punggung biru.
" buru-buru mengambil keputusan yang malah menyakiti hati mas sendiri. Maafin mas untuk kesekian kalinya, mas gak mau kehilangan kamu dan alisha. "
Jujur, biru mearasa sangat bahagia mendengar ucapan nichol, tapi ia juga merasa ini salah dan rasa yang biru rasakan sekarang tidak bisa ditulis dalam sebuah kata hanya bisa dirasa. Biru melepas pelukan nichol dan menghapus air matanya.
" aku gak marah sama mas, mungkin ini juga salah aku dan mungkin ini adalah takdir aku dari tuhan. Aku ikhlas jika mas akan menikah dengan wanita lain. " ucap biru sesunggukan dan menundukan kepalanya, nyalinya tidak akan sanggup jika harus mengatakan itu dengan menatap mata nichol.
__ADS_1
" tidak ada wanita lain dalam hati ini, cuma kamu yang mas mau."
Biru perlahan mendongakan kepalanya menatap nichol heran " apa dia ini sudah gila, bukannya wanita itu bilang mau menikah dengannya. " bathin biru
" mas mau menikah, tapi sama kamu bukan orang lain. "
" cukup mas, aku gak mau menyakiti hati wanita lain. Aku...
Nichol buru-buru memotong ucapan biru "gak ada hati yang kamu sakiti, tapi kamu yang tersakiti. Wanita itu bukan mau menikah dengan mas, tapi dengan orang lain. Dia itu aisyah adik bungsu mas yang baru pulang dari studinya dimesir. " nichol mengusap air mata dipipi biru yang masih terdiam mencerna setial katanya.
Biru kembali menangis, kali ini bukan karena luka tapi karena bahagia. Biru memeluk nichol dengan sangat erat, rindunya sudah menumpuk setinggi gunung fuji. Sudah hampir 3 minggu mereka tidak bertemu dan berkomunikasi. Nichol tersenyum bahagia dan balas memeluk biru tak kalah eratnya.
Flasback on
*Bugh..
Satu pukulan yang sangat keras mengenai wajah nichol yang tengah duduk diruang kerjanya.
" lo itu laki-laki bodoh yang ninggalin wanita hebat kayak biru. " ucap awan dengan nada emosi, nafasnya naik turun menahan amarah tangannya terkepal kuat ingin kembali meninju laki-laki didepannya itu.
" bukannya lo seneng, sekarang gak ada lagi yang menghalangi cinta kalian. Aku tahu pasti biru menerima kamu kembali kan? " ucap nichol tersenyum miring sambil duduk dipinggir meja kerjanya.
" gue gak mau egois buat mentingin perasaan gue sendiri, gue ingin biru bahagia. Jika memang biru bahagia bersama orang lain, maka gue gak bisa apa-apa, gue ikhlas. " lanjut nichol menatap awan yang sudah mulai bisa meredam emosinya.
" kebahagian biru ada sama lo. "
Nichol mengerutkan keningnya dam melepas kacamata yang bertengger dihidungnya.
" bukannya dia menerima kamu kembali? "tanya nichol menyelidik.
" gue juga ingin biru dan alisha balik sama gue, tapi itu gak mungkin. Biru lebih milih lo, tapi.... tapi kenapa lo malah nyakitin dia. " ucap awan geram tepat didepan nichol dengan bunyi gigi gemertak untuk menahan emosinya.
__ADS_1
Setelah emosinya mereda, awan mulai menceritakan biru yang melihat nichol bersama wanita berjilbab panjang disebuah mall yang sama, awan juga menceritakan biru yang menangis melihat pemandangan yang menyakitkan itu.
" gue gak mau lo jadi laki-laki bodoh seperti gue yang meninggalkan permata demi sebuah cinta yang semu. " lanjut awan menepuk pundak nichol
Nichol langsung memeluk awan sebagai tanda terima kasih karena telah memberitahu semuanya sebelum terlambat, kemudian mereka menyusun rencana untuk pertemuannya bersama biru, mulai dari menyuruh para karyawan agar membeli cake ditoko biru, agar semuanya cepat habis , memberirahu dan membujuk alisha untuk melancarkan rencana mereka dan semuanya tidak luput dari bantuan awan ramadhan yang telah menjadi penyelamat cintanya*.
Flasback off
" mau maafin aku? " tanya awan melepas pelukan biru dan menatapnya lekat
Biru menganggukan kepalanya " mau, aku juga minta maaf. " cicit biru kemudian menundukan kepala merasa pipinya yang memanas karena malu.
" aku kangen kamu, kangen alisha. " ada jeda dikalimat nichol " i love you. " lanjut nichol dengan menatap biru lembut.
" aku juga. "
" kamu juga apa? " tanya nichol sengaja
Biru meninju dada nichol pelan " ihhh, gak peka banget. " ucap biru kesal
Nichol yang sengaja ingin membuat biru kesal kembali bertanya dengan kalimat yang sama " kamu juga apa? "
Hening....
" aku juga cinta kamu. " jawab biru malu, lalu berlari pergi menjauh dari nichol. Alay banget dah mereka, kaya anak abg aja, gak inget umur udah pada tua.
" besok kita nikah. "
Langkah biru mendadak berhenti mendengar ucapan tiba-tiba nichol.
***
__ADS_1