Luka Biru

Luka Biru
42. Akhir kita


__ADS_3

Setalah mengambil nomor antrian biru mencari tempat duduk untuk menunggu giliran. Hati biru kembali merasa tercubit ketika melihat ibu-ibu hamil yang ditemani suaminya untuk memeriksa kan kandungan mereka. Sedangkan biru dari awal kehamilannya biru harus berjuang sendiri, tanpa ada campur tangan seorang suami.


Biru melihat nomor antrian yang ada ditangannya " allahuakbar,  padahal berangkat juga udah pagi,  masih aja dapat antrian panjang. Gerutu biru ketika melihat angka 152 dikartu antrinya.


Biru melihat ponselnya yang bergetar,  ada satu pesan yang dikirim mira padanya.


Mira


Semangat ya ponakan tante,  sehat terus didalam sana 😘❤


Biru tersenyum membaca pesan dari mira,  selain punya mulut cabe mira juga mempunya hati baik dan perhatian terutama setelah mengetahui kehamilan biru. Tak jarang mira menunjukan nama-nama bayi yang memiliki arti yang baik pada biru,  entah itu nama laki-laki atau perempuan. Menasehati biru untuk membeli peralatan bayi mulai dari sekarang,  supaya tidak keteteran nantinya,  menasehati biru agar tidak terlalu memaksakan diri untuk bekerja. Mengingatkan biru untuk selalu meminum susu sebelum tidur dan menawarkan bantuan setiap biru membutuhkan. Meski mira tidak bisa membantu materi tapi dengan memberi perhatian kecil seperti itu membuat biru merasa mempunyai keluarga baru. Biru paham akan keadaan mira yang harus menyisihkan sebagian gajinya untuk dikirimkan kepada orangtuanya didesa dan harus berjuang seorang diri untuk mencari rezeki demi kebahagiaan keluarganya.


Biru


Iya,  tante bawel.  Terimakasih ❤


Setelah membalas pesan dari mira,  biru kembali memasukan ponselnya kedalam tas.


Akhirnya penantian biru telah berakhir,  begitu suster menyebutkan nomor antriannya.


" kandungan bu biru sangat sehat untuk saat ini.  Jadi,  tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Pesan saya bu biru harus rutin meminum susu yang saya sarankan. Tutur bu dokter setelah memeriksa biru


" baik dok,  saya rutin kok minum susunya. Biar anak saya sehat.  Ucap biru tersenyum bahagia


"maaf ya bu suaminya mana ?  Kok sudah beberapa kali kesini,  saya tidak pernah melihat suami ibu.  Tanya bu dokter heran


" oh,, itu dok.  Suami saya lagi kerja diluar kota jadi jarang pulang kerumah.  Jawab biru bohong , karena sangat tidak mungkin untuk menceritakan hal sebenarnya pada bu dokter.


" ya sudah,  kalo begitu bu biru harus selalu menjaga kandungan ibu biar tetap sehat seperti sekarang.

__ADS_1


" baik dok,  terimakasi kalo begitu saya pamit. 


" iya silahkan.  Ucap bu dokter tersenyum


Biru bergegas melangkahkan kakinya untuk keluar dari rumah sakit,  perutnya sudah mulai keroncongan minta diisi.  Karena sibuk fokus pada ponselnya biru sama sekali tidak fokus kedepan. Tiba-tiba saja biru menabrak sesorang sehingga membuatnya terhuyung kebelakang hendak terjatuh, biru panik luar biasa jika memang dia akan benar-benar jatuh kelantai bagaimana nanti dengan kandungannya, biru tidak ingin hal buruk terjadi pada kandungannya. Ketika pikirannya masih sibuk dengan kemungkinan-kemungkinan yang terjadi biru mencium aroma parfum yang sangat dikenal diindra penciumannya. Dengan cepat biru membuka matanya yang sedari tadi terpenjam melihat pemilik dada bidang yang menyelamatkannya.


Netra coklat yang pernah membuatnya bahagia dan terluka berulang kali ada didepannya saat ini . Menatap biru dengan ekspresi yang susah diartikan.


Buru-buru biru melepaskan pelukannya dari awan dan melangkah mundur menjauh.


" biru... 


Mendengar namanya dipanggil oleh awan membuat biru bergegas pergi tak peduli.


" kamu hamil?  Tanya awan menahan tangan biru


" iya.. Jawab biru singkat


" kenapa aku harus bilang sama kamu?  Tanya biru menatap awan tajam


" dia anak aku kan?  Tanya awan dengan nada lebih lembut


Baru saja biru akan menjawab pertanyaan awan,  matanya melihat sosok bulan yang didorong oleh suster dengan perut yang membesar menghampiri awan.


Awan langsung mengikuti arah tatapan biru yang tak kunjung menjawab pertanyaannya.


" mas awan,  aku udah selesai kita langsung pulang yuk,  aku udah capek banget.  Pinta bulan saat sudah berada disamping awan


Bulan sedikit terkejut melihat biru bersama awan, dan perut biru yang sedikit membesar. Belum sempat bertanya pada biru,  awan sudah mendorong bulan menuju mobil mereka.

__ADS_1


Biru menatap punggung awan yang makin menghilang dari pandangannya. Ternyata awan benar-benar sudah melupakan biru kehidupannya,  dan awan telah bahagia bersama orang yang dicintainya. Biru menghembuskan nafasnya pelan untuk menghalau air matanya yang sudah berada diujung. Sekarang biru harus kuat dan tidak boleh lemah karena ada nyawa yang harus biru jaga mulai sekarang. Nyawa yang nantinya akan menjadi penyemangat dalam hidupnya .


Baru dua langkah biru berjalan awan sudah berada didepan biru dengan nafas tidak teratur. Biru mengerutkan keningnya heran dengan tingkah awan, bukannya awan sudah pergi bersama bulan tadi,  tapi kenapa dia masih disini.


" kamu belum jawab pertanyaan aku tadi,  ini anak aku kan?  Tanya awan pada biru


Biru menghembuskan nafasnya pelan


"iya. jawab biru singkat karena ini tidak akan adil bagi anaknya jika dia berbohong pada awan,  karena awan juga berhak tau tentang darah dagingnya sendiri,  biru tidak ingin egois mementingkan egonya sendiri.  Jika boleh jujur sebenarnya tidak ingin awan mengetahui tentang keberadaan anak yang sedang dikandungnya. Karena biru sudah lelah berhubungan dengan awan yang sudah berulang kali membuatnya terluka.  Dan biru tidak ingin awan juga melukai wanita lain seperti dirinya. Apalagi saat ini bulan juga tengah mengandung anak awan.


Awan mengacak rambutnya kesal


" kenapa kamu gak bilang,  kalo kamu hamil biru?  Tanya awan frustasi


" karena kamu gak pernah ada waktu buat aku,  bahkan sekedar mendengar penjelasan aku. Karena kamu lebih mementingkan orang yang benar-benar kamu cintai.  Jadi,  percuma jika aku bilang sama kamu.  Karena semuanya gak akan berubah dan tetap sama.  Jawab biru menatap awan lelah


Mendengar jawaban dari biru membuat awan merasa gagal menjadi seorang ayah yang menyia-nyiakan anaknya sendiri demi anak orang lain " karena aku punya alasan buat lebih peduli pada bulan .


" heh,  apa?  Karena bulan sedang mengandung anak kamu?  Semuanya sudah selesai , aku dan kamu udah gak ada hubungan apa-apa karena aku sudah mendatangani surat perpisahan yang kamu ajukan dipengadilan.  Aku gak akan melarang kamu untuk ketemu sama anak kita nantinya,  karena bagaimanapun kamu tetap ayahnya,  tapi aku mohon sama kamu jangan pernah kamu lakuin hal yang sama kebulan seperti yang kamu lakuin keaku, karena aku gak mau dia terluka gara-gara kamu. Semoga kamu selalu bahagia bersama orang yang memang selalu kamu cintai dari dulu sampai sekarang,  dan terimakasih karena sudah pernah memberi kebahagian dihidup aku dan menghadirkan penyemangat baru dalam hidup aku nantinya.  Ucap biru lalu pergi meninggalkan awan yang hanya diam tidak mengelak maupun mencegah dirinya pergi.


awan hanya diam tak bergeming melihat punggung biru yang kian menjauh, ingin sekali awan memberitahu biru jika anak yang dikandung bulan sebenarnya adalah anak bima yang sudah menikah dengan wanita lain dan mengkhianati bulan. awan sudah berjanji pada bulan untuk tidak memberitahukan tentang hal ini pada siapapun.


Biru yakin,  ini adalah takdir terbaik yang diberikan tuhan pada biru.  Membiarkan biru untuk tidak merasakan luka kembali dari orang yang tidak pernah benar-benar mencintainya.  Percuma jika kekeh bertahan dalam rumah tangga tanpa adanya rasa mencintai,  lebih baik melepaskan dia agar bahagia bersama orang yang dicintainya dari pada terus merasakan luka karena mempertahankan cinta yang tak berbalas. Meski sekarang hatinya masih sedikit terluka,  tapi tidak lama lagi biru yakin bisa melupakan dia.


Kruuk,,  krukk


" ya allah nak,  kamu laper ya.  Ya udah yuk kita cari makan.  Ucap biru berbicara pada perutnya lalu pergi menghampiri penjual gado-gado yang mangkal tak jauh dari rumah sakit.


Terima kasih untuk masa lalu yang telah memberi pelajaran yang sangat luar biasa dan selamat datang masa depan yang akan membawa cerita baru dalam kehidupan.

__ADS_1


                                           ***


__ADS_2