
Awan dan nando telah duduk disalah satu cafe. Menunggu kedatangan fero yang sedari tadi belum kelihatan batang hidungnya.
" fero kemana lagi? Dia yang ngajak ketemu dia yang telat. Gerutu nando kesal
" gak dikasih izin sama mamanya. Ucap awan datar
" emang dia anak tk, pakek gak diizinin keluar. Ucap nando asal
" tunggu aja lah do, bentar lagi juga nyampek. Ucap awan santai
" kita pesen minum dulu yuk, tenggorokan gue laper. Ucap nando garing berharap awan akan tertawa
Mendengar guyonan nando, membuat bibir awan tertarik walaupun sedikit. " mana ada tenggorokan laper bambang. Ucap awan dengan ekspresi datar.
Saat mereka sibuk larut dalam obrolan. Fero baru saja duduk bersama wanita.
Nando yang heran melihat fero yang tidak datang sendiri. Langsung bertanya penasaran " siapa fer, pacar baru? Tanya nando kepo
" bukan, temen. Bantah fero
" hai kau kayla, temennya fero. Ucapa kayla memperkenalkan diri dan menyalimi awan dan nando
" gue kira pacar lo, cocok kok kalian berdua. Usul nando asal
" mohon doanya yang terbaik aja buat kita. Ucap kayla menimpali usulan nando
" udah pada pesen belum? Tanya fero mengalihkan pembicaraan
" udah minum doang, makannya belum. Jawab nando
" ya udah kita pesen sekarang, gue udah laper banget dari tadi belum makan. Ucap fero
Sambil menunggu pesanan datang, mereka larut dalam obrolan. Tak lama kemudian berbagai macam makanan sudah tersaji didepan mereka.
" gue, balik duluan. Sorry banget bokap udah nyuruh pulang. Ucap nando setelah selesai makan
Fero yang paham maksud nando tersenyum jahil " alesan deh lo do. Alesan aja biar nggak bayar kan. Tebak fero bercanda
Nando yang mendengar tebakan fero hanya tersenyum tanpa dosa. " mbah dukun lo fer, tau aja kalo gue lagi gak punya duit. Ya udah gue pamit duluan yah. Ucap nando berlalu pergi
__ADS_1
" gue duluan fer. Ucap awan setelah mereka berada diluar. " lo yakin, gak mau bareng. Bentar lagi hujan kayaknya. Tawar awan pada fero dan keyla
" gak wan, gue naik motor aja sama keyla. Duluan aja. Ucap fero
" ya udah, hati-hati lo. Ucap awan meninggalakan fero dan keyla
" key, gak papa kan. Kalo naik motor
" gak papa fer, aku juga biasa naik motor. Ucap keyla tersenyum
Fero melajukan motornya untuk mengantarkan keyla kerumahnya.
***
Biru merenggangkan otot-ototnya yang terasa pegal, karena seharian harus berdiri untuk mencuci piring yang banyaknya tak terhitung. Biru melihat jam yang melingkar ditangan kirinya.
" allahuakbar, udah jam sepuluh aja. Mana mendung lagi. Semoga aja sampek rumah gak kehujanan. Gerutu biru " angkot masih lewat gak yah? Tanya biru pada dirinya sendiri. "Jalan dulu aja deh, siapa tau nemu angkot dijalan. Ucap biru dalam hati
Biru langsung berhenti dihalte untuk berteduh dari hujan yang turun tiba-tiba. Setelah membenarkan ikat rambutnya biru duduk untuk menunggu hujan berhenti. Butiran hujan turun semakin deras. Angin yang berhembus menciptakan hawa dingin masuk menembus kain kemeja yang biru yang tipis.
sebuah motor berwarna hitam berhenti tepat didepan biru. Mereka turun sedikit berlari untuk berteduh.
" aku gak bisa buka helm. Ucap kayla pada fero
" sini aku bukain. Ucap fero sembari membuka helm yang melekat dikepala keyla.
Biru mendengar suara yang familiar ditelinganya, langsung menolehkan kepalanya kesamping. Dugaannya tidak salah suara itu ternyata benar suara yang diam-diam dirindukannya. Tatapan mereka tak sengaja bertemu. Tapi dia yang dirindukan buru-buru memutuskan pandangan mereka dan kembali melepaskan helm keyla.
" makasih. Ucap keyla ketika helmnya sudah terlepas.
" iya. Jawab fero singkat
" Dingin.... Ucap keyla sembari menggosok-gosokan tangannya agar merasa sedikit hangat.
Fero melepaskan jaketnya dan memasangkan kepada keyla.
" masih dingin? Tanya fero
" sedikit. Ucap keyla
__ADS_1
Fero meraih tangan keyla dan menggenggamnya kuat agar keyla merasa lebih hangat.
Mau tidak mau biru harus menyaksikan adegan romantis mereka. Biru berusaha menguatkan hatinya agar tidak menangis. Meski rasanya makin sesak, biru berusaha untuk menghalau tangis yang sudah berada diujung. Biru mengalihkan pandangannga kearah samping, berharap akan ada angkutan umum yang lewat sehingga ia bisa cepat pergi dari tempat ini.
Sampai hujan sedikit reda. Biru belum juga menemukan angkutan umum menuju rumahnya.
Hingga akhirnya fero bersama keyla pergi melajukan motornya.
Biru menghembuskan nafasnya pelan berharap rasa sesak dihatinya sedikit menghilang. Karena malam yang semakin larut biru memutuskan untuk melanjutkan perjalanannya. Meskipun dingin biru harus tetap berjalan untuk bisa beristirahat dirumah. Dengan sedikit berlari biru akhirnya sampai dirumah dengan keadaan sedikit basah.
Biru merebahkan tubuhnya dikasur yang sudah tidak empuk. Sosok fero kembali terlintas dalam bayangan biru. Saat fero memegang tangan keyla, saat fero berkata lembut pada keyla. Semuanya terus berputar dipikiran biru. Ia mengambil ponsel yang berada disampinynya. Tidak ada lagi pesan dari fero untuk biru. Semuanya sunyi dan senyap. Biru mencoba memejamkan matanya untuk beristirahat karena esok dia harus bekerja kembali
***
Setelah mengantarkan keyla dirumahnya. Fero sengaja lewat halte tempatnya berteduh tadi. Sesampainya disana, fero tidak lagi melihat sosok biru berada disana. Akhirnya fero memutuskan untuk langsung pulang kerumah.
Didalam kamarnya, setelah membersihkan badan yang sedikit basah. Fero merebahkan badannya diatas tempat tidurnya. Dia kembali teringat pada biru yang tidak sengaja bertemu, wajah biru terlihat lelah dan wajahnya yang sedikit tirus. Bohong jika fero sudah benar-benar membenci biru. Nyatanya biru masih berada dalam hatinya sampai saat ini.
Tapi fero berusaha menahan perasaannya demi sang mama, yang telah merawatnya sampai saat ini. Hanya dengan ini, fero bisa sedikit membahagiakan sang mama.
" fer... Panggil mama diambang pintu kamar
Fero bangun dari rebahannya ketika mendengar suasmra sang mama
" iya . Masuk aja ma , ngapain coba berdiri disitu. Ucap fero tersenyum
Mama menghampiri fero dan duduk disampingnya " gimana keyla? Tanya mama
" baik. Jawab fero singkat
" mama harap kamu bisa menerima keyla. Dia anaknya baik, cantik, pinter lagi. Mama yakin dia pasti cocok sama kamu
Fero hanya mampu tersenyum mendengar ucapan sang mama. Dia berjanji akan mencoba membuka hatinya untuk keyla jika memang itu akan membuat mama bahagia. Kalaupun dia memaksa kan perasaannya itu hanya akan menyakiti banyak orang. Karena dalam hidupnya mama adalah sosok terpenting yang harus bahagia, karena senyum mama adalah senyumnya dan tangis mama adalah lukanya.
" kamu istirahat, udah malem. Ucap mama pada fero
" iya, mama juga harus istirahat. Selamat malam. Ucap fero
Fero memejamkan matanya, berharap besok parasaannya pada biru benar-benar pergi dari hatinya
__ADS_1
***