Luka Biru

Luka Biru
35. keputusan biru


__ADS_3

*Flashback on


Awan menghampiri sang mama yang sedang berdiri didekat jendela sembari menatap rerumputan yang masih basah karena hujan.


" mama...


" kamu wan,  udah pulang?  Tanya mama pada awan yang berada disampingnya.


"iya ma,  kenapa disini?  Tanya awan


" nggak, mama cuma inget dulu saat mama masih kecil suka main hujan sama temen-temen mama dikampung.


Awan tersenyum mendengar cerita mama.


" temen awan juga ada yang suka hujan kayak mama. Ucap awan


" siapa?  Tanya mama penasaran


" biru


" biru angelicia? 


Awan mengerutkan keningnya ketika mama menyebutkan nama biru. "iya. Mama kenal? 


Mama menunjukan foto dari ponselnya pada awan " ini temen kamu?


"iya ma. Tapi...


" itu wanita yang mau mama jodohkan sama kamu wan. Dia itu wanita yang mandiri,  gak banyak ngeluh.  Mama yakin dia itu tepat buat pendamping hidup kamu. Ucap mama menatap awan lembut berharap awan akan mengerti maksud baiknya.


" kenapa harus sama biru?  Tanya awan


Hufft..


"karena mama ingin kamu bahagia wan. Mama yakin biru akan membuat kamu bahagia. Tapi,  keputusan mama serahkan sama kamu, mama sama papa gak akan maksa.  Ucap mama tersenyum lembut


" ya udah kamu istirahat sana.  Habis itu kita makan malam sama papa.  Ucap mama kemudian pergi.


" ma... 

__ADS_1


"iya..


" awan mau menerima perjodohan ini*.


Mengingat akan keputusan mendadak itu membuat awan merasa bersalah pada biru,  karena sebenarnya yang awan lakukan hanya ingin membuat mama bahagia bukan hal lain. Jika ditanya tentang cinta,  awan akan menjawab bahwasanya sampai saat ini hatinya masih mencintai sosok bulan yang sudah bahagia bersama orang lain. Jika memang nantinya biru juga menerima perjodohan ini,  maka awan akan berusaha untuk membahagiakan biru yang telah dibuatnya sering terluka dan berusaha untuk mencintai biru.  Mama benar biru adalah sosok wanita yang mandiri, baik dan mendekati sempurna karena tidak ada manusia yang sempurna didunia. Tapi awan juga takut akan membuat biru semakin terluka bukannya bahagia jika nanti mereka hidup bersama. awan bertekad mulai sekarang awan hanya akan membuat biru bahagia dan tertawa tanpa harus ada luka.


Awan menekan tombol hijau dilayar ponselnya. Berharap dia yang ingin dibuatnya bahagia mau menerima telphonnya.


" halo,  assalamulaikum...  Ucap disebrang telphone


" waalaikumuusalam bir,  lagi sibuk?  Tanya awan


" nggak, kenapa?  Tanya biru disebrang


" aku mau ngomong tentang perjodohan kita.  Ucap awan


" kenapa kamu menerima perjodohannya?  Tanya biru disebrang telephone


" karena ingin buat kamu bahagia.


" aku udah bahagia wan.


" ih serius awan,  jangan becanda melulu.


" aku mau kita mulai dari awal bir,  karena awal kita akan membuat banyak orang bahagia,  meski awalnya kita harus sedikit berusaha untuk adanya cinta,  tapi aku yakin pelan-pelan cinta akan ada diantara kita. Aku tahu kamu mencintai orang lain,  aku juga. Kita sama-sama berusaha bir,  aku akan selalu menghadirkan tawa dalam hidupmu.


" aku masih butuh waktu wan,  gak akan lama, besok aku akan kasih jawabannya.


" aku tunggu. Sudah malam,  kamu harus istirahat.  Assalamualaikum


" waalaikumussalam


                                     ***


Semua ucapan yang awan ucapkan terus saja berputar dikepala biru,  sehingga membuat matanya tidak bisa terpejam.


Apa iya harus menerima perjodohan ini demi kebahagian banyak orang. Tapi,  kebahagiannya juga penting bukan. Karena yang biru inginkan pernikahan hanya terjadi sekali dalam hidupnya.


Hufftt..

__ADS_1


Biru menghela nafasnya pelan, sekarang biru tidak boleh egois  memikirkan kebahagiannya sendiri,  karena jika orang-orang yang dicintainya bahagia pasti ia juga akan bahagia. Biru harap apa yang menjadi keputusannya nanti akan menjadi keberkahan dalam hidupnya.


" budhe... Sapa biru pada budhenya yang masih berada diruang tamu


" iya nduk.  Kenapa?  Tanya budhe


"kok belum tidur, udah malam nanti budhe sakit. Tanya biru sembari merangkul budhenya


" belum bisa tidur.


" kenapa?  Kamarnya kurang besar? Atau kasurnya gak empuk?  Aduh maaf banget budhe,  nanti kalo ada rezeki biru...


" bukan itu.  Ucap budhe memotong  perkataan biru


" terus kenapa?  Kamarnya bau ya budhe?  Biru janji besok pulang kerja bakal biru beresin yah atau kita tidur berdua aja dikamar biru Kalaupun ranjangnya kecil biru bisa tidur dibawah kok  biar budhe yang tidur diatas.  Ucap biru tanpa jeda


Mendengar ucapan biru membuat hana geleng-geleng kepala karena sosok biru sangat mirip dengan ibunya. " kamu itu gak capek apa, ngomong panjang gak ada titik komanya githu. Yang santai,  jangan keburu-buru iya kalo orang yang kamu ajak bicara ngerti dengan yang kamu omongin,  kalo gak gimana? Budhe itu gak bisa tidur karena disini rame banget,  gak kayak dikampung kalo malem itu sepi cuma ada suara jangkring lagi nyanyi aja.


" oalah , disini emang rame budhe,  namanya juga kota,  disini itu enak loh budhe banyak banget tempat-tempat bagus buat jalan-jalan.  Apa budhe mau jalan sama biru sekarang?  Kita kemana githu nonton , makan terus kita foto-foto.  Ucap biru antusias


" walah jalan-jalan nang ndi to bir,  kakine budhe itu  sakit kalo dibawa jalan jauh,  terus kata mu tadi mau nonton?  Orang dirumah udah ada tv iki loh,  kok mau nonton diluar.


Biru menahan tawanya mendengar ucapan budhenya. " bukan nonton tv budhe,  nonton bioskop. 


" wes sama aja,  udah dirumah aja. Gak usah kemana-mana,  sayang uangnya ditabung aja nanti kalo ada keperluan mendadak kamu gak keteteran.  Nasehat budhe pada biru,  karena ia tahu tidak mudah mencari uang dikota besar seperti ini.


Biru bersyukur memiliki keluarga yang masih peduli padanya mau mengingatkan hal baik untuk bekal dalam hidupnya. Meski mungkin biru tidak bisa banyak membantu masalah ekonomi,  tapi biru selalu mendoakan mereka pada tuhan agar selalu diberi kesehatan , kemudahan dan keberkahan . " makasih ya budhe udah mau ngingetin biru. Biru mau bilang masalah perjodohan tadi.


" kamu udah ngambil keputusan to,  jangan terburu-buru nduk.  Kalo belum siap kamu bisa pikirkan kembali keputusanmu itu.  Ucap budhe sambil menggenggam kedua tangan biru.


Biru tersenyum lembut menatap budhenya mencoba meyakinkan jika keputusan yang akan diambilnya adalah jalan terbaik untuk jalan kebahagian banyak orang.  " biru.....  bersedia menerima perjodohonnya.  Ucap biru sedikit ragu.


" kamu yakin?  Jangan dipaksa kalo kamu nggak mau,  gak akan baik buat kedepannya. Karena pernikahan itu bukan seperti pacaran bir,  dalam pernikahan harus saling memahami dan mengerti satu sama lain. Disana kita akan menghadapi banyak perbedaan dari pendapat dan lain sebagainya, harus saling terbuka dan percaya pada pasangan tidak bisa mementingkan ego masing-masing dalam mengambil keputusan,  harus ada yang mengalah salah satunya. Jika tidak maka pernikahan akan kandas.  Jadi,  kamu harus mengambil keputusan yang tepat. Ucap budhe menatap biru lembut


" insaallah biru yakin budhe.  Ucap biru tersenyum


" allhamdulilah jika kamu sudah yakin.  Besok kita akan memberitahu pak andi dan keluarganya.  Budhe yakin kamu akan bahagia nduk. Ucap budhe kemudian memeluk biru erat.


Biru harap ini adalah keputusan yang benar. Yang hanya akan membawa tawa bahagia pada banyak orang

__ADS_1


                                     ***


__ADS_2